
Setelah berjuang sekian lama, akhirnya
kami bertiga berhasil mencapai tepian
sungai. Dengan mata waspada, aku
menatap berkeliling area persawahan di
depan kamni.
'Sepertinya aman."Desisku dalam hati.
Aku menoleh kebelakang kami,
ketempat dimana tadi kami berada.
Disana tampak belasan zombie tengah
menatap kami dengan pandangan
kosong disertai lenguhan khas suara
mereka. Sepertinya mereka tidak berani
untuk menyebrangi sungai ini. Entah
kenapa.
Aku menarik nafas lega.
"Hampir saja kita metong cyinn." ucap
Sopyan dengan suara santai.
Aku berpaling padanya. Merasa
aneh karena dari nafasnya, ia seolah
tak nampak seperti seseorang yang
sudah berjuang habis-habisan. Berlari
melewati hadangan para zombie, lalu
menyebrangi sungai dengan arus
lumayan deras dan dalam ditambah
membawa senjata yang berat.
Disaat aku menoleh kepadanya, aku
kaget.
"Dimana semua persenjataanmu ?"
"Aku buang." Dengan santainya ia
menjawab.
"Apaa..? Kapan ?"
"Disaat kita mulai berlari. Abis pasti
capai cyiin kalo eke lari-lari sambil bawa
begituan."
Aku hanya terpana mendengar jawaban
santainya. Terpana antara ingin tertawa
atau memakinya.
Pantas saja ia tak begitu kelelahan.
Dan setelah kupikirkan lagi, memang
hanya laki-laki brengsek ini yang tidak
menembakkan senjata apapun pada saat
kami berlari melewati hadangan para
zombie di dalam rimbunnya ilalang tadi.
"Ah sudahlah. Sekarang kita harus
__ADS_1
membantu Tania. Dia terlihat sangat
kecapaian sekali." Ujarku.
"Caranya cyiin ?"
Aku memandang berkeliling.
Agak jauh disebelah kanan area
persawahan tampak sebuah gubuk yang
kemungkinan dibangun pemilik sawah
guna tempat beristirahat.
"Kita ke gubuk sebelah sana. Kita
beristirahat disana sementara waktu.
Tapi kita harus hati-hati. Agar kita tidak
terlihat oleh zombie." Kataku.
Kami lalu berjalan dengan aku
membawa semua senjata, sedangkan
Sopyan berjalan sambil menggendong
Tania dipunggungnya.
Aku duduk dibagian luar gubug sambil
melihat laki-laki berbadan besar
namun gemulai yang tengah berusaha
menolong Tania agar menjadi lebih baik.
Setelah beberapa saat kemudian, kulihat
Tania mulai terlihat agak membaik. Aku
bernafas lega.
tubuhku, mencoba merilekskan tubuh.
Mataku lalu memandang ke seberang
sungai. Disana terdapat sebuah
bangunan yang letaknya agak jauh
disana. Diantara kerumunan puluhan,
mungkin ratusan zombie-zombie
terkutuk itu. Sebuah bangunan yang
menurut Sopyan adalah tempat
menampung orang-orang yang berhasil
selamat dari wabah zombie ini. Dan
diantara mereka, ada dua sosok
perempuan yang kucintai. Istri dan putri
kecilku.
Memikirkan sampai disitu, hatiku
menjadi gelisah. Bagaimanakah keadaan
mereka sekarang? Apalah mereka
berdua selamat dari ledakan besar yang
terjadi dibangunan itu?.
Kepalaku serasa pening dan mau pecah
memikirkan hal-hal tersebut. Aku
tidak bisa terus menerus tertahan dan
__ADS_1
bersantai-santai, sedangkan aku tidak
mengetahui bagaimana keadaan mereka
berdua sekarang.
"Aku harusS segera menemukan anak dan
istriku secepatnya."
Setelah memikirkan hal itu, aku
membulatkan tekad.
Aku lalu melangkah kedalam gubuk,
menemui Tania dan Sopyan yang tengah
beristirahat.
Tania yang melihatku masuk sedikit
bergeser, mencoba memberiku ruang
untuk duduk disampingnya.
Aku melihat itu dan memberikan isyarat
menolak.
"Ada apa?" Tanyanya agak heran.
Sopyan ikut membuka matanya yang
tadi terpejam.
Aku terdiam.
Tapi aku lalu berkata terus terang, "aku
tidak bisa terus-menerus diam disini.
Aku harus segera menyelamatkan
keluargaku"
Sopyan dan Tania saling pandan.
"Maksudmu anak dan istrimu?" Tanya
Sopyan.
Aku mengangguk cepat.
"Tapi kau taukan, gedung tempat kami
bersembunyi entah kenapa meledak
begitu saja. Dan itu membuat para
zombie mengetahui posisi gedung itu."
Kata Tania.
"Aku tahu. Tapi tetap saja. Aku merasa
tidak tenang apabila tidak aku pastikan
sendiri keadaan seperti apa yang terjadi
disana." Kataku.
Kami bertiga terdiam. Mencoba
mencerna dan mencari solusi akan
masalah yang aku hadapi.
Tania akhirnya berdiri, "kalau itu
maumu. Baiklah. Kami berdua akan
membantu."
*BERSAMBUNG*
jangan lupa dukuganya yah dengan cara meberikan vote, like supaya episode selanjutnya cepat apdate dan coment kalau ada kalimat yang salah yah.
__ADS_1
terima kasih