
Setelah menimbang beberapa saat.
Aku lalu mengambil keputusan untuk
membawa serta mereka ikut bersamaku.
"Kalian.." kataku.
Mira dan ambar menoleh.
"Pertolongan itu mungkin saja tidak
akan pernah datang. Jadi apakah
kalian tetap ingin tinggal disini hingga
mati kelaparan atau ikut denganku
menerobos kerumunan makhluk jelek
itu?"
Keduanya saling tatap. Terpancar rasa
bingung dan keragu-raguan dimata
mereka.
"Kalau kalian tidak ingin ikut itu tak
masalah bagiku. Terserah kalian. Tapi
aku bisa pastikan bahwa paling lama
satu minggu kalian bisa bertahan.
Selanjutnya karena stok makanan habis,
maka kalian akan mati."
Aku berhenti sejenak menatap dan
menunggu reaksi mereka.
Ambar kulihat gelisah duduknya.
Sedangkan mira mulai terlihat
ketakutan mendengar kalimat "mati"
tadi.
Aku lalu mencoba meneruskan
kata-kataku.
"Tapi, jika kalian ikut bergabung
denganku, kemungkinan kalian selamat
lebih besar dari pada tinggal disini
dengan kemungkinan akan menentu.
Memang, diluar sana bahaya lebih besar
mengancam. Tapi, jika kita mau bekerja
sama. Aku pikir 50:50 kita bisa survive.
Bagaimana ?"
Ambar menghela nafas panjang
__ADS_1
sebelum ia menjawab, ia melihat kearah
mira dahulu.
Mira tampak mengangguk meskipun
terlihat ragu-ragu.
Ambar lalu menoleh ke arahku. la lalu
berkata, "baiklah kak, bantuan kakak
kami terima. Jadi tolong, bawa kami
keluar dari sini."
Aku tersenyum senang. Ternyataa
mereka masih memiliki keinginan untuk
selamat. Meskipun peluangnya kecil
"Oke. Kalau begitu kalian bersiaplah.
Kita akan menerobos kerumunan
zombie-zombie dibawah sana."
Sekali lagi, aku menatap wajah mereka.
Mencoba untuk mencari apakah mereka
benar-benar akan berbuat sebagaimana
yang tadi mereka katakan.
Aku harus bisa meyakinkan mereka
bahwa mereka tidak akan bisa selamat
bertahan di dalam rumah ini.
Aku lalu berjalan menghampiri
mereka.
"Aku senang mendengar jawaban
kalian. Itu berarti kalian masih memiliki
kesempatan untuk tetap bertahan hidup
daripada kalian tetap bertahan."
Aku menarik nafas sejenak, "sekarang
aku akan bertanya, keahlian apa
yang bisa ataupun yang pernah
kalian lakukan untuk menjaga diri.
Karena nanti, kita akan menghadapi
makhluk-makhluk berengsek itu
diluar sana. Dan untuk menjaga diri
kita, dibutuhkan sebuah kemampuan
untuk tetap bertahan hidup, yaitu
membunuh."
__ADS_1
Wajah ambar dan mira tampak
menegang mendengar penjelasan ku.
"Ambar, aku akan bertanya dahulu
kepadamu. Apa yang bisa kau lakukan
untuk menjaga dirimu dari serangan
mereka ?"
Ambar tampak berpikir sejenak,
namun ia kemudian menjawab dengan
penuh keyakinan.
"Aku bisa menggunakan senjata api.
"Bagus," kataku, "nah mira, kalau
kau ?"
"Aku tidak tahu apakah keahlian ku ini
akan berarti atau tidak. Tapi aku adalah
seorang pemukul kasti yang cukup baik
di sekolah."
Aku mengangguk pelan. Lalu
aku berkata, "itu juga cukup mira.
Asalkan kau memukul kepala para
zombie-zombie itu dengan keras,
maka kemampuanmu akan sangat
membantu."
la mengangguk.
"Sekarang mari kita bersiap-siap untuk
menerobos kepungan mereka."
Lalu, kedua gadis SMA itu berganti
pakaian yang bisa membantu mereka
bergerak dengan cepat.
Setelah dirasa cukup, ambar mengajak
kami untuk turun kelantai satu
rumahnya.
Namun, saat kami bertiga hendak
keluar kamar. Ambar menahan mira
untuk ikut serta.
"Kau tidak usah ikut kami, tolong awasi
saja keadaan diluar sana."
*BERSAMBUNG*
__ADS_1
jangan lupa dukuganya yah dengan cara meberikan vote, like supaya episode selanjutnya cepat apdate dan coment kalau ada kalimat yang salah yah.
terima kasih