Zombie Melanda Indonesia S1-S2

Zombie Melanda Indonesia S1-S2
episode 12 S2 / dikamar


__ADS_3

Tapi aku takut." Mira agak segan untuk


mengikuti instruksi ambar.


Ambar mencoba untuk menenangkan


mira, "bukannya aku akan


meninggalkanmu, tapi kupikir bila kita


bertiga turun bersama, akan sedikit


gaduh dan itu mungkin akan membuat


zombie-zombie itu tertarik."


Mira kulihat menarik nafas


dalam-dalam, meskipun agak ragu-ragu,


ia akhirnya mengangguk.


Aku dan ambar lalu mulai berjalan


keluar kamar. Sedangkan mira, tetap


didalam guna mengawasi keadaan


diluar sana.


Keadaan didalam rumah tampak gelap


dengan sedikit cahaya yang berasal dari


kilatan-kilatan petir yang masih tetap


menyambar didalam lebatnya guyuran


air hujan.


"Hati-hati." Desisku pada ambar yang


berjalan di depanku.


Aku berjalan di belakang ambar


sembari menggenggam sebuah pedang


katana.


"Kita akan menuju ke kamar ayahku.


Disana ada sebuah ruangan khusus yang


digunakan sebagai penyimpan senjata


olehnya."


Kaki-kaki kami melangkah perlahan


menuruni anak tangga menuju lantai


satu.


Aku dengan penuh kewaspadaan


mencoba untuk meningkatkan daya


pendengaranku, mencoba untuk


mencari, apakah ada suara-suara aneh


yang juga berada didalam rumah ini.

__ADS_1


Karena takut terjadi apa-apa pada


ambar, aku lalu berjalan di depannya.


Sambil menggenggam erat tangannya,


aku berkata.


"Kau tunjukkan saja dimana letak


kamar ayahmu. Aku alkan berjalan


didepanmu berjaga-jaga apabila ada


sesuatu yang berbahaya menyerang


kita."


Ambar hanya mengangguk.


Kami kembali meneruskan langkah


kami.


Mengikuti arahan ambar, serta dengan


tetap menjaga kewaspadaan. Kami


sampai juga didepan kamar ayahnya.


"Apakah pintu iní dalam keadaan


terkunci ?"


Ambar menggeleng, "kamar ayah tak


pernah dikunci."


"Syukurlah kalau begitu. Mari."


kamar itu, setelah karmi masuk, aku lalu


menutup pintu itu.


Ambar hampir saja menyalakan lampu


kamar apabila tak segera ku cegah.


"Kenapa ?" Tanyanya kaget ketika aku


memegang tangannya.


"Kau bisa mengundang perhatian dari


zombie-zombie itu dengan nyala lampu


dari kamar ini."


"Oh, maaf." Ujarnya.


"Sudahlah, lalu dimana letak ruangan


khusus itu?" Tanyaku.


Ambar kemudian menuntunku menuju


sebuah ruangan yan8 agak tersembunyi


karena pintunya tertutup oleh sebuah


cermin panjang.


Ambar lalu menggeser cermin panjang

__ADS_1


itu kesamping. Maka tampaklah sebuah


pintu kecil yang mengarah kesebuah


ruangan khusus.


"Apakah pintu ini terkunci ?" tanyaku.


Ambar menggeleng. "ruangan ini


adalah ruangan khusus yang digunakan


oleh ayahku. Dan yang mengetahui


keberadaan ruangan ini hanyalah kami


sekeluarga."


Aku mengangguk-angguk mengerti.


Dan ketika ambar membuka pintu


tersebut. Maka tampak didalamnya


terdapat berbagai macam jenis senjata


api. Bahkan menurut pengetahuan


ambar, disini juga tersimpan beberapa


jenis bom yang dapat digunakan dengan


mudah.


Ambar tampak memilih beberapa


senjata type handgun. Dia lalu


mengambil dua senjata handgun.


Kemudian ia menarik keluar laci-laci


yang ada dibawahnya. Didalam laci-laci


tersebut kulihat refil-refil dari berbagai


jenis senjata api.


Ambar tampak sudah mahir dan sering


menggunakan senjata jenis tersebut. la


dengan cepat memilih dan mengambil


beberapa refil peluru untuk senjatanya.


Dia lalu menoleh kepadaku.


"Kakak tidak mengambil isi peluru


senjata kakak ?" tanyanya.


Aku terkejut. Untuk sesaat aku manjadi


bingung. Karena sejujurnya aku sendiri


tidak tahu harus memilih peluru jenis


apa yang cocok untuk senjataku.


*BERSAMBUNG*


jangan lupa dukuganya yah dengan cara meberikan vote, like supaya episode selanjutnya cepat apdate dan coment kalau ada kalimat yang salah yah.

__ADS_1


terima kasih


__ADS_2