Zombie Melanda Indonesia S1-S2

Zombie Melanda Indonesia S1-S2
episode 25 S2 / frinds part 2 ?


__ADS_3

"Deddy" Aku mengatakan namaku.


Kulihat kelima orang itu agak


terpengaruh dengan namaku. Terlihat


meskipun agak samar, gerakan mereka


serta raut wajahnya yang sedikit


berubah.


Laki-laki yang berjalan paling depan,


yang tadi menempelkan pisaunya


padaku, berjalan seperti sedang berfikir


akan sesuatu.


Aku yang penasaran akhirnya bertanya,


"apa ada yang salah denganku?"


Serempak mereka berpaling kepadaku.


Untuk sesaat mereka saling


berpandangan. Siperempuan


satu-satunya di rombongan kami


tiba-tiba saja menepukkan kedua


tangannya.


"Ah.aku ingat sekarang." Ujarnya.


Aku mengerenyitkan dahi tak mengerti.


"Apa?" Tanyaku padanya.


Bukannya menjawab, perempuan


itu malah balik bertanya, "apakah


kau suami dari seorang wanita yang


bernama HERA?"


Rasanya pupil mataku langsung


membesar ketika mendengar nama itu


disebutkan.


"B. benar." Jawabku tergagap.


"Oh ya benar, itu yang dari tadi aku


pikirkan." Berkata laki-laki yang


berjalan paling depan.


Kulihat ketiga laki-laki lainnya


menganggukkan kepalanya tanda


mereka juga setuju dengan ucapan


temannya itu.


"Apa...apa yang terjadi kepadanya? Dan


apakah dia juga membawa seorang gadis

__ADS_1


kecil? Mereka adalah anak dan istriku.


Bagaiman keadaan mereka? Dimanakah


mereka berada?"


Pertanyaan itu langsung terlontar dari


mulutku begitu saja.


"Wow..wOW.wow.. satu-satu bung.


Kami bingung dengan semua


pertanyaan sebanyak itu." Kata laki-laki


yang memegang senjata besar layaknya


Arnold Schwarzenegger di film


Terminator.


"Maaf," kataku, "tapi aku benar-benar


ingin tahu bagaimana kabar mereka."


"Aku tahu itu, jadi akan kami..."


Suara laki-laki itu terhenti seketika saat


ia melihat tanda "diam" yang diberikan


oleh laki-laki terdepan.


Rombongan kami terhenti seketika. Oya,


asal kalian tahu. Saat ini, kami tengah


berjalan disebuah jalan setapak yang


kami, tumbuhan ilalang setinggi 2 meter


lebih.


Keadaan sunyi seketika.


Namun, ditengah-tengah kesunyian ini,


kami sayup-sayup mendengar suara


desahan nafas panjang yang sangat aku


sering dengar belakangan ini.


"Mustahil mereka bisa sampai wilayah


ini, Toni." Bisik laki-laki yang tadi tengah


berbicara kepadaku.


Toni, yang berjalan paling depan, tidak


menjawab. Tapi kemudian ia hanya


menggelengkan kepalanya tanda ia juga


tak tahu.


"Aku juga tak tahu, Arnold." Akhirnya


Toni menjawab.


"Lalu...apa yang akan kita lakukan


sekarang?" Tanya Tania, si gadis.

__ADS_1


Toni melihatnya, lalu berkata.


"Kita harus.."


Belum sempat Toni menyelesaikan


kalimatnya, sebuah tangan tiba-tiba saja


meluncur dari dalam ilalang ilalang


lebat disamping kiri kami dan langsung


menyambar lengan kiri Toni.


"Zombieee.!" teriak Tania refleks.


Sebuah teriakan yang akan menjadi


awal dari bencana yang akan kami


rasakan dimulai.


Suara teriakan Tania ternyata


mengundang perhatian para zombie


yang ternyata tengah berkeliaran di


dalam semak-semak ilalang lebat itu.


Satu persatu para zombie itu mulai


kurasakan mendekat ke arah kami


dengan cepatnya.


Kulihat sekilas ke arah Toni. la ternyata


berhasil menyingkirkan zombie yang


tadi menyerangnya dengan tiba-tiba.


"Bentuk lingkaran !" Perintah Toni cepat.


"Siaappp"Ucap Sopyan, laki-laki


gemulai itu.


Kami lalu saling beradu punggung.


Mengawasi ke arah semak ilalang lebat


yang berada dihadapan kami. Dimana


para zombie akan segera muncul.


"Siapkan senjata kalian ! Tembak apapun


yang muncul didepan mata! Mereka


akan segera muncul!" Toni kembali


memberikan perintahnya.


Senjata ss-v2 yang menjadi andalanku,


segera aku persiapkan. Begitupun


dengan yang lainnya.


*BERSAMBUNG*


jangan lupa dukuganya yah dengan cara meberikan vote, like supaya episode selanjutnya cepat apdate dan coment kalau ada kalimat yang salah yah.


terima kasih

__ADS_1


__ADS_2