Zombie Melanda Indonesia S1-S2

Zombie Melanda Indonesia S1-S2
episode 5 S2 / di malam hari yang gelap serta ditemani hujan yang deras


__ADS_3

Sebuah tangga mengantarkan ku


menuruni bangunan bekas pabrik yang


ternyata terdiri dari 4 lantai.


Dilantai dasar. Aku mencari-cari pintu


keluar.


Setelah lama mencari karena gelapnya


keadaan. Pintu itu berhasil aku


temukan.


Setelah menarik nafas dalam-dalam,


kubuka perlahan pintu itu. terdengar


bunyi derit yang berhasil memecahkan


kesunyian malam. Tapi untungnya,


keadaan hujan yang turun dengan deras


menyembunyikan suara itu.


Cuaca dan hawa dingin segera


menyergap. Jarak pandang keluar


terbatas. Dan ini sangat membahayakan


bagi ku. Karena aku tak tahu dimana


posisi dari para zombie itu.


Aku berjongkok.


Pedang kutaruh disamping. Lalu


senapan panjang yang berada


dipunggung segera kuputar kedepan.


Dengan bantuan teropong, kulihat


situasi didepanku.


Setelah keadaan dipastikan aman.


Senapan itu kembali kugeser kebelakang


panggung. Pedang kuraih kembali.


Dengan perlahan, aku kembali


melangkah.


Menurut perhitungan ku, akan sangat


berbahaya bila aku menempuh jalan


raya. Karena bisa jadi para zombie itu


banyak terdapat disana. Karena itu,


aku memutuskan untuk melewati jalan


pintas. Yakni lewat persawahan yang

__ADS_1


berada dibelakang gedung pabrik ini.


Sekitar setengah jam aku berjalan


perlahan dan dengan sedikit merunduk.


Aku berhasil melewati area persawahan


yang lumayan luas.


Kini, didepanku terbentang sebuah


perumahan. Tak ada jalan lain lagi. Aku


harus melewati daerah perumahan ini.


Dan nantinya, ada sebuah pasar yang


berada didepannya. Dari pasar nanti


kira-kira 2 KM lagi menuju rumahku.


Didekat perbatasan antara persawahan


cdan perumahan, aku segera berjongkok


dan menggunakan teropong disenjataku


untuk mengawasi keadaan.


Ada beberapa zombie yang berada


diarea dekat denganku berada. Segera


ku siapkan pedang samurai ditangan


kanan.


Dengan tetap mengendap-endap,


berat ketika mulai melangkah. Efek


hujan yang turun dengan derasnya


membuatku basah kuyup. Ditambah


lagi dengan membawa ransel berisi


benda-benda berat, plus sebuah senapan


panjang dipunggung.


Tapi, hujan ini juga sangat membantu ku


dalam bergerak. Karena keberadaanku


menjadi tersembunyi.


Zombie yang berada di dekatku


dengan perlahan ku dekati. Ia tengah


berdiri tegak membelakangiku.


Lalu, secepat kilat pedang samurai itu


aku tebaskan kelehernya.


Crass!


Kepalanya langsung terpisah dari

__ADS_1


badannya. Tubuh itu lalu ambruk.


Kemudian, kembali dengan perlahan


aku bergerak mendekati sebuah rumah


yang berada paling dekat denganku.


Hampir aku melompati pagar apabila


ekor mataku tak melihat keberadaan


beberapa zombie didalam pekarangan


rumah.


Aku menunduk. Mencoba mengatur


nafas dan rencana. Tubuh zombie yang


tadi aku lumpuhkan masih tergeletak


tak jauh dariku.


Mataku mencari-cari celah yang bisa


kugunakan untuk meloloskan diri.


Ada sebuah saluran got. Tapi tak cukup


besar untukku bisa melewatinya.


Satu-satunya cara adalah dengan


terus berjalan lurus membelah area


perumahan itu untuk mencapai pasar.


Tapi itu cukup sulit mengingat medan


yang terbuka dan cuaca yang gelap.


Maka, mau tak mau aku harus


melumpuhkan zombie-zombie sialan


yang ada didalam rumah ini. Bila


berhasil, maka aku berencana untuk


menyusuri area pinggir rumah dengan


cara melompati deretan rumah-rumah


tersebut.


Aku kembali mengintip lewat


celah-celah pagar. Ada sekitar 4 zombie


yang tengah berdiri diam.


Aku dengan cepat mengeluarkan


sebuah belati dari dalam ransel. Dengan


menggenggam erat pedang samurai dan


belati. Aku bersíap memasuki halaman.


*BERSAMBUNG*

__ADS_1


jangan lupa dukuganya yah dengan cara meberikan vote, like supaya episode selanjutnya cepat apdate dan coment kalau ada kalimat yang salah yah.


terima kasih


__ADS_2