
Setelah pintu terbuka, kami langsung
berlari melintasi halaman depan rumah
ambar.
Lalu setelah aku membuka kunci
gerbang halaman, kami bertiga segera
bergerak keluar.
Dipinggir jalan ditengah-tengah
komplek perumahan. Kami berdiri
mengatur nafas dan perasaan. Juga
memantau situasi.
Ditengah-tengah guyuran air hujan
yang masih deras melanda, aku mulai
bergerak menyusuri tepi jalan dengan
hati-hati.
Sampai saat ini kami masih belum
melihat dan bertemu dengan
Zombie-zombie itu. Sepertinya mereka
tertarik dengan suara ledakan yang
terjadi dibelakang rumah ambar tadi.
Setelah kami berjalan kurang lebih
10 menit. Kami membentur dinding
tembok pembatas komplek dengan pasar
sepatan.
Kulihat ada beberapa buah pohon yang
berdiri tepat disamping tembok.
Aku berbalik menghadap mira dan
ambar.
Dengan suara pelan aku berkata, "oke,
sekarang kita akan memanjat tembok
pembatas ini. Dan nantinya kita akan
berada didalam pasar."
Mereka berdua mengangguk mengerti.
"Nah sekarang, kita akan memanjat
sebuah pohon disana," kataku sambil
menunjuk sebatang pohon yang
lumayan besar tak jauh dari tempat
__ADS_1
kami berdiri, "lalu kita akan turun
dengan tali sling baja yang aku bawa."
"Mengerti, kak." jawab mira dan ambar.
"Sekarang, ambar kau duluan naik
keatas pohon. Lalu setelah kau
mendapatkan tempat yang baik, kau
ambil posisi untuk mengawasi jika ada
Zombie-zombie yang mendekat."
"Siap, kak."
Ambar lalu menaruh 2 senjata apinya
kebalik celana jeans yang ia pakai.
Lalu dengan lincan, gadis ini memanjat
naik dan tak berapa lama kemudian, ia
telah berdiri sambil berpegangan pada
sebuah cabang kayu. Lalu ditangarnnya
juga sebuah handgun sudah siap.
"Nah, sekarang giliranmu mira. Ini
tali sling kau bawa," kataku sambil
menyerahkan sebuah gulungan tali baja
diatas tembok. Kau langsung ikatkan tali
ini pada batang pohon dengan kuat. Lalu
sisanya kau lemparkan kebalik tembok
Oke?"
Mira mengangguk.
la juga bisa bergerak dengan cepat. Dan
tak lama kemudian, kulihat mira sedang
berusaha untuk mengikatkan tali itu
kebatang pohon.
Disaat kami bertiga mulai merasa aman.
Sebuah kejadian tak terduga terjadi..
Sebuah petir dengan tiba-tiba
menyambar batang pohon tempat kami
berada.
"DHUAAAR...!"
Tubuhku terlempar beberapa meter
kesamping jalan dan masuk kedalam got
__ADS_1
saluran air.
Disaat-saat terakhir itu, yang aku sempat
ingat sebelum semuanya menjadi
gelap adalah, sebuah cahaya terang
menyilaukan menyambar batang
pohon dimana ada mira dan juga ambar
berada.
Disusul kemudian suara bagaikan dunia
kiamat terdengar memekakan gendang
telingaku.
Sebuah sengatan yang tajam dengan
kecepatan mata berkedip menyergap
tubuhku. Membuatku terpental tak
berdaya melawan gravitasi bumi.
Dan disaat tubuhku melayang diudara,
aku dengan jelas bisa melihat kedua
tubuh gadis remaja itu tampak
mengejang dengan ambut yang
tiba-tiba naik berdiri melawan hukum
gravitasi bumi. Aku hanya melihat
mereka tampak membuka mulut mereka
lebar-lebar. Tapi aku tidak mendengar
suara apapun yang keluar dari mulut
mereka yang terbuka lebar itu.
Hingga beberapa kejap kemudian,
pandangan mataku berangsur
menghitam.
Gelap dan sunyi.
Entah sudah berapa lama aku tak
sadarkan diri. Yang pasti, disaat aku
mulai sadar, perasaan pedih adalah
yang pertarma kali aku rasakan. Disusul
kemudian rasa panas akan sengatan
sinar matahari terasa diwajahku.
*BERSAMBUNG*
jangan lupa dukuganya yah dengan cara meberikan vote, like supaya episode selanjutnya cepat apdate dan coment kalau ada kalimat yang salah yah.
__ADS_1
terima kasih