Zombie Melanda Indonesia S1-S2

Zombie Melanda Indonesia S1-S2
episode 15 S2 / ternyata hanya mimpi


__ADS_3

"Kak.. kakak, bangun."


Suara lembut terdengar pelan


ditelingaku. Dengan perasaan malas, aku


membuka mata ini. Sebuah kamar yang


agak gelap adalah penglihatanku yang


pertama. Perlahan namun pasti, seluruh


memori otakku terkumpul dan menjadi


satu kesatuan. Serentak aku terbangun


dengan mata terbuka lebar dan nafas


yang memburu.


"Kak, ada apa?"


Kembali aku mendengar suara seorang


wanita.


Aku menoleh.


Kulihat sebuah wajah cantik


memandangi wajahku dengan mata


yang menunjukkan kecemasan.


Ambar.


Aku lalu mencoba menenangkan


diri. Beberapa saat kemudian, aku


memandang wajahnya dan bertanya,


"apa yang baru saja aku lakukan?"


la kulihat mengerutkan keningnya.


Namun ia menjawab juga pertanyaanku.


"Setelah kita keluar dari dalam ruangan


khusus milik ayahku, kakak kulihat


berbaring di ranjang. Tak lama kakak


tertidur."


"Aku tertidur?" Ulangku.


Ambar mengangguk.


Aku tersenyum dan menarik nafas lega.


Ternyata apa yang terjadi tadi adalah


mimpi dalam tidurku.


Ambar heran melihat segala tingkahku.


"Memang ada apa kak?"


Aku hanya bisa tersenyum. Dan tanpa


menjawab pertanyaan yang ia ajukan,

__ADS_1


aku lalu memberi isyarat agar segera


kembali ke kamar atas.


Kami berdua lalu bergegas kembali ke


tempat mira yang sedang menunggu


dengan membawa tas berisi senjata dan


isinya.


Kemudian, setelah samnpai di kamar. Aku


lalu kembali memberikan penjelasan


mengenai rencana meloloskan diri dari


kepungan para zombie itu.


Setelah mereka berdua mengerti,


aku lalu memberikan sebuah pedang


yang kubawa kepada Mira untuk dia


berjaga-jaga.


"Anggap saja pedang ini adalah alat


pemukul kasti. Bedanya, alat ini


memiliki ketajaman yang mampu untuk


melukai bahkan membunuh orang


Ingat, apabila nantinya kau diserang


oleh zombie, mau harus menyerang


disanalah letak kelemahan mereka."


aku mencoba memberikan penjelasan


kepada Mira.


Mira mengangguk pelan.


Saat aku melihat kearah ambar, ia


ternyata telah bersiap menghadapi


makhluk-makhluk diluar sana. Dengan


penuh keyakinan, ia menggenggam erat


dua buah handgun ditangannya.


la mengangguk ketika aku


memperhatikannya. Seolah berkata,


"aku sudah siap."


Aku lalu mempersiapkan diri. Kuperiksa


senjataku. Kulihat isi didalamnya,


hampir habis. Aku lalu mengambil


sebuah Refill dan memasukannya,


menggantikan Refill yang hampir habis

__ADS_1


tadi.


Kemudian aku menyatukan isi tas yang


aku bawa dari Jakarta di dalam tas


ransel yang lebih kuat. Aku juga kembali


mengecek semua peralatan didalamnya.


Setelah semuanya selesai. Kami bertiga


segera berdiri didalam kamar milik


ambar. Aku lalu memberikan penjelasan


mengenai rencana meloloskan diri ini.


Mereka berdua mengangguk tanda


mengerti akan penjelasan ku.


Sebelum kami melakukan rencana ini,


aku memerlukan waktu untuk melihat


situasi yang ada di luar sana. Dengan


ditemani oleh ambar, aku berkeliling di


dalam rumah. Ambar juga menjelaskan


tentang segala sesuatu yang ia ketahui


tentang lingkungan rumahnya.


Setelah mengetahui serba sedikit


tentang lingkungan perumahan ini, aku


mengajaknya kembali ke dalam kamar.


Didalam kamar


"Oke, sekarang kita akan segera


melakukan rencana meloloskan diri


ini. Aku harap kalian masih memiliki


semangat yang sama dengan saat kalian


mengatakannya pertama kali kepadaku"


Ambar dan Mira mengangguk tanda


mengerti.


Setelah menarik nafas dalam-dalam,


aku lalu menyuruh ambar untuk mulai


bergerak. Mira ditengah, dan aku


berjalan dibelakang sambil membawa


tas ransel yang semakin penuh. Senjata


kami juga sudah kami siagakan dengan


baik.


*BERSAMBUNG*

__ADS_1


jangan lupa dukuganya yah dengan cara meberikan vote, like supaya episode selanjutnya cepat apdate dan coment kalau ada kalimat yang salah yah.


terima kasih


__ADS_2