Zombie Melanda Indonesia S1-S2

Zombie Melanda Indonesia S1-S2
episode 18 S2 / sementara aman


__ADS_3

Setelah pintu terbuka, kami langsung


berlari melintasi halaman depan rumah


ambar.


Lalu setelah aku membuka kunci


gerbang halaman, kami bertiga segera


bergerak keluar.


Dipinggir jalan ditengah-tengah


komplek perumahan. Kami berdiri


mengatur nafas dan perasaan. Juga


memantau situasi.


Ditengah-tengah guyuran air hujan


yang masih deras melanda, aku mulai


bergerak menyusuri tepi jalan dengan


hati-hati.


Sampai saat ini kami masih belum


melihat dan bertemu dengan


Zombie-zombie itu. Sepertinya mereka


tertarik dengan suara ledakan yang


terjadi dibelakang rumah ambar tadi.


Setelah kami berjalan kurang lebih


10 menit. Kami membentur dinding


tembok pembatas komplek dengan pasar


sepatan.


Kulihat ada beberapa buah pohon yang


berdiri tepat disamping tembok.


Aku berbalik menghadap mira dan


ambar.


Dengan suara pelan aku berkata, "oke,


sekarang kita akan memanjat tembok


pembatas ini. Dan nantinya kita akan


berada didalam pasar."


Mereka berdua mengangguk mengerti.


"Nah sekarang, kita akan memanjat


sebuah pohon disana," kataku sambil


menunjuk sebatang pohon yang


lumayan besar tak jauh dari tempat

__ADS_1


kami berdiri, "lalu kita akan turun


dengan tali sling baja yang aku bawa."


"Mengerti, kak." jawab mira dan ambar.


"Sekarang, ambar kau duluan naik


keatas pohon. Lalu setelah kau


mendapatkan tempat yang baik, kau


ambil posisi untuk mengawasi jika ada


Zombie-zombie yang mendekat."


"Siap, kak."


Ambar lalu menaruh 2 senjata apinya


kebalik celana jeans yang ia pakai.


Lalu dengan lincan, gadis ini memanjat


naik dan tak berapa lama kemudian, ia


telah berdiri sambil berpegangan pada


sebuah cabang kayu. Lalu ditangarnnya


juga sebuah handgun sudah siap.


"Nah, sekarang giliranmu mira. Ini


tali sling kau bawa," kataku sambil


menyerahkan sebuah gulungan tali baja


diatas tembok. Kau langsung ikatkan tali


ini pada batang pohon dengan kuat. Lalu


sisanya kau lemparkan kebalik tembok


Oke?"


Mira mengangguk.


la juga bisa bergerak dengan cepat. Dan


tak lama kemudian, kulihat mira sedang


berusaha untuk mengikatkan tali itu


kebatang pohon.


Disaat kami bertiga mulai merasa aman.


Sebuah kejadian tak terduga terjadi..


Sebuah petir dengan tiba-tiba


menyambar batang pohon tempat kami


berada.


"DHUAAAR...!"


Tubuhku terlempar beberapa meter


kesamping jalan dan masuk kedalam got

__ADS_1


saluran air.


Disaat-saat terakhir itu, yang aku sempat


ingat sebelum semuanya menjadi


gelap adalah, sebuah cahaya terang


menyilaukan menyambar batang


pohon dimana ada mira dan juga ambar


berada.


Disusul kemudian suara bagaikan dunia


kiamat terdengar memekakan gendang


telingaku.


Sebuah sengatan yang tajam dengan


kecepatan mata berkedip menyergap


tubuhku. Membuatku terpental tak


berdaya melawan gravitasi bumi.


Dan disaat tubuhku melayang diudara,


aku dengan jelas bisa melihat kedua


tubuh gadis remaja itu tampak


mengejang dengan ambut yang


tiba-tiba naik berdiri melawan hukum


gravitasi bumi. Aku hanya melihat


mereka tampak membuka mulut mereka


lebar-lebar. Tapi aku tidak mendengar


suara apapun yang keluar dari mulut


mereka yang terbuka lebar itu.


Hingga beberapa kejap kemudian,


pandangan mataku berangsur


menghitam.


Gelap dan sunyi.


Entah sudah berapa lama aku tak


sadarkan diri. Yang pasti, disaat aku


mulai sadar, perasaan pedih adalah


yang pertarma kali aku rasakan. Disusul


kemudian rasa panas akan sengatan


sinar matahari terasa diwajahku.


*BERSAMBUNG*


jangan lupa dukuganya yah dengan cara meberikan vote, like supaya episode selanjutnya cepat apdate dan coment kalau ada kalimat yang salah yah.

__ADS_1


terima kasih


__ADS_2