
Jadi, aku diturunkannya diatas sebuah
bangunan bekas pabrik di wilayah
Akong, desa cadas.
Sersan komar sebelum pergi
memberikanku dua buah refil senjata
api yang kini tergenggam di tanganku.
Sebuah suara membangunkanku dari
kenangan. Aku segera merunduk dan
dengan perlahan mencoba mengintip
kebawah.
Ternyata ada beberapa zombie yang
tertarik dengan suara yang dihasilkan
oleh helikopter tadi.
Kulihat jam dipergelangan tangan kiri.
Jam 5 sore. Aku putuskan akan mulai
bergerak setelah matahari terbenam.
Jarak rumahku yang berada di wilayah
sepatan sekitar 4 KM dari tempat ku
berada.
Aku lalu mencari-cari tempat untuk
nanti bisa kugunakan untuk turun
dari atas gedung. Sekitar 5 menit
kemudian, sebuah lubang yang lumayan
lebar berhasil aku temukan. Segera
kuintip seluruh ruangan yang berada
dibawahnya. Aman. Tak terlihat seorang
zombie pun disana. Aku menarik nafas
lega.
Kemudian, aku mengecek ulang
barang bawaan ku. Tas ransel besar
kubuka. Kuperiksa semua barang yang
ada didalam. Setelah semua beres,
kututup kembali. Aku memutuskan
untuk beristirahat sejenak sambil
menunggu matahari terbenam.
Kurebahkan tubuh ini diatas tumpukan
kayu yang ada diatas gedung bekas
pabrik tersebut. Mencoba memejamkan
mata sambil memikirkan dengan
__ADS_1
matang rencana yang akan aku lakukan
nanti.
"Aisyah..bunda, ayah akan segera
aatang menjemput kalian."
Sebuah sentuhan dingin membuatku
terbangun. Kegelapan malam langsung
menyergap ketika aku membuka
kedua mata. Aku lalu duduk. Mencoba
mengumpulkan kesadaran yang
berangsur-angsur terkumpul.
Gerimis.
Rupanya setitik air hujan yang turun
telah membangunkanku.
Kuedarkan mata ini. Mencoba kembali
mengamati tempatku berada.
Semuanya tampak gelap gulita. Hampir
tak ada satupun lampu yang menyala.
Mungkin karena pasokan listrik
diwilayah ini telah dimatikan.
Beberapa saat kemudian, setelah selesai
tidur. Aku lalu beranjak dari posisi
duduk.
Segera kuraih senjata laras panjang
yang diberikan oleh sersan komar.
Lalu dengan berhati-hati, aku berjalan
kesamping atap bangunan.
Dengan bantuan teropong yang
terpasang dilaras senjata, aku
mengamati keadaan disekitar ku dengan
seksama.
Malam hari, ditambah hujan
membuatku agak kesulitan untuk
melihat jarak jauh. Tetapi berkat
bantuan alat itu, aku bisa melihat
dengan baik.
Setelah memastikan bahwa keadaan
disekitar ku aman, aku lalu bersiap
untuk menuruni atap gedung.
Tas ransel sudah kugendong. Begitu juga
__ADS_1
dengan senapan. Aku menggunakan
pedang samurai (katana ), untuk
melindungiku. Karena aku berpikir akan
beresiko menggunakan senapan, karena
akan ditakutkan suara yang dihasilkan
bisa mengundang zombie untuk
berdatangan.
Lubang yang tadi sore aku temukan
kucari.
Dapat.!
Dengan dada berdebar, ku julurkan
kepalaku terlebih dahulu. Selain untuk
mengamati keadaan, juga agar kedua
mata ini terbiasa dengan kegelapan
didalam gedung.
Setelah memastikan bahwa keadaan
dibawah aman. Dengan sangat
berhati-hati aku mengeluarkan tali sling
baja dari dalam ransel.
Lalu dengan bantuan sepotong besi
yang tergeletak diatas atap. Aku lalu
membuat tali simpul.
Besi aku palangkan diatas lubang. Dan
dengan berhati-hati, aku meluncur
turun lewat tali.
Ketika kedua kakiku menyentuh lantai
ruangan, langsung aku bersiaga. Pedang
samurai aku silangkan didepan dada.
Mengamati keadaan disekitar.
Aman.
Dengan sekali sentakan yang lumayan
keras. Ikatan simpul yang tadi ku buat
terlepas. Dengan cepat kurapikan
gulungan tali sling baja itu dan
kumasukan kembali kedalam ranse.
Lalu dengan berhati-hati aku kembali
berjalan.
*BERSAMBUNG*
jangan lupa dukuganya yah dengan cara meberikan vote, like supaya episode selanjutnya cepat apdate dan coment kalau ada kalimat yang salah yah. terima kasih
__ADS_1