
Setelah mengatur nafas. Aku melompati
pagar besi pendek itu.
Seorang zombie yang berada paling
dekat belum sempat bereaksi ketika
pedangku menebas kepalanya.
Ia pun tumbang.
Melihat kawannya jatuh, ketiga zombie
yang tersisa langsung bergerak cepat ke
arahku.
Sebelum mereka mulai mengeluarkan
suara bising. Aku juga bertindak cepat.
Kusongsong mereka dengan cara
melemparkan sekuat tenaga tas ransel di
punggungku.
"Bruk!"
Zombie yang terkena langsung terjatuh.
Zombie yang berada paling depan
hendak mencengkeram tubuhku.
Aku mengelak dengan cara berputar
setengah lingkaran. Dan dengan cepat
tangan kiriku segera menancapkan
pisau belati kebelakang kepalanya.
Dua zombie telah berhasil aku
lumpuhkan.
Zombie yang tadi berada dibelakang
temannya menyerangku dengan lebih
ganas. Mungkin karena la melihat
Kematian temannya.
Aku merundukan tubuhku dan
mengnindar kekiri.
la kembali mencoba menyerangku
dengan cara menggigit.
Segera kudorongkan tangan kiri untuk
menahannya. Tapi terlalu lemah. Kepala
zombie itu terus menerobos melewati
lengan kiriku meski tadi agak tersendat.
Untuk menghindarinya, aku
menjatuhkan diri lalu berguling
kekanan. sebelum zombie itu kembali
__ADS_1
menyerang, aku menebas kedua
kakinya.
la mengerang kesakitan dan terjatuh.
Sebelum ia bangkit, sebuah hujaman
Samural mampir di kepalanya.
Belum sempat aku menarik nafas
lega, zombie yang tadi terjatuh karena
terkena lemparan ranselku berlari
kearan ku dengan berteriak keras.
"Mati aku."gumamku mendengar suara
jeritannya yang bisa mengundang
semua zombie kemar.
Aku dengan cepat melemparkan pedang
di tanganku.
Meleset.
Kini aku harus menghadapinya dengan
tangan kosong
Ia kembali menyerang. Aku mengnindar.
Tangannya kembali terulur hendak
menangkap tubuhku.
Aku mengelak dengan cepat. Dan
dan langsung melompat menerjang
tubuhnya dengan kedua kaki.
"Buk!"
la terjatuh. Tapi kembali hendak
bangkit.
Jeda saat ia terjatuh dan hendak bangun
ku gunakan untuk mencabut pisau belati
yang tertancap di kepala zombie lainnya.
Zombie terakhir ini hendak menggigit
pundakku sebelah kanan. Dengus nafas
dan bau anyir tercium jelas diantara
lelehan darah kering di mulutnya.
Tapi, sebelum gigi-gigi tajamnya
menyentuh pundakku. Pisau belati
di tanganku ini telah terlebih dahulu
menembus tepat di jidatnya.
Ia lalu rubuh kesamping.
Telingaku mendengar beberapa suara
__ADS_1
aneh mendekat.
Itu pasti kawanan zombie-zombie yang
mendengar suara jeritan temannya tadi.
Dengan cepat segera kuambil pedang
yang tergelatak ditanah. Tas ransel
kugendong kembali. Lalu aku langsung
masuk menyusup kesamping bangunan.
Dan tak disangka, disamping bangunan
itu sesosok zombie keluar dan
bertabrakan dengan ku.
"Bruak."
Tubuh kami saling terlempar. Aku
bangkit dengan agak tertatih.
Begitu aku berdiri, ternyata beberapa
zombie telah bercdiri mengepung diriku.
Mereka bergerak semakin dekat.
Dan akibat dari tubrukan tadi, aku
seperti kehilangan akal.
Apa yang harus ku perbuat ?"
Putus asa !
Ya. Perasaan ini muncul begitu saja
tanpa bisa dicegah.
Kakiku terasa susah untuk kugerakan.
Padahal otak iní telah menyuruhnya
untuk bergerak. Bergerak kemana saja.
Tapi nihil.
Yang bisa kulakukan hanyalah menatap
wajah-wajah menyeramkan di dekatku.
Dan wajah-wajah itu kini semakin dekat
dan semakin dekat saja.
Bau amis darah dan aroma busuk terasa
menyengat ketika seorang zombie
bergerak hendak menyentuh bahu
kiriku.
Aku hanya bisa pasrah menunggu.
Kenangan dan ingatan akan kedua orang
yang sangat penting bagiku terbayang
jelas di pelupuk mata.
*BERSAMBUNG*
__ADS_1
jangan lupa dukuganya yah dengan cara meberikan vote, like supaya episode selanjutnya cepat apdate dan coment kalau ada kalimat yang salah yah.
terima kasih