Zombie Melanda Indonesia S1-S2

Zombie Melanda Indonesia S1-S2
episode 20 S2 / berusahah


__ADS_3

Zombie itu mengeluarkan suara nyaring


yang terdengar aneh ditelingaku.


"Persetan!" geramku.


Dan, "klik.klik.!"


Tak ada peluru yang keluar. Habis!


Aku panik.


Gila, kenapa disaat gawat seperti ini


peluru senapan ini harus habis sih. Aku


memaki didalam hati.


Tak ada waktu untuk membuka tas


ransel dan mencari isi refil senjataku.


Segera aku merubah posisi pegangan


tangan pada senjataku ini. Bagian


moncong senapan yang kini aku


genggam.


"Panas..." aku mengerutkan dahi ketika


kulit tanganku menyentuh moncong


senapan yang terasa panas.


Tapi tak ada waktu untuk merasakan


rasa panas ini. Satu tujuanku.


Selamat!


Aku harus selamat!


Selamat dari bencana ini dan


menyelamatkan keluargaku. Apapun


yang akan terjadi.


Zombie yang menyerangku semakin


dekat. Wajahnya yang agak hancur


dengan noda darah kering diseluruh


tubuhnya membuatku merinding.


"Persetan!" aku berteriak keras.


Lalu,


"Dhuak.!"


Gagang senapanku yang terbuat


dari bahan besi menghantam telak


kepalanya.


Zombie itu terbanting ketanah dengan

__ADS_1


keras. Namun ia sepertinya masih belum


jatuh sepenuhnya.


Walau agak lamban, namun ia kulihat


bergerak untuk kembali berdiri.


"Mati kau bangsaaat!!" teriakku keras.


Dan popor senjata milikku langsung


kuhujamkan ke kepala zombie tersebut.


Bukan hanya sekali, tapi berkali-kali.


Sampai tak kusadari kepala zombie itu


sudah tidak utuh lagi.


Hancur.


Agak terengah-engah, aku mengusap


keringat yang menetes diwajahku.


Lalu dengan ujung kain bajuku, popor


senapan aku bersihkan.


Segera aku memeriksa isi ransel. Setelah


aku menemukan magazine senjataku,


aku mengambilnya dan segera


mengganti magazine yang telah habis


tadi dengan yang baru.


mulai bergerak ketempat tubuh ambar


tergeletak.


Aku mencari dua senjata handgun jenis


barreta yang digunakan oleh ambar.


Pasti senjata itu terjatuh tidak jauh dari


tubuhnya.


Setelah mencari beberapa lama, aku


bisa menemukan sebuah bareta yang


terhimpit oleh tubuh ambar sendiri.


Aku lalu mengecek kondisi senjata ini.


Secara fisik dalam kondisi bagus. Tapi


aku juga harus mengecek apakah senjata


ini juga masih berfungsi dengan baik


Maka dengan berhati-hati, aku mulai


menarik pelatuk senjata ini.


"Dor..!"

__ADS_1


Berfungsi. Bagus.


Lalu, setelah gema suara senjata


tadi lenyap. Sebuah suara lain mulai


terdengar. Bukan hanya satu, tapi


aku yakin suara aneh ini berasal


dari puluhan zombie yang tertarik


mendengar suara ledakan senjataku


tadi.


Handgun milik ambar aku masukan


kedalam ransel. Dan dengan berlari


aku mulai memanjat sebuah pohon


yang tak jauh dari pohon yang semalam


tersambar petir itu.


Dari atas pohon, aku lalu mengedarkan


pandangan mataku kebawah. Tampak


puluhan zombie sudah mengepungku


dengan tangan menggapai-gapai ke atas.


Aku mengambil sebuah granat dari


dalam ransel.


"Ah, percuma saja. Mau dibom berapa


kali pun juga masih banyak zombie di


luar sana."Aku lalu kembali meletakkan


granat ke dalam ransel.


Dengan berhati-hati, aku berjalan


diatas dinding pagar permbatas antara


perumahan dengan pasar.


Didalam pasar sepi. Tidak tampak


satupun zombie yang terlihat. Tampak


berbeda jauh dengan keadaan.


dibelakang ku. Didalam perumahan


itu saat ini aku yakin, bahwa jumlah


"mereka" kini ada ratusan.


Tak berlama-lama lagi, aku segera


mencari jalan turun dari atas dinding


pembatas ini.


*BERSAMBUNG*

__ADS_1


jangan lupa dukuganya yah dengan cara meberikan vote, like supaya episode selanjutnya cepat apdate dan coment kalau ada kalimat yang salah yah.


terima kasih


__ADS_2