Zombie Melanda Indonesia S1-S2

Zombie Melanda Indonesia S1-S2
episode 3 S2 / khawatir


__ADS_3

Virus zombie


Dan bagi warga yang ingin


diselamatkan dengan cepat, agar segera


keluar keatap rumah masing-masing


atau gedung. Nantinya, akan ada


helikopter penyelamat yang akan


datang.


Aku mengamati berita tersebut dengan


berbagai macam perasaan. Aku gelisah.


Keberadaan suamiku tak ada sama


sekali. Banyak kerabat kami yang telah


menelfon. Tetapi aku sendiri tak bisa


berbicara banyak. Karena bila suaraku


terdengar oleh mereka, bukan mustahil


mereka akan menyerang rumahku.


Bersyukur sekali aku, karena anakku


entah kenapa mendadak menjadi


pendiam. Mungkin mereka peka akan


apa yang terjadi disekitar kami. Hanya


sesekali saja putriku bersuara, itupun


hanya menanyakan kemana ayahnya.


Malam itu aku tidur dengan mendekap


erat tubuh mungil aisyah. Disebelahku


tergeletak pisau dapur yang lumayan


panjang. Berjaga-jaga bila ada hal yang


tak aku inginkan.


Angan-angan ku melayang,


memikirkan bagaimana keadaan suami


tercinta ku. Apakah dia selamat, atau


malah...


Suara helikopter yang tadi


membawaku dari Jakarta kini semakin


jauh dan mengecil. Aku menatap


kepergian mereka dengan hati yang


serba aneh.


Tanganku memegang erat sebuah


senjata api laras panjang ditangan


kiriku. Senjata ini aku dapatkan dari

__ADS_1


sersan komar.


Ya, nama orang yang dengan cerdas


berhasil membunuh puluhan, tidak,


pasti ratusan zombie itu adalah sersan


Komar.


Diatas helikopter yang membawaku,


ia menyerahkan sepucuk senjata api ini


kepadaku.


la menyerahkannya mungkin


karena melihat sifat keras kepalaku


yang bersikeras untuk tetap pergi ke


tangerang guna menyelamatkan anak


dan istriku.


Saat itu dia berkata.


"Apabila kau tetap bersikeras


untuk pergi kesana. Aku tak bisa


memaksamu untuk pergi ketempat


pengungsian. Maka dari itu, aku akan


menyerahkan senjata api ini untuk kau


gunakan. Mungkin akan lebih berguna


Sebenarnya, aku bisa dihukum


berat oleh atasannya bila ia tahu


Aku memberikan senjata api kepada


warga sipil yang tak memiliki izin


menggunakan senpi. Tapi sudahlah, Aku


berdoa semoga kau berhasil dengan


keyakinanmu itu."


Lalu secara singkat ia mengajariku cara


menggunakan senjata Laras panjang8


jenis semi sniper itu. Ia menjelaskan


bahwa nama senjata buatan PT Pindad


itu adalah senapan serbu S$2-V42.


Setelah mendengarkan secara seksama.


la lalu mencoba kemampuanku


menggunakan senjata tersebut.


Sersan komar memerintahkan agar


pilot terbang tetap diketinggian yang


agak rendah.

__ADS_1


Sersan komar lalu memintaku untuk


membidik seorang dead Walker yang


berada dibawah sana.


Dengan perasaan tegang, aku


mencobanya.


Menurut sersan komar, bahu tempat


disenderkannya senjata agar dibuat


serileks mungkin. Lalu diusahakan


agar jangan sambil gemetar. Itu bisa


mengakibatkan melesetnya peluru dari


sasaran.


Aku mencobanya.


Mataku kukatakan diteropong kecil


tempat membidik sasaran. Dari teropong


ini, tubuh zombie itu terlihat jelas.


Setelah kurasa tepat di kepalanya. Aku


secara perlahan menekan pelatuk.


"Dor..!"


Sebuah sentakan lumayan keras


menerpa tubuhku. Dadaku berdegup


kencang. Kulihat tubuh zombie itu


terkulai jatuh. Tepat sasaran. Sebuah


perasaan aneh menyergap ku.


Sersan komar tertawa lebar sambil


tangan kerasnya menepuk-nepuk


punggungku.


"Luar biasa. Tak ku sangka ternyata kau


sangat ahli dalam tembak menembak.


Bagus, bagus sekali."


Aku tersenyum mendengar pujiannya.


Helikopter itu ternyata tak bisa


mendarat ditempat yang aku tuju.


Itu disebabkan karena banyaknya


kabel-kabel listrik yang menjadi


berserabutan tak tentu arahnya. Dan


pilot mengkhawatirkan kondisi ini.


*BERSAMBUNG*


jangan lupa dukuganya yah dengan cara meberikan vote, like supaya episode selanjutnya cepat apdate dan coment kalau ada kalimat yang salah yah. terima kasih

__ADS_1


__ADS_2