
Setelah dapat, segera kupakai baju itu.
Tak lupa celana panjang yang secara
"aneh" berada diatas lemari kecil
disamping kasur. Aku memakainya sambil tersenyum kecil.
"Sungguh buas gadis itu."
Setelah selesai, kupandangi tubuh
polos Winny. Tubuh yang kembali
memberikan sebuah kehangatan luar
biasa indah. Kuselimuti tubuh itu.
Aku beranjak keluar dari toko furniture.
Jam di tanganku menunjukan pukul 3
dini hari.
Aku mendekati kaca gedung. Saat itu
aku berada dilantai 2.
Dikegelapan malam, samar-samar aku
melihat sosok-sosok tubuh yang berjalan
terhuyung-huyung seperti orang mabuk.
Para zombie!
Aku kembali teringat akan mimpiku.
Anak dan istriku, bagaimana keadaan
mereka sekarang ? Rasa gelisah
menyelimuti pikiranku. Hatiku dilanda
kebingungan. Akankah mereka berdua
saat ini masih berada dirumah, ataukah
mereka saat ini sudah ikut mengungsi
keluar wilayah tangerang?
Tapi menurut informasi dari Winny,
seluruh wilayah di Jabodetabek telah
terinfeksi oleh virus ini. Dan semuanya
telah diungsikan ke Bandung.
Aku mengacak-acak rambutku. Kembali
pikiranku menerawang jauh ke
rumahku di tangerang.
__ADS_1
Dalam mimpiku, kejadian itu berada
didekat rumahku, ditangerang.
Apakah ini sebuah pertanda jika kedua
orang yang ku sayangi itu masih berada
disana ?
Setelah berpikir cukup lama. Aku
memutuskan untuk pergi ke Tangerang.
Apapun yang akan terjadi dan yang akan
ku temui. Itu adalah sebuah resiko.
"Ya, aku akan kesana besok."
Winny sangat terkejut mendengar
keputusanku.
"Kau akan pergi sekarang?" tanyanya.
Aku mengangguk.
Winny berdiri di sampingku sambil
berkacak pinggang.
Aku sendiri tengah sibuk memilih-milih
barang yang hendak aku bawa.
untuk menampung barang-bararng yang
saat itu sedang aku pilih-pilih.
Didepanku ada beberapa benda yang
menurutku berguna. Sebuah katana
panjang, pisau belati, senter kecil, kotak
P3K, tali baja kecil sepanjang 15 M yang
sudah aku gulung, korek api, serta
beberapa makanan berserat dan sebuah
botol air mineral 1L aku pilih.
Selain itu, aku juga memasukan sebuah
kapak kecil kedalam tas ransel.
Setelah semua beres aku packing.
Dengan sebuah tarikan nafas, aku
memakainya dan berdiri.
Didepanku Winny tampak berdiri
__ADS_1
menunduk. Hatiku juga merasa berat
untuk meninggalkannya. Tapi aku lebih
memilih untuk mencari keberadaan
kedua orang yang aku sayangi dari pada
hidup tenang bersamanya.
Aku memegang tangannya, lalu ku
angkat dagunya. Sepasang mata kami
beradu. Matanya memerah. Aku tahu,
dia hendak menangis. Aku peluk dia.
"Janganlah kau bersedih. Aku juga
merasakan hal yang sama dengan mu.
Meskipun kita baru beberapa hari
berkenalan. Tapi bagiku kau istimewa.
Semua kenangan yang pernah kita
lakukan bersama, akan terus kukenang.
Nah, sekarang kau akan selamat. Dan
aku berjanji, suatu saat nanti, kita
pasti akan bertemu lagi. Bila nanti aku
gagal bertemu dengan keluargaku di
tangerang. Aku akan secepatnya pergi ke
Bandung untuk menemuimu."
Aku melepaskan pelukannya. Dan sekali
lagi kupandangi wajah cantiknya. Untuk
terakhir kalinya.
Aku menarik nafas dalam.
"Aku pergi.." ucapku.
Winny perlahan mengangkat wajahnya.
Meskipun tak ada sepatah katapun
yang keluar dari mulutnya, tapi lewat
tatapan matanya. Aku tahu. Bahwa ia
akan menungguku datang. Meskipun ituu
sangat sedikit kemungkinannya.
*BERSAMBUNG*
__ADS_1
jangan lupa dukuganya yah dengan cara meberikan vote, like supaya episode selanjutnya cepat apdate dan coment kalau ada kalimat yang salah yah. terima kasih