
Langsung aku masuk kedalam rumah.
Semua tampak gelap. Karena rumah ini
hanya berlantai satu. Maka aku harus
mencari cara agar bisa naik keatap
rumah.
Didalam aku menemukan sebuah lemari
yang lumayan tinggi. Aku mencari
sebuah kursi untuk pijakanku agar bisa
naik keatas lemari.
Dapat.
Segera kuseret kursi itu. Lalu dengan
bantuan kursi tadi, aku bisa naik keatas
lemari.
Diatas lemari, dengan menggunakan
pedang, Aku membuka langit-langit
rumah yang terbuat dari bahan triplek.
Berhasil.
Aku lalu mengeluarkan sebuah senter
dari dalam ransel.
Dengan bantuan cahaya senter, aku
melihat kedalam langit-langit rumah.
Setelah memastikan keadaan aman, aku
melemparkan ransel keatas langit-langit
lalu aku menyusul kemudian.
Dari dalam langit-langit, aku segera
membuka paksa atap rumah yang
terbuat dari genteng tanah itu.
Sekeluarnya aku dari dalam langit-langit
rumah. Kini dengan hati-hati aku
melangkah menuju ujung rumah yang
mendekati rumah bertingkat itu.
Mataku awas melihat sekeliling rumah.
Begitu banyak zombie-zombie sialan itu.
Mereka sangat menyebalkan. Karena
akan menunggui mangsa yang didepan
mata sampai dapat.
Kini aku telah berhasil mencapai tepian
genting yang berdekatan dengan tembok
__ADS_1
rumah dimana penyelamatku berada.
Aku berteriak memberi tahu
keberadaanku.
Tak lama kemudian, sebuah kepala
keluar dari sebuah jendela.
Ternyata seorang gadis cantik.
"Apa yang harus aku lakukan?!"
tanyanya.
Aku yang sejenak terdiam lalu segera
membuka isi tasku. Dari dalam aku
mengeluarkan sebuah tali sling baja.
"Aku akan lemparan tali ini. Nanti kau
ikatkan dengan sesuatu yang kuat didalam " kataku.
Jarak antara rumah itu denganku berada
kira-kira tujuh meter.
Aku lalu melemparkan tali itu padanya.
Setelah ia berhasil menangkap tali
sling baja itu, ia lalu masuk untuk
mengikatkannya.
Tak lama kemudian, ia kembali
"Sudah"
Aku yang tadi telah mengikatkan tali
kesebuah besi yang ada dipinggiran atap
segera mencoba kekuatan dari ikatan
tali itu.
"Oke. Kurasa cukup kuat. " kataku dalam
hati.
Lalu, dengan ransel dan senjata
tergantung dipunggung. Aku mulai
merayap terbalik disepanjang tali.
Saat hampir sampai, tiba-tiba sebuah
petir menyambar. Dan,
"Darrr..!"
Suaranya keras menggelegar
memekakkan telinga.
Aku yang terkejut kehilangan
keseimbangan. Genggaman tangan
kiriku terlepas. Aku terayun-ayun diatas
__ADS_1
tali.
Zombie-zombie dibawah kakiku seolah
berteriak-teriak senang. Karena mereka
akan mendapatkan mangsa baru.
Tapi sebuah suara halus memaksaku
menengadah.
Disana ada sepasang tangan yang
terjulur keluar memegangi tangan
kananku yang mulai tak kuasa menahan
beban.
"Ayo bertahan. Kau pasti bisa."
"Ya, kau pasti bisa, kak." sebuah suara
halus lainnya ikut menyemangatiku.
Ada dua orang didalam sana.
Seolah mendapatkan tenaga baru, aku
sebisa murngkin bertahan dan hup.
Aku kembali ke posisi ku semula. Lalu
kembali perlahan-lahan merayap.
Dan...hup!
Aku berhasil.
Mataku lalu melihat seluruh isi kamar
yang agak terang. Disana terdapat
sebuah lilin besar yang menyala
disamping tempat tidur. Lalu berbagai
macam benda juga berada disana. Juga
sebuah senapan mirip seperti punyaku
juga berada disana. Sebuah senjata yang
pernah menyelamatkan nyawaku.
Dan terakhir. Dua sosok gadis berambut
panjang berdiri tegak semampai di
hadapanku.
Aku masih terdiam ketika kedua gadis
itu mengulurkan tangannya.
"Aku Ambar."
"Dan aku, Mira."
*BERSAMBUNG*
jangan lupa dukuganya yah dengan cara meberikan vote, like supaya episode selanjutnya cepat apdate dan coment kalau ada kalimat yang salah yah.
terima kasih
__ADS_1