Zombie Melanda Indonesia S1-S2

Zombie Melanda Indonesia S1-S2
episode 14 berpisah dengan winny


__ADS_3

Setelah dapat, segera kupakai baju itu.


Tak lupa celana panjang yang secara


"aneh" berada diatas lemari kecil


disamping kasur. Aku memakainya sambil tersenyum kecil.


"Sungguh buas gadis itu."


Setelah selesai, kupandangi tubuh


polos Winny. Tubuh yang kembali


memberikan sebuah kehangatan luar


biasa indah. Kuselimuti tubuh itu.


Aku beranjak keluar dari toko furniture.


Jam di tanganku menunjukan pukul 3


dini hari.


Aku mendekati kaca gedung. Saat itu


aku berada dilantai 2.


Dikegelapan malam, samar-samar aku


melihat sosok-sosok tubuh yang berjalan


terhuyung-huyung seperti orang mabuk.


Para zombie!


Aku kembali teringat akan mimpiku.


Anak dan istriku, bagaimana keadaan


mereka sekarang ? Rasa gelisah


menyelimuti pikiranku. Hatiku dilanda


kebingungan. Akankah mereka berdua


saat ini masih berada dirumah, ataukah


mereka saat ini sudah ikut mengungsi


keluar wilayah tangerang?


Tapi menurut informasi dari Winny,


seluruh wilayah di Jabodetabek telah


terinfeksi oleh virus ini. Dan semuanya


telah diungsikan ke Bandung.


Aku mengacak-acak rambutku. Kembali


pikiranku menerawang jauh ke


rumahku di tangerang.

__ADS_1


Dalam mimpiku, kejadian itu berada


didekat rumahku, ditangerang.


Apakah ini sebuah pertanda jika kedua


orang yang ku sayangi itu masih berada


disana ?


Setelah berpikir cukup lama. Aku


memutuskan untuk pergi ke Tangerang.


Apapun yang akan terjadi dan yang akan


ku temui. Itu adalah sebuah resiko.


"Ya, aku akan kesana besok."


Winny sangat terkejut mendengar


keputusanku.


"Kau akan pergi sekarang?" tanyanya.


Aku mengangguk.


Winny berdiri di sampingku sambil


berkacak pinggang.


Aku sendiri tengah sibuk memilih-milih


barang yang hendak aku bawa.


untuk menampung barang-bararng yang


saat itu sedang aku pilih-pilih.


Didepanku ada beberapa benda yang


menurutku berguna. Sebuah katana


panjang, pisau belati, senter kecil, kotak


P3K, tali baja kecil sepanjang 15 M yang


sudah aku gulung, korek api, serta


beberapa makanan berserat dan sebuah


botol air mineral 1L aku pilih.


Selain itu, aku juga memasukan sebuah


kapak kecil kedalam tas ransel.


Setelah semua beres aku packing.


Dengan sebuah tarikan nafas, aku


memakainya dan berdiri.


Didepanku Winny tampak berdiri

__ADS_1


menunduk. Hatiku juga merasa berat


untuk meninggalkannya. Tapi aku lebih


memilih untuk mencari keberadaan


kedua orang yang aku sayangi dari pada


hidup tenang bersamanya.


Aku memegang tangannya, lalu ku


angkat dagunya. Sepasang mata kami


beradu. Matanya memerah. Aku tahu,


dia hendak menangis. Aku peluk dia.


"Janganlah kau bersedih. Aku juga


merasakan hal yang sama dengan mu.


Meskipun kita baru beberapa hari


berkenalan. Tapi bagiku kau istimewa.


Semua kenangan yang pernah kita


lakukan bersama, akan terus kukenang.


Nah, sekarang kau akan selamat. Dan


aku berjanji, suatu saat nanti, kita


pasti akan bertemu lagi. Bila nanti aku


gagal bertemu dengan keluargaku di


tangerang. Aku akan secepatnya pergi ke


Bandung untuk menemuimu."


Aku melepaskan pelukannya. Dan sekali


lagi kupandangi wajah cantiknya. Untuk


terakhir kalinya.


Aku menarik nafas dalam.


"Aku pergi.." ucapku.


Winny perlahan mengangkat wajahnya.


Meskipun tak ada sepatah katapun


yang keluar dari mulutnya, tapi lewat


tatapan matanya. Aku tahu. Bahwa ia


akan menungguku datang. Meskipun ituu


sangat sedikit kemungkinannya.


*BERSAMBUNG*

__ADS_1


jangan lupa dukuganya yah dengan cara meberikan vote, like supaya episode selanjutnya cepat apdate dan coment kalau ada kalimat yang salah yah. terima kasih


__ADS_2