
Virus zombie
Dan bagi warga yang ingin
diselamatkan dengan cepat, agar segera
keluar keatap rumah masing-masing
atau gedung. Nantinya, akan ada
helikopter penyelamat yang akan
datang.
Aku mengamati berita tersebut dengan
berbagai macam perasaan. Aku gelisah.
Keberadaan suamiku tak ada sama
sekali. Banyak kerabat kami yang telah
menelfon. Tetapi aku sendiri tak bisa
berbicara banyak. Karena bila suaraku
terdengar oleh mereka, bukan mustahil
mereka akan menyerang rumahku.
Bersyukur sekali aku, karena anakku
entah kenapa mendadak menjadi
pendiam. Mungkin mereka peka akan
apa yang terjadi disekitar kami. Hanya
sesekali saja putriku bersuara, itupun
hanya menanyakan kemana ayahnya.
Malam itu aku tidur dengan mendekap
erat tubuh mungil aisyah. Disebelahku
tergeletak pisau dapur yang lumayan
panjang. Berjaga-jaga bila ada hal yang
tak aku inginkan.
Angan-angan ku melayang,
memikirkan bagaimana keadaan suami
tercinta ku. Apakah dia selamat, atau
malah...
Suara helikopter yang tadi
membawaku dari Jakarta kini semakin
jauh dan mengecil. Aku menatap
kepergian mereka dengan hati yang
serba aneh.
Tanganku memegang erat sebuah
senjata api laras panjang ditangan
kiriku. Senjata ini aku dapatkan dari
__ADS_1
sersan komar.
Ya, nama orang yang dengan cerdas
berhasil membunuh puluhan, tidak,
pasti ratusan zombie itu adalah sersan
Komar.
Diatas helikopter yang membawaku,
ia menyerahkan sepucuk senjata api ini
kepadaku.
la menyerahkannya mungkin
karena melihat sifat keras kepalaku
yang bersikeras untuk tetap pergi ke
tangerang guna menyelamatkan anak
dan istriku.
Saat itu dia berkata.
"Apabila kau tetap bersikeras
untuk pergi kesana. Aku tak bisa
memaksamu untuk pergi ketempat
pengungsian. Maka dari itu, aku akan
menyerahkan senjata api ini untuk kau
gunakan. Mungkin akan lebih berguna
Sebenarnya, aku bisa dihukum
berat oleh atasannya bila ia tahu
Aku memberikan senjata api kepada
warga sipil yang tak memiliki izin
menggunakan senpi. Tapi sudahlah, Aku
berdoa semoga kau berhasil dengan
keyakinanmu itu."
Lalu secara singkat ia mengajariku cara
menggunakan senjata Laras panjang8
jenis semi sniper itu. Ia menjelaskan
bahwa nama senjata buatan PT Pindad
itu adalah senapan serbu S$2-V42.
Setelah mendengarkan secara seksama.
la lalu mencoba kemampuanku
menggunakan senjata tersebut.
Sersan komar memerintahkan agar
pilot terbang tetap diketinggian yang
agak rendah.
__ADS_1
Sersan komar lalu memintaku untuk
membidik seorang dead Walker yang
berada dibawah sana.
Dengan perasaan tegang, aku
mencobanya.
Menurut sersan komar, bahu tempat
disenderkannya senjata agar dibuat
serileks mungkin. Lalu diusahakan
agar jangan sambil gemetar. Itu bisa
mengakibatkan melesetnya peluru dari
sasaran.
Aku mencobanya.
Mataku kukatakan diteropong kecil
tempat membidik sasaran. Dari teropong
ini, tubuh zombie itu terlihat jelas.
Setelah kurasa tepat di kepalanya. Aku
secara perlahan menekan pelatuk.
"Dor..!"
Sebuah sentakan lumayan keras
menerpa tubuhku. Dadaku berdegup
kencang. Kulihat tubuh zombie itu
terkulai jatuh. Tepat sasaran. Sebuah
perasaan aneh menyergap ku.
Sersan komar tertawa lebar sambil
tangan kerasnya menepuk-nepuk
punggungku.
"Luar biasa. Tak ku sangka ternyata kau
sangat ahli dalam tembak menembak.
Bagus, bagus sekali."
Aku tersenyum mendengar pujiannya.
Helikopter itu ternyata tak bisa
mendarat ditempat yang aku tuju.
Itu disebabkan karena banyaknya
kabel-kabel listrik yang menjadi
berserabutan tak tentu arahnya. Dan
pilot mengkhawatirkan kondisi ini.
*BERSAMBUNG*
jangan lupa dukuganya yah dengan cara meberikan vote, like supaya episode selanjutnya cepat apdate dan coment kalau ada kalimat yang salah yah. terima kasih
__ADS_1