
Sebuah benda dingin dan sepertinya
berlendir menempel tepat di leherku.
Sekujur tubuhku menegang. Tak bisa
aku gerakan.
Keheningan tercipta. Hanya desau angin
yang kudengar.
"Jatuhkan senjatamu.." Seseorang
berkata tajam dan berat tepat
dibelakangku.
Reflek, segera senapan yang aku
genggam aku jatuhkan.
"Angkat kedua tanganmu." Katanya lagi.
Aku mengangkat kedua tanganku keatas.
Pandanganku masih memandang nanar
kedepan.
"Sial, apakah aku akan di eksekusi seperti
para Zombie itu. Padahal aku masih
belum bertemu dengan anak dan istriku. "
Aku mendesah pelan.
Namun tiba-tiba terdengar beberapa
orang tertawa tertahan. Begitupun
dengan orang yang menodongkan
apalah itu dileherku.
Perlahan, senjata yang dilekatkan
dileherku ia turunkan.
"Berbaliklah." Kata orang bersuara berat
itu.
Aku berbalik.
Mulutku langsung terbuka lebar.
Tercengang akan keadaan orang-orang
di belakangku.
Ada lima orang yang aku lihat
mengelilingiku kini.
Yang pertama, adalah orang dengan
suara berat yang menodongkan senjata
kepadaku. la seorang laki-laki berusia
__ADS_1
sekitar 30 tahunan. Bergantung terbalik
disebuah cabang pohon tempatku tadi
bersembunyi. Saat aku melihat keatas.
Tanpak kedua kakinya menekuk
sedemikian rupa sehingga bisa menahan
beban tubuhnya. Dan senjata yang la
lekatkan kepadaku ternyata sebuah
pisau belati yang berlumuran darah.
Yang kedua, aku melihat seorang
laki-laki paruh baya dengan tubuh
gemuk memegang sebuah senjata besar
seperti yang pernah aku lihat di film
Terminator.
Lalu laki-laki ketiga. Aku yakin ia
laki-laki, karena meskipun hampir
sekujur tubuhnya diselimuti oleh
berbagai macam rerumputan untuk
berkamuflase. la kulihat memelihara
kumis yang lumayan tebal. la memegang
Dan yang keempat. Aku tidak bisa
memastikan apakah ia laki-laki ataukah
perempuan. Bukan karena sekujur
tubuhnya diselimuä rumput-rumput
seperti laki-laki ketiga. Tapi karena
dandanan yang ia kenakan dan cara
berjalannya yang gemulai, tampak
seperti perempuan. Meskipun ia
berperawakan tinggi besar. Bahkan
paling besar diantara yang lainnya. la
bahkan membawa dua buah senapan
AK47 dikedua tangannya.
Lalu yang terakhir. la adalah seorang
perempuan dengan wajah yang cantik
meskipun tampak kotor karena debu
tapi itu tak menghapus kesan cantik
diwajahnya. Ditangannya, ia memegang
__ADS_1
dua senjata handgun.
Aku masih terdiam. Meneliti kelima
Orang itu.
"Sudah.sudah, kita sudah terlalu lama
keluar markas. Saatnya kita kembali"
Laki-laki yang seluruh tubuhnya
diselimuti rumput-rumput itu berkata.
"Okelah kalau begitu." Jawab laki-laki
yang bergantungan itu. la lalu memutar
tubuhnya keatas. Lalu dengan cepat ia
merosot turun dengan senyum lebar
kearahku.
Aku hanya bisa memaki dalam hati.
"Ayo ciynnn.jelong." kata makhluk
besar keempat tadi seraya meremas
pundakku.
Speechless aku mendengar suara dan
kata-katanya.
Dan belum sempat aku berbuat apapun.
Sosok cantik berjalan melewatiku sambil
tertawa cekikikan.
Tanpa berkata apa-apa. Setelah aku
mengambil kembali senjata yang tadi
aku jatuhkan. Aku mulai berjalan
mengikuti mereka.
"Oya ciynn..," Ujar pria berbadan besar
itu sambil menoleh kearah ku, "siapa
nama yey?"
Aku menoleh kearahnya, untuk
sesaat aku merasa enggan untuk
menjawabnya. Tapi mau bagaimanapun
juga, kelima orang itu telah
menyelamatkan nyawaku. Baik
disengaja maupun tidak.n
*BERSAMBUNG*
jangan lupa dukuganya yah dengan cara meberikan vote, like supaya episode selanjutnya cepat apdate dan coment kalau ada kalimat yang salah yah.
__ADS_1
terima kasih