Zombie Melanda Indonesia S1-S2

Zombie Melanda Indonesia S1-S2
episode 9 mencari


__ADS_3

Sekarang, aku dan winny tengah berjalan menuruni anak tangga dengan perlahan. Cahaya matahari di pagi sudah mulai masuk merambas ke dalam rumah. Keadaan ini membantuku mengawasi keadaan sekitar.


Setelah mencapai lantai 1, aku berhenti sejenak. Melihat situasi.


Aman.


Aku memberi kode ke winny agar jangan dulu turun. Tetapi menunggu di pertengahan anak tangga.


Dengan mengendap-gendap, aku mencoba melihat sekitar isi rumah. Takut kalau ada zombie itu masuk ke dalam rumah.


Setelah memastikan situasi aman.


Aku segera menutup pintu utama dan menguncinya dengan cepat tapi pelan.


Aku segera kembali ke arah winny.


"Ayo, win. Aman. cepat turun carilah kamar dimana pakaianmu beradah. Cepat, waktu kita tidak banyak." kataku


Winny segerah melangkah menuruni anak tangga. Lalu ia berjalan menuju ke sebuah kamar.


Aku sendiri pergi ke arah dapur. Biasanya disana ada peralatan yang bisa di jadikan senjata.


Namun, yang kutemui hanyalah alat-alat dapur biasa. Seperti panci, wajan dll. Hanya pisau yang bisa di sebut benda berbahaya, kecil pula.


Begitu aku keluar, winny ternyata sudah menungguku di depan pintu dapur.


Ia kini memakai celana jeans pendek, kaos putih dan jaket kulit berwarna pink." Dasar perempuan." kataku dalam hati


"Kamu mencari apa?" tanyanya.

__ADS_1


"Senjata, atau apalah namanya yang bisa kita gunakan melindungi diri." jawabku.


"ada ?"


Aku hanya mengangkat bahu, "kosong."


Winny sejenak terdiam.


"Apa yang kamu pikirkan ?" tanyaku.


"ikut aku, ded. " katanya sambil menarik tanganku.


Tangan lembutnya menggenggam erat tanganku. Aku tersenyum, mengingat kejadian kemarin.


Winny setengah berlari membawaku ke sebuah kamar yang berada di belakang rumah.


"Ini kamarnya joni." ujarnya.


"Bodoh, biasanya para cowo pasti menyembunyikan sesuatu di kamarnya.


Mungkin saja dia menyimpan senjata atau semacamnya."


Aku hanya ber-oh iyah aja mendengar penjelasanya. masuk akal juga.


Kubuka pintu kamar joni. Bersyukur tidak terkunci. Dan kalian tau, perasaan perempuan memang tidak bisa di buat main-main.


Di kamar joni, terdapat banyak sekali senjata


Aku hanya bisa melongo. Sedangkan winny nampak syok melihat kamar joni.

__ADS_1


Aku menoleh ke arah winny.


Winny dengan wajah cemberut mencubit perutku. Aku berteriak kecil kegelian.


Lalu kami masuk ke kamar joni dengan perasaan campur aduk.


Di kamar joni, senjata yang ada bukanlah senjata yang kalian bayangkan. Disini, dikamar ini, senjatanya berbentuk cambuk, borgol, rantai, pakaian wanita ketat yang terbuat dari bahan latex.


Lalu ada 4 buah lilin berwarna merah. Lalu di atas meja berjejer rapi berbagai bentuk viprator buat wanita. Dari yang polos licin, sampai yang bergigi. Bahkan ada sebuah benda seperti tali karet yang di tengahnya ada 4 buah bola.


Ini semua seperti yang pernah aku liat dividio-vidio xxx.


Winny sendiri memandangi pralatan itu dengan wajah jijik dan ngeri.


Aku mencoba menggodanya.


"Senjata joni bagus-bagus yah ?" lengkap


pula."


Kontan winny kembali mencubit tubuhku.


Aku tertawa geli. Winny tiba-tiba saja memeluku. Aku diam. Aku mengerti perasanya. Andai saja bencana zombie ini tidak terjadi. Maka tidak akan seperti ini.


"Sudah-sudah. Sekaran kau aman bersamaku." ucapku pelan sambil mengusap rambutnya.


Kami keluar kamar joni dengan tangan kosong. Sebab apa yang mau kami ambil untuk di jadikan senjata ?


*bersambung*

__ADS_1


jangan lupa dukuganya yah dengan cara meberikan vote, like dan coment kalau ada kalimat yang salah yah


__ADS_2