
Namaku hera. Aku tinggal ditangerang
kabupaten saat siang itu tiba-tiba ada
banyak sekali suara bising dijalanan.
Aku tak tahu ada apa disana. itu karena
rumahku masuk kedalam gang kecil.
Dan agak kedalam. Jadi aku tak tahu ada
apa gerangan disana.
Disaat aku tengah berdiri didepan
pintu rumah sambil mendengarkan dan
menebak-nebak apa yang terjadi disana.
Tiba-tiba tetanggaku berlari dari arah
jalan dengan tergesa-gesa.
Aku segera menyapanya, "pak de, ada
apa?"
Lelaki gemuk pendek itu hanya
menoleh sesaat tapi tak ada satu
jawaban yang keluar dari mulutnya.
la hanya dengan cepat masuk kedalam
rumah. Tak lama kemudian, ia keluarr
lagi dengan membawa beberapa barang.
Aku kembali hendak bertanya. Tetapi
anakku, aisyah, yang baru berusia 3,5
tahun menangis dari dalam rumah.
Aku segera masuk kedalam. Kugendong
putriku satu-satunya itu. Siang ini
memang udara sangat panas.
Mungkin karena itulah putriku
terbangun.
"Cup..cup..cup.kenapa tuan putri
kecilku ini? Panas ya? Ayah belum
pulang, nak. Nanti sore ayah baru
pulang. Nanti aisyah dibeliin susu ya ?"
Bujukku guna menenangkan putriku itu.
__ADS_1
Bukannya diam, ia malah menangis
semakin keras. Aku pun lalu sibuk
mendiamkannya.
Dan tanpa aku tahu, ternyata sudah
banyak warga disekitar rumahku yang
mengungsi entah kemana.
Hampir satu jam kemudian, putriku
tertidur kembali. Telingaku masih saja
mendengar suara bising diluaran sana.
Malah, sepertinya semakin banyak saja
suara bising dijalanan.
Aku berjalan keluar rumah.
Aneh sekali. Tak ada satu orangpun
yang kulihat berada diluar rumah.
Berarti suara gaduh itu berasal dari
jalan raya sana.
Disaat seperti ini, aku teringat akan
jakarta.
Aneh juga dia, rumah di daerah
tangerang, kerja jauh di jakarta. Kaya
gak ada kerjaan aja disini.
Tapi setiap kali aku bertanya kenapa
dia masih saja bertahan kerja di jakarta,
jawabannya simpel
"Aku merasa nyaman disana"
Selalu seperti itu.
Memangnya dia tak berpikir
kedepannya. Pulang pergi
Jakarta-tangerang, mungkin dalam
usianya yang masih muda tak
berdampak apa-apa. Tapi jika nanti
usianya mulai bertambah?
Ingin rasanya sekarang aku menelpon
__ADS_1
sekedar menanyakan kabar dirinya.
Tapi aku takut mengganggu
pekerjaannya. Seorang security kan
harus selalu standby didepan kantor.
Saat aku ingin masuk kedalam rumah,
tiba-tiba pak de tetangga yang tadi ku
lihat, kembali dari jalan raya menuju
rumahnya dengan berlari kencang.
Ketika dia melewati depan rumahku, ia
berhenti sejenak lalu berkata agak keras.
"Hera! Jangan keluar dari rumah.
Masuk! Dan kunci semua pintu!"
Aku bingung mendengar perkataannya.
Tapi melihat dari raut wajahnya yang
tampak amat sangat tegang, aku yakin
pasti telah terjadi sesuatu.
Aku menuruti perkataannya. Aku
segera masuk kedalam rumah dan
menguncinya.
Entah kenapa aku tertarik untuk
memantau ada kejadian apa disekitar
tempatku tinggal. Aku lalu iseng saja
mengintip keluar lewat kaca jendela
depan rumahku.
Aku lihat pak de gemuk itu tampak
mencoba membuka pintu pagar
rumahnya yang tergembok. Mungkin
karena gugup atau karena sebab
lainnya, anak kunci yang ia pegang
terjatuh kedalam selokan yang berada
didepan rumahnya.
*BERSAMBUNG*
jangan lupa dukuganya yah dengan cara meberikan vote, like supaya episode selanjutnya cepat apdate dan coment kalau ada kalimat yang salah yah. terima kasih
__ADS_1