
Sebuah tangga mengantarkan ku
menuruni bangunan bekas pabrik yang
ternyata terdiri dari 4 lantai.
Dilantai dasar. Aku mencari-cari pintu
keluar.
Setelah lama mencari karena gelapnya
keadaan. Pintu itu berhasil aku
temukan.
Setelah menarik nafas dalam-dalam,
kubuka perlahan pintu itu. terdengar
bunyi derit yang berhasil memecahkan
kesunyian malam. Tapi untungnya,
keadaan hujan yang turun dengan deras
menyembunyikan suara itu.
Cuaca dan hawa dingin segera
menyergap. Jarak pandang keluar
terbatas. Dan ini sangat membahayakan
bagi ku. Karena aku tak tahu dimana
posisi dari para zombie itu.
Aku berjongkok.
Pedang kutaruh disamping. Lalu
senapan panjang yang berada
dipunggung segera kuputar kedepan.
Dengan bantuan teropong, kulihat
situasi didepanku.
Setelah keadaan dipastikan aman.
Senapan itu kembali kugeser kebelakang
panggung. Pedang kuraih kembali.
Dengan perlahan, aku kembali
melangkah.
Menurut perhitungan ku, akan sangat
berbahaya bila aku menempuh jalan
raya. Karena bisa jadi para zombie itu
banyak terdapat disana. Karena itu,
aku memutuskan untuk melewati jalan
pintas. Yakni lewat persawahan yang
__ADS_1
berada dibelakang gedung pabrik ini.
Sekitar setengah jam aku berjalan
perlahan dan dengan sedikit merunduk.
Aku berhasil melewati area persawahan
yang lumayan luas.
Kini, didepanku terbentang sebuah
perumahan. Tak ada jalan lain lagi. Aku
harus melewati daerah perumahan ini.
Dan nantinya, ada sebuah pasar yang
berada didepannya. Dari pasar nanti
kira-kira 2 KM lagi menuju rumahku.
Didekat perbatasan antara persawahan
cdan perumahan, aku segera berjongkok
dan menggunakan teropong disenjataku
untuk mengawasi keadaan.
Ada beberapa zombie yang berada
diarea dekat denganku berada. Segera
ku siapkan pedang samurai ditangan
kanan.
Dengan tetap mengendap-endap,
berat ketika mulai melangkah. Efek
hujan yang turun dengan derasnya
membuatku basah kuyup. Ditambah
lagi dengan membawa ransel berisi
benda-benda berat, plus sebuah senapan
panjang dipunggung.
Tapi, hujan ini juga sangat membantu ku
dalam bergerak. Karena keberadaanku
menjadi tersembunyi.
Zombie yang berada di dekatku
dengan perlahan ku dekati. Ia tengah
berdiri tegak membelakangiku.
Lalu, secepat kilat pedang samurai itu
aku tebaskan kelehernya.
Crass!
Kepalanya langsung terpisah dari
__ADS_1
badannya. Tubuh itu lalu ambruk.
Kemudian, kembali dengan perlahan
aku bergerak mendekati sebuah rumah
yang berada paling dekat denganku.
Hampir aku melompati pagar apabila
ekor mataku tak melihat keberadaan
beberapa zombie didalam pekarangan
rumah.
Aku menunduk. Mencoba mengatur
nafas dan rencana. Tubuh zombie yang
tadi aku lumpuhkan masih tergeletak
tak jauh dariku.
Mataku mencari-cari celah yang bisa
kugunakan untuk meloloskan diri.
Ada sebuah saluran got. Tapi tak cukup
besar untukku bisa melewatinya.
Satu-satunya cara adalah dengan
terus berjalan lurus membelah area
perumahan itu untuk mencapai pasar.
Tapi itu cukup sulit mengingat medan
yang terbuka dan cuaca yang gelap.
Maka, mau tak mau aku harus
melumpuhkan zombie-zombie sialan
yang ada didalam rumah ini. Bila
berhasil, maka aku berencana untuk
menyusuri area pinggir rumah dengan
cara melompati deretan rumah-rumah
tersebut.
Aku kembali mengintip lewat
celah-celah pagar. Ada sekitar 4 zombie
yang tengah berdiri diam.
Aku dengan cepat mengeluarkan
sebuah belati dari dalam ransel. Dengan
menggenggam erat pedang samurai dan
belati. Aku bersíap memasuki halaman.
*BERSAMBUNG*
__ADS_1
jangan lupa dukuganya yah dengan cara meberikan vote, like supaya episode selanjutnya cepat apdate dan coment kalau ada kalimat yang salah yah.
terima kasih