
Aku dan winny kemudian di bawah ke lantai dua. Disana ada beberapa orang lagi yang selamat.
Setelah keadaan tenang. Mereka mulai bertanya tentang keadaan kami.
Salah satu seseorang tentara berpangkat sersan mendekat.
"Apa salah satu dari kalian ada yang bernama winny ?" tanyanya.
Winny mengangkat tanganya, "aku."
"Maaf, bisa kita berbicara secara 4 mata." Kata tentara berpangkat sersan itu kemudian.
Winny memandangku.
Aku mengangguk.
Lalu winny berjalan menjauh bersama dengan tentara itu.
Aku lalu melihat ke sekelilingku. Ku hitung ada sekitar 23 orang yang berada di dalam mall. Lalu ada sekitar 6 tentara bersenjata lengkap disitu.
Orang-orang itu berpenambilan agak lusuh. Ada beberapa orang yang duduk dengan menggenggam senjata api. Juga ada orang-orang yang tampak terlihat pasrah akan kehidupan mereka sendiri.
Saat aku tengah asik dengan khayalanku. Winny ku lihat berjalan menghampiriku. Dari raut wajahnya yang terlukiskan senyuman. Ku yakin dia mendapatkan kabar baik.
"Ada kabar apa ?" tanyaku.
Winny lalu bercerita panjang lebar.
Bahwa tentara yang berada disitu memang ditugaskan oleh pamanya untuk menjemput dirinya. Dan bila ada orang lain yang selamat, maka itu lebih baik.
"Lalu kapan mereka akan memindahkan kita dari kota jakarta ini ?"
"Menunggu helikopter penyelamat datang. Tadi sih tentara itu bilang paling lambat besok. Soalnya mereka juga sekalian melihat, apakah masih ada korban yang selamat dari bencana zombie ini."
Aku mengangguk mengerti. Untunglah aku berhasil menyalamatkan gadis itu. Jadi semua perjalanan mudah. Meskipun tidak semudah itu.
"Lalu, apa yang akan kita lakukan sekarang ?" tanyanya.
Aku berpikir sejenak. Lalu pandangan mataku melihat orang-orang tadi.
"Hmm, kita belanja."
"Ayaahhh,,,,toloongg"!
"Ayah dimana... ?."
Kulihat dua sosok tubuh ditengah-tengah
kerumunan para makhluk brengsek
__ADS_1
bernama zombie itu berteriak memanggil
seseorang. Mungkin suaminya.
Aku saat itu tengah berada diatas kapal
helikopter yang melintas tak jauh diatas
mereka.
Kasihan juga melihat dua orang itu
ditengah-tengah zombie yang bersiap
menyantap mereka. Ingin ku menolong.
Tapi posisi ku yang berada didalam
helikopter tak memungkinkan ku untuk
menolong mereka.
Seorang tentara di hadapanku seolah
helikopter tak memungkinkan ku untuk
menolong mereka.
Seorang tentara di hadapanku seolah
la lalu menyodorkan sesuatu yang
ternyata adalah sebuah teropong.
Aku lalu mengambilnya, agak ragu-ragu
aku memutuskan untuk melihat kedua
orang yang sedang dikepung para zombie.
Dan,
Astaga!!
Ternyata kedua orang itu adalah anak
dan istriku sendiri!
Secara bersamaan, kedua orang yang
__ADS_1
ternyata anak dan istriku melihatku juga.
Aku melihat detik-detik saat tangan serta
gigi-gigi tajam zombie itu merenggut
tubuh kedua orang yang sangat aku
Sayangi itu.
" TIDAAA...!"
Aku tersentak dari mimpi buruk yang
baru saja aku alami. Rasanya sungguh
aneh. Seperti sebuah kejadian nyata saja
peristiwa itu.
Aku berusaha mengatur nafasku yang
terengah-engah. Ku usap keringat dingin
yang membasahi dahiku.
Aku mencoba bangun. Tapi ada sebuah
tangan halus melingkar diatas tubuhku.
Winny.
Dengan perlahan ku pindahkan tangan
halusnya itu. Aku turun dari ranjang
springbad yang berada disebuah toko
furniture didalam mall pondok indah.
Hari masih malam.
Aku segera mencari baju baru yang
entah berserakan kemana disaat Winny
dan aku kembali memadu kasih.
*BERSAMBUN*
__ADS_1
jangan lupa dukuganya yah dengan cara meberikan vote, like supaya episode selanjutnya cepat apdate dan coment kalau ada kalimat yang salah yah. terima kasih