Zombie Melanda Indonesia S1-S2

Zombie Melanda Indonesia S1-S2
episode 19 S2 / berusaha keluar


__ADS_3

Perlahan aku membuka mata.


Silau.


Otakku juga mulai bekerja meskipun


dengan perlahan. Kepingan-kepingan


kejadian yang terjadi mulai tersusun


ulang dikepalaku.


Disaat ingatanku membayangkan


2 sosok gadis remaja, aku langsung


tersentak.


"Mira dan ambar.." desisku dalam hati.


"Apakah mereka berdua selamat? Atau..


pertanyaan yang terngiang ditelingaku


terpaksa aku hentikan. Karena pasti


tidak akan ada yang menjawabnya.


"Kecuali aku sendiri yang memastikan."


kataku dalam hati.


Setelah aku merasa cukup kuat


untuk bergerak. Aku dengan perlahan


mencoba memeriksa kondisi disekitarku


sambil tetap berbaring disaluran air.


Sebuah benda berat dan dingin terasa


saat tanganku meraba kearah kepala.


"Senjataku. " aku berkata dalam hati


Sebuah senyuman kecil tersungging


diwajahku.


Lega rasanya. Alat yang bisa


membantuku untuk survive ini tetap


setia bersamaku.


Hati-hati aku mengambil senjata semi


ini.


Setelah aku menghela nafas


dalam-dalam, aku mencoba


menajamkan indra pendengaranku,


mencoba untuk mendengar apakah


brengsek-brengsek itu berkeliaran


disekitarku atau tidak.


Sunyi


Tapi aku tidak lekas percaya akan


keadaan ini, kembali aku mencoba


mendengarkan keadaan disekitarku.

__ADS_1


Kali ini aku memejamkan mataku.


Hanya suara sayup-sayup angin


berhembus yang aku dengar.


Setelah meyakinkan diri, aku segera


bangkit dan berjongkok didalam selokan


air.


Perlahan-lahan, aku menyembulkan


kepalaku sampai sebatas mata.


Lengang


Sepi tanpa adanya gerakan yang


mencurigakan dari para Zombie-zombie


itu.


Selama beberapa menit aku mencoba


mengawasi situasi diareaku.


"Oke, sepertinya keadaan sudah aman. "


aku berdesis dalam hati.


Senjata semi aku letakan dihadapanku.


Lalu dengan bertalekan kedua siku, aku


berusaha keluar dari saluran air.


Setelah aku berhasil naik, mataku


langsung terpaku akan sebuah sosok


pohon yang tumbang.


"S.siapa dia? Apakah mira? Atau


ambar?"


Lagi-lagi berbagai pertanyaan


berputaran diotakku.


Setelah menengok kanan kiri. Dan


aman, aku segera berjalan cepat


menghampiri sosok yang terbaring itu.


Setelah dekat, aku langsung merasa


lemas.


Bagaiman tidak, sosok tubuh yang


menghitam akibat hantaman petir yang


menyambar semalam adalah gadis yang


kurasakan intim meskipun hanya dalam


mimpi.


"Ambar..


Bibirku agak bergetar ketika nama gadis


itu aku sebut.


Sedih memang, tapi aku juga sadar

__ADS_1


Bahwa dengan berlama-lama aku


berdiri mematung ditempat itu.


Zombie-zombie brengsek itu pasti akan


melihatku.


Dan apa yang aku pikirkan memang


benar.


Ketika aku mulai bergerak guna


bermaksud mengambil sebuah tas


ransel yang berisi benda-benda penting.


6 zombie melihatku.


Aku terkejut.


Setengah berlari aku mengambil dan


memakai tas ransel itu.


Ke 6 zombie yang melihatku bergerak


seakan tidak ingin mangsanya


menghilang.


Oleh karena itu, merekapun mulai


bergerak dengan cepat. Dan seperti


yang dahulu aku duga, bahwa makhluk


ini bisa bergerak 2 kali lebih cepat saat


siang hari.


"Siaaal...!" aku setengah memaki.


Aku langsung bersiap dan mengarahkan


moncong senjataku. Dan tak lama


kemudian, suara tembakan mulai


terdengar memecah kesunyian siang itu.


"Dor.dor.dor.!"


Aku memberondong ke 6 zombie itu


dengan senjataku.


4 berhasil aku jatuhkan, 2 zombie tersisa


masih terus berlari menyerangku.


"Dor..dor.!"


Dua kali peluru melesat dari dalam


senjataku. 1 zombie lagi jatuh.


Lalu dengan cepat aku mulai


mengarahkan ujung senjataku kearah


zombie yang tersisa.


*BERSAMBUNG*


jangan lupa dukuganya yah dengan cara meberikan vote, like supaya episode selanjutnya cepat apdate dan coment kalau ada kalimat yang salah yah.


terima kasih

__ADS_1


__ADS_2