Zombie Melanda Indonesia S1-S2

Zombie Melanda Indonesia S1-S2
episode 6 S2 / putus asa


__ADS_3

Setelah mengatur nafas. Aku melompati


pagar besi pendek itu.


Seorang zombie yang berada paling


dekat belum sempat bereaksi ketika


pedangku menebas kepalanya.


Ia pun tumbang.


Melihat kawannya jatuh, ketiga zombie


yang tersisa langsung bergerak cepat ke


arahku.


Sebelum mereka mulai mengeluarkan


suara bising. Aku juga bertindak cepat.


Kusongsong mereka dengan cara


melemparkan sekuat tenaga tas ransel di


punggungku.


"Bruk!"


Zombie yang terkena langsung terjatuh.


Zombie yang berada paling depan


hendak mencengkeram tubuhku.


Aku mengelak dengan cara berputar


setengah lingkaran. Dan dengan cepat


tangan kiriku segera menancapkan


pisau belati kebelakang kepalanya.


Dua zombie telah berhasil aku


lumpuhkan.


Zombie yang tadi berada dibelakang


temannya menyerangku dengan lebih


ganas. Mungkin karena la melihat


Kematian temannya.


Aku merundukan tubuhku dan


mengnindar kekiri.


la kembali mencoba menyerangku


dengan cara menggigit.


Segera kudorongkan tangan kiri untuk


menahannya. Tapi terlalu lemah. Kepala


zombie itu terus menerobos melewati


lengan kiriku meski tadi agak tersendat.


Untuk menghindarinya, aku


menjatuhkan diri lalu berguling


kekanan. sebelum zombie itu kembali

__ADS_1


menyerang, aku menebas kedua


kakinya.


la mengerang kesakitan dan terjatuh.


Sebelum ia bangkit, sebuah hujaman


Samural mampir di kepalanya.


Belum sempat aku menarik nafas


lega, zombie yang tadi terjatuh karena


terkena lemparan ranselku berlari


kearan ku dengan berteriak keras.


"Mati aku."gumamku mendengar suara


jeritannya yang bisa mengundang


semua zombie kemar.


Aku dengan cepat melemparkan pedang


di tanganku.


Meleset.


Kini aku harus menghadapinya dengan


tangan kosong


Ia kembali menyerang. Aku mengnindar.


Tangannya kembali terulur hendak


menangkap tubuhku.


Aku mengelak dengan cepat. Dan


dan langsung melompat menerjang


tubuhnya dengan kedua kaki.


"Buk!"


la terjatuh. Tapi kembali hendak


bangkit.


Jeda saat ia terjatuh dan hendak bangun


ku gunakan untuk mencabut pisau belati


yang tertancap di kepala zombie lainnya.


Zombie terakhir ini hendak menggigit


pundakku sebelah kanan. Dengus nafas


dan bau anyir tercium jelas diantara


lelehan darah kering di mulutnya.


Tapi, sebelum gigi-gigi tajamnya


menyentuh pundakku. Pisau belati


di tanganku ini telah terlebih dahulu


menembus tepat di jidatnya.


Ia lalu rubuh kesamping.


Telingaku mendengar beberapa suara

__ADS_1


aneh mendekat.


Itu pasti kawanan zombie-zombie yang


mendengar suara jeritan temannya tadi.


Dengan cepat segera kuambil pedang


yang tergelatak ditanah. Tas ransel


kugendong kembali. Lalu aku langsung


masuk menyusup kesamping bangunan.


Dan tak disangka, disamping bangunan


itu sesosok zombie keluar dan


bertabrakan dengan ku.


"Bruak."


Tubuh kami saling terlempar. Aku


bangkit dengan agak tertatih.


Begitu aku berdiri, ternyata beberapa


zombie telah bercdiri mengepung diriku.


Mereka bergerak semakin dekat.


Dan akibat dari tubrukan tadi, aku


seperti kehilangan akal.


Apa yang harus ku perbuat ?"


Putus asa !


Ya. Perasaan ini muncul begitu saja


tanpa bisa dicegah.


Kakiku terasa susah untuk kugerakan.


Padahal otak iní telah menyuruhnya


untuk bergerak. Bergerak kemana saja.


Tapi nihil.


Yang bisa kulakukan hanyalah menatap


wajah-wajah menyeramkan di dekatku.


Dan wajah-wajah itu kini semakin dekat


dan semakin dekat saja.


Bau amis darah dan aroma busuk terasa


menyengat ketika seorang zombie


bergerak hendak menyentuh bahu


kiriku.


Aku hanya bisa pasrah menunggu.


Kenangan dan ingatan akan kedua orang


yang sangat penting bagiku terbayang


jelas di pelupuk mata.


*BERSAMBUNG*

__ADS_1


jangan lupa dukuganya yah dengan cara meberikan vote, like supaya episode selanjutnya cepat apdate dan coment kalau ada kalimat yang salah yah.


terima kasih


__ADS_2