
Di jalan utama itu banyak sekali zombie yang berdiri dan ada yang berjalan-jalan tak tentu arah.
"Bagaimana ini, ded.?" Tanya winny.
Aku terdiam.
"Ded, bagaimana.?" Tanyanya lagi sambil mengguncangkan tanganku.
Aku menunduk. Berpikir. Sial, padahal sebentar lagi kami akan berhasil mencapai tempat tujuan kami. Disaat kami sibuk berpikir, tiba-tiba handphone winny berbunyi.!
Bunyi suara handphone winny berbunyi keras.! Aku dan winny tertegun dan saling pandang.
"Sial..." Bisikku dalam hati.
Kalau seperti ini, percuma saja kami bersembunyi. Maka, aku segera mengajak winny untuk segera berlari menuju mall yang sebentar lagi akan kami capai.
Beberapa zombie yang mulai bermunculan aku tebas satu persatu. Ada yang terkena kepalanya, tangannya ataupun tubuhnya. Satu demi satu zombie-zombie itu berhasil kami lumpuhkan. Kami kembali berlari.
Akan tetapi, sekuat apapun kami. Tatap ada batasnya. Sedangkan para zombie ini seperti tak terbatas jumlahnya dan terus menerus berdatangan.
__ADS_1
Aku mulai lemas. Bahkan winny sudah terduduk lemas. Pedang samurainya entah kemana. Melihat keadaan winny, aku seperti mendapatkan tenaga baru. Sebuah pedang samurai aku keluarkan. Dan kini, ditangan kanan dan kiriku tergenggam erat dua buah pedang samurai yang siap menebas setiap zombie yang memdekat.
Zombie-zombie itu tak mengenal rasa takut. Terus berdatangan dan datang bagaikan gelombang laut. Disekelilingku sudah banyak mayat zombie yang berserahkan. Dengan perlahan aku dan winny bergerak menuju mall.
Setelah ratusan kali kedua tanganku bergerak menebas, memotong dan menusuk. Juga setelah puluhan kali zombie-zombie itu berhasil aku jatuhkan. Dan berkali-kali menyelamatkan winny dari serangan zombie. Kini tenagaku benar benar habis.
Ketika seseorang zombie yang berada di depanku maju untuk menggigit serta mencengrlkeramku, aku pasrah. Bayangan kematian mulai berdatangan. Aku teringat akan perkataan temanku dulu, katanya, kalau kematian akan segera menjemput, maka hal-hal yang pernah kita lalui akan muncul hilir mudik dimata kita.
Demikian pula dengan yang kini ku alami. Bayangan anak dan istriku mulai terbayang. canda dan tawa mereka silih bergantian berdatangan.
Aku tersenyum. Ah, Betapa bahagianya bila aku berada di sekitar mereka.
"Door !"
Terdengar bunyi sayup-sayup dari kejauhan. Zombie yang tadi hendak memakanku tiba-tiba terjatuh disertai semburan darah yang keluar dari badan dan kepalanya.
Suara tembakan !
Dan,
__ADS_1
"Dor..dor..dor..dor." rentetan bunyi tembakan terdengar kembali. Winny menarik lenganku sambil jari tanganya menunjuk ke arah mall di depan.
"Ded, liat didepan. "
Aku mengikuti arah yang ditunjukkan oleh winny. Samar-samar aku melihat ada beberapa orang berdiri di depan pintu masuk mall. Ada yang melambaikan tanganya dan beberapa lagi tampak mengengam senjata.
"Mereka menolong kita, ded."
"Iyah. Ayo kita ke sana."
"ayo."
Maka, dengan sisah tenaga yang ada. Kami berusaha keras untuk mencapai pintu masuk kedalam mall itu.
Orang-orang itu berhasil membuka jalan bagi kami.
Dan akhirnya, kami sampai dengan selamat. mereka segera kengajak kami untuk segera masuk ke dalam mall. Setelah melewati pintu masuk, beberapa orang langsung menutup pintu dan memblokir jalan masuk dengan mendorong beberapa lemari dan rak untuk mengganjal.
*BERSAMBUN*
__ADS_1
jangan lupa dukuganya yah dengan cara meberikan vote, like supaya episode selanjutnya cepat apdate dan coment kalau ada kalimat yang salah yah. terima kasih