Zombie Melanda Indonesia S1-S2

Zombie Melanda Indonesia S1-S2
episode 1 S2 / tanggerang


__ADS_3

Namaku hera. Aku tinggal ditangerang


kabupaten saat siang itu tiba-tiba ada


banyak sekali suara bising dijalanan.


Aku tak tahu ada apa disana. itu karena


rumahku masuk kedalam gang kecil.


Dan agak kedalam. Jadi aku tak tahu ada


apa gerangan disana.


Disaat aku tengah berdiri didepan


pintu rumah sambil mendengarkan dan


menebak-nebak apa yang terjadi disana.


Tiba-tiba tetanggaku berlari dari arah


jalan dengan tergesa-gesa.


Aku segera menyapanya, "pak de, ada


apa?"


Lelaki gemuk pendek itu hanya


menoleh sesaat tapi tak ada satu


jawaban yang keluar dari mulutnya.


la hanya dengan cepat masuk kedalam


rumah. Tak lama kemudian, ia keluarr


lagi dengan membawa beberapa barang.


Aku kembali hendak bertanya. Tetapi


anakku, aisyah, yang baru berusia 3,5


tahun menangis dari dalam rumah.


Aku segera masuk kedalam. Kugendong


putriku satu-satunya itu. Siang ini


memang udara sangat panas.


Mungkin karena itulah putriku


terbangun.


"Cup..cup..cup.kenapa tuan putri


kecilku ini? Panas ya? Ayah belum


pulang, nak. Nanti sore ayah baru


pulang. Nanti aisyah dibeliin susu ya ?"


Bujukku guna menenangkan putriku itu.

__ADS_1


Bukannya diam, ia malah menangis


semakin keras. Aku pun lalu sibuk


mendiamkannya.


Dan tanpa aku tahu, ternyata sudah


banyak warga disekitar rumahku yang


mengungsi entah kemana.


Hampir satu jam kemudian, putriku


tertidur kembali. Telingaku masih saja


mendengar suara bising diluaran sana.


Malah, sepertinya semakin banyak saja


suara bising dijalanan.


Aku berjalan keluar rumah.


Aneh sekali. Tak ada satu orangpun


yang kulihat berada diluar rumah.


Berarti suara gaduh itu berasal dari


jalan raya sana.


Disaat seperti ini, aku teringat akan


jakarta.


Aneh juga dia, rumah di daerah


tangerang, kerja jauh di jakarta. Kaya


gak ada kerjaan aja disini.


Tapi setiap kali aku bertanya kenapa


dia masih saja bertahan kerja di jakarta,


jawabannya simpel


"Aku merasa nyaman disana"


Selalu seperti itu.


Memangnya dia tak berpikir


kedepannya. Pulang pergi


Jakarta-tangerang, mungkin dalam


usianya yang masih muda tak


berdampak apa-apa. Tapi jika nanti


usianya mulai bertambah?


Ingin rasanya sekarang aku menelpon

__ADS_1


sekedar menanyakan kabar dirinya.


Tapi aku takut mengganggu


pekerjaannya. Seorang security kan


harus selalu standby didepan kantor.


Saat aku ingin masuk kedalam rumah,


tiba-tiba pak de tetangga yang tadi ku


lihat, kembali dari jalan raya menuju


rumahnya dengan berlari kencang.


Ketika dia melewati depan rumahku, ia


berhenti sejenak lalu berkata agak keras.


"Hera! Jangan keluar dari rumah.


Masuk! Dan kunci semua pintu!"


Aku bingung mendengar perkataannya.


Tapi melihat dari raut wajahnya yang


tampak amat sangat tegang, aku yakin


pasti telah terjadi sesuatu.


Aku menuruti perkataannya. Aku


segera masuk kedalam rumah dan


menguncinya.


Entah kenapa aku tertarik untuk


memantau ada kejadian apa disekitar


tempatku tinggal. Aku lalu iseng saja


mengintip keluar lewat kaca jendela


depan rumahku.


Aku lihat pak de gemuk itu tampak


mencoba membuka pintu pagar


rumahnya yang tergembok. Mungkin


karena gugup atau karena sebab


lainnya, anak kunci yang ia pegang


terjatuh kedalam selokan yang berada


didepan rumahnya.


*BERSAMBUNG*


jangan lupa dukuganya yah dengan cara meberikan vote, like supaya episode selanjutnya cepat apdate dan coment kalau ada kalimat yang salah yah. terima kasih

__ADS_1


__ADS_2