
Zombie itu mengeluarkan suara nyaring
yang terdengar aneh ditelingaku.
"Persetan!" geramku.
Dan, "klik.klik.!"
Tak ada peluru yang keluar. Habis!
Aku panik.
Gila, kenapa disaat gawat seperti ini
peluru senapan ini harus habis sih. Aku
memaki didalam hati.
Tak ada waktu untuk membuka tas
ransel dan mencari isi refil senjataku.
Segera aku merubah posisi pegangan
tangan pada senjataku ini. Bagian
moncong senapan yang kini aku
genggam.
"Panas..." aku mengerutkan dahi ketika
kulit tanganku menyentuh moncong
senapan yang terasa panas.
Tapi tak ada waktu untuk merasakan
rasa panas ini. Satu tujuanku.
Selamat!
Aku harus selamat!
Selamat dari bencana ini dan
menyelamatkan keluargaku. Apapun
yang akan terjadi.
Zombie yang menyerangku semakin
dekat. Wajahnya yang agak hancur
dengan noda darah kering diseluruh
tubuhnya membuatku merinding.
"Persetan!" aku berteriak keras.
Lalu,
"Dhuak.!"
Gagang senapanku yang terbuat
dari bahan besi menghantam telak
kepalanya.
Zombie itu terbanting ketanah dengan
__ADS_1
keras. Namun ia sepertinya masih belum
jatuh sepenuhnya.
Walau agak lamban, namun ia kulihat
bergerak untuk kembali berdiri.
"Mati kau bangsaaat!!" teriakku keras.
Dan popor senjata milikku langsung
kuhujamkan ke kepala zombie tersebut.
Bukan hanya sekali, tapi berkali-kali.
Sampai tak kusadari kepala zombie itu
sudah tidak utuh lagi.
Hancur.
Agak terengah-engah, aku mengusap
keringat yang menetes diwajahku.
Lalu dengan ujung kain bajuku, popor
senapan aku bersihkan.
Segera aku memeriksa isi ransel. Setelah
aku menemukan magazine senjataku,
aku mengambilnya dan segera
mengganti magazine yang telah habis
tadi dengan yang baru.
mulai bergerak ketempat tubuh ambar
tergeletak.
Aku mencari dua senjata handgun jenis
barreta yang digunakan oleh ambar.
Pasti senjata itu terjatuh tidak jauh dari
tubuhnya.
Setelah mencari beberapa lama, aku
bisa menemukan sebuah bareta yang
terhimpit oleh tubuh ambar sendiri.
Aku lalu mengecek kondisi senjata ini.
Secara fisik dalam kondisi bagus. Tapi
aku juga harus mengecek apakah senjata
ini juga masih berfungsi dengan baik
Maka dengan berhati-hati, aku mulai
menarik pelatuk senjata ini.
"Dor..!"
__ADS_1
Berfungsi. Bagus.
Lalu, setelah gema suara senjata
tadi lenyap. Sebuah suara lain mulai
terdengar. Bukan hanya satu, tapi
aku yakin suara aneh ini berasal
dari puluhan zombie yang tertarik
mendengar suara ledakan senjataku
tadi.
Handgun milik ambar aku masukan
kedalam ransel. Dan dengan berlari
aku mulai memanjat sebuah pohon
yang tak jauh dari pohon yang semalam
tersambar petir itu.
Dari atas pohon, aku lalu mengedarkan
pandangan mataku kebawah. Tampak
puluhan zombie sudah mengepungku
dengan tangan menggapai-gapai ke atas.
Aku mengambil sebuah granat dari
dalam ransel.
"Ah, percuma saja. Mau dibom berapa
kali pun juga masih banyak zombie di
luar sana."Aku lalu kembali meletakkan
granat ke dalam ransel.
Dengan berhati-hati, aku berjalan
diatas dinding pagar permbatas antara
perumahan dengan pasar.
Didalam pasar sepi. Tidak tampak
satupun zombie yang terlihat. Tampak
berbeda jauh dengan keadaan.
dibelakang ku. Didalam perumahan
itu saat ini aku yakin, bahwa jumlah
"mereka" kini ada ratusan.
Tak berlama-lama lagi, aku segera
mencari jalan turun dari atas dinding
pembatas ini.
*BERSAMBUNG*
__ADS_1
jangan lupa dukuganya yah dengan cara meberikan vote, like supaya episode selanjutnya cepat apdate dan coment kalau ada kalimat yang salah yah.
terima kasih