Zombie Melanda Indonesia S1-S2

Zombie Melanda Indonesia S1-S2
episode 21 S2 / samurai


__ADS_3

Disebelah kananku, tak jauh, ada sebuah


gubug yang atapnya menempel tepat


disamping dinding. Meskipun atap


gubug itu tidak sampai setinggi dinding,


tapi jaraknya tidak terlalu tinggi. Jadi


"mudah-mudahan" aku akan aman


untuk turun disana.


Lalu, dengan berhati-hati, aku mulai


menurunkan kedua kakiku diatap


gubuk. Setelah kedua kakiku menapak


mantap. Aku mulai melepaskan


pegangan tanganku dari diding tembok.


Setelah mengatur nafas sejenak. Aku


mulai melangkahkan kakiku perlahan.


Namun..


"Braaaak!"


Atap gubug itu ternyata jebol. Tak kuat


menahan beban tubuhku dan tas ransel


yang berisi benda-benda lumayan


banyak.


Tubuhku langsung ambruk ke bawah


dengan cepat.


Beruntung aku jatuh diatas tumpukan


jerami kering. Meskipun tidak terlalu


tebal. Tapi itu sudah cukup membuatku


terhindar dari luka yang berbahaya.


Namun tetap saja. Aku masih merasakan


sedikit sakit. Apalagi tas ransel yang aku


bawa "ikut" menindihku.


Aku tidak segera bangun. Tapi


mengawasi keadaan sekitarku dulu.


Sambil menunggu rasa nyeri pada


tubuhku mereda.


Setelah cukup aman. Aku mulai


menuruni tumpukan jerami itu.


Sebelum melangkah, aku mengecek

__ADS_1


perlengkapan senjata dan isi ransel.


Lengkap.


Senjata Ss2 aku siagakan didepan.


Dengan langkah hati-hati dan pelan. Aku


mulai keluar dari dalam gubug itu.


Aku mengintip dulu keadaan diluar


gubug. Oke, aman.


Aku mulai berjalan menyusuri jalanan


didalam pasar.


Sepi.


Tak ada gerakan apapun yang kulihat


disekitarku.


Aku mulai mempercepat langkah kakiku


menyusuri jalanan pasar. Rumahku tak


jauh lagi letaknya dari pasar iní.


Aku tidak berjalan menuju pintu


utama keluar pasar, sebab itu akan


membawaku kesebuah jalan raya besar.


Dan disana, besar kemungkinannya


brengsek itu.


Jadi aku memutuskan untuk keluar


dari jalan kecil disamping pasar. Disana


ada sebuah jalan kecil yang dikiri dan


kanannya kebun milik warga sekitar.


Memang agak memutar sih. Tapi jalan


ini lebih aman.


Aku mulai berjalan perlahan dijalan


kecil yang terletak di samping pasar itu.


Kiri dan kanan hanya terdapat


perkebunan yang oleh warga sekitar


ditanami dengan pepohonan yang


menghasilkan. Seperti pohon buah


dan sebagainya. Tapi ada juga yang


menanam pohon yang diambil kayunya.


Seperti pohon jati.


Aku pernah beberapa kali lewat jalan

__ADS_1


kecil ini. Namun kini, suasana terasa


sangat mencekam. Padahal hari masih


siang.


Aku menggelengkan kepalaku, mencoba


mengusir pikiran-pikiran negatif yang


mulai bermunculan di dalam otak ini.


Belum terlalu lama aku berjalan dari


pasar. Aku tiba-tiba ingin menoleh


kebelakang. Ada sesuatu yang sangat


kuat yang memaksaku untuk melakukan


hal itu.


Aku berhenti berjalan.


Setelah menggenggam erat senapan


didalam tangan. Aku menoleh


kebelakang.


Dan,


Samar-samar aku melihat sebuah


kilauan cahaya dari sebuah benda yang


berada didekat pasar.


"Tapi kenapa aku tadi tidak melihatnya


ya" Pertanyaan ini muncul dibenakku.


Setelah menimbang beberapa saat. Aku


memutuskan untuk mendekati benda


yang memantulkan cahaya matahari itu.


Dengan berhati-hati aku berjalan.


Setelah agak dekat. Aku mulai


menyadari bahwa benda itu adalah


sebuah pedang samurai yang digenggam


oleh sebuah tangan.


Ya, sebuah tangan. Bukan dalam artian


kiasan. Tapi memang hanya sebuah


tangan yang menggenggam erat pedang


tersebut.


*BERSAMBUNG*


jangan lupa dukuganya yah dengan cara meberikan vote, like supaya episode selanjutnya cepat apdate dan coment kalau ada kalimat yang salah yah.


terima kasih

__ADS_1


__ADS_2