
Aku melihat jam didinding ruang tamu. Waktu menjukan pukul 09:00.
"Baiklah, Saatnya bergerak." kataku. Winny mengangguk.
Namun, tiba-tiba terdengar suara yang mengagetkan kami !
Terdengar suara yang cukup keras.
Suara itu berasal dari arah winny, suara hendphone.
Hendphone itu beradah dalam tas tanggan yang ia bawah.
Winny menatapku. Aku mengangguk.
Segera winny melihat layar HPnya.
raut wajahnya berubah.
"Ada apa win ?"
"Ini dari pamanku yang di medan." jawabnya. Ia lalu menjawab telfon dari pamanya itu.
__ADS_1
Aku tidak ingin berdiri menunggu winny selesai bicara. Kutinggalkan dia, sementara aku memilih kembali mencari-cari benda yang dapat digunakan sebagai senjata.
Tak mungkin rasanya aku hanya mengandalkan tongkat ini terus menerus.
Saat aku akan kedapur, aku melihat dibawah tanggah ke lantai 2 ada sebuah pintu. "perasaan tadi aku tidak melihat keberadaan pintu itu." Kataku dalam hati. Tapi aku lalu berpikir, aku tidak melihatnya karena posisinya yang memang berada di bawah tangga. Jadi agak tersembunyi.
Aku segera menuju pintu tersebut.
Dibagian atasnya terdapat kalimat, DANGER/bahaya
Harap-harap cemas aku membuka pintu ini
"klek." terkunci. Pintu ini rupanya terkunci. Tak akan sempat bila aku mencoba mencari anak kuncinya. Akhirnya aku memutuskan untuk membuka paksa pintu ini.
"Dug..dug..dug." Aku mengayunkan tongkatku dengan keras. Dan pintu itu berhasil aku buka paksa.
Aku lalu masuk. Gelap. Kucoba mencari saklar lampu di dinding. Ketemu. Aku segera menekannya..
Setelah keadaan menjadi terang. Aku mencoba mencari-cari. Tidk ada apa-apa. Tapi aku tak putus asa. Kubuka lemari panjang disana. Kembali terkunci. Lalu dengan paksa kubuka. Dan..
Di dalam lemari terdapat 5 pasang samurai ( katana ). Sewaktu kubuka, kelima samurai itu terlihat dirawat dengan baik. Aku mengambil 3 pedang samurai. Aku kembali mencari benda lainya. Kutemukan beberapa benda yang kuanggap berguna.
__ADS_1
Saat aku kembali. Winny baru saja mematikan teleponnya.
"Wow. Banyak juga senjata yang kamu temukan." Kata winny. Aku tersenyum.
Di depan kami, kini terdapat berbagai macam benda, yaitu 3 samurai, 1 belati, 1 gulungan tali sepanjang 20 meter yang terbuat dari baja tipis hingga kuat, lalu ada senter, dan 1 korek api gas yang besar.
"Kau bisa memainkan benda itu ?" kataku sambil menunjuk pedang samurai.
Agak ragu winny mengganguk. Aku menghela nafas.
"Sini aku ajarin." kataku
Dulu, waktu pelatihan dasar security. Aku di ajari berbagai macam senjata. Tapi, untuk pedang memang tidak. Namun, aku mencoba menggabungkan cara memainkan tongkat dan pisau belati untuk mengunakan pedang ini.
Hampir 1 jam aku melatih winny. Dan winny ternyata cukup pandai menyerap pelajaran dariku. Aku cukup puas dengannya.
Sambil istirahat, aku bertanya tentang telepon dari pamanya tadi. Winny lalu menjelaskan secara detail.
Menurut pamanya, virus zombie ini telah menyebar hampir di seluruh wilayah indonesia. Lalu untuk menangkal penyebaranya, pemerintah indonesia telah membuat perbatasan di kota bandung yang belum disentuh zombie. Dan warga yang selamat telah dipindahkan ke kota bandung. Dan untuk mencari warga yang masih selamat, disarankan agar segerah mencari gedung yang tinggi dan stand by di atas atapnya. Karna akan diselamatkan mengunakan helikopter.
*BERSAMBUN*
__ADS_1
jangan lupa dukuganya yah dengan cara meberikan vote, like dan coment kalau ada kalimat yang salah yah