Zombie Melanda Indonesia S1-S2

Zombie Melanda Indonesia S1-S2
episode 9 S2 / perasaan aneh itu kembali lagi


__ADS_3

Ambar dan mira, kedua gadis yang


masih berseragam sekolah menengah


atas itu ternyata sangat cerewet.


Pertanyaan mereka silih berganti


berdatangan. Membuatku harus


melayani mereka dengan sabar. Padahal


aku ingin beristirahat sejenak dulu. Tapi tak


enak rasanya mengacuhkan orang yang


telah menolongku.


Setelah saling mengenal dan


mengisahkan kisah kami masing-masing.


Aku jadi tahu, bahwa yang tadi


menolongku dengan menggunakan


senjata adalah ambar. Dia ternyata anak


seorang perwira TNI yang sering diajak


pergi berburu. Jadi wajar bila ia mampu


menggunakan senjata itu.


Lalu mira. Gadis ini adalah teman


ambar yarng tadinya hanya bertamu


dirumahnya. Tapi, akibat dari wabah


zombie, ia ikut terjebak dirumah ini.


Kedua orang tua ambar pada saat


kejadian tak ada dirumah.


Lalu, saat wabah itu mulai menyebar,


ambar dengan cerdik langsung


mengunci rumahnya. Sehingga ia aman


bersama mira didalam rumah ini.


Aku juga menceritakan kisahku dari


awal dan tujuanku pulang ke tangerang.


Yaitu untuk menyelamatkan kedua


orang yang aku sayangi.


Kami terdiam sejenak. Ambar dan mira


terduduk diatas kasur dengan masih


mengenakan seragam sekolah ketatnya.

__ADS_1


Aku sendiri berdiri bersandar di dinding


kamar. Sesekali aku melihat situasi


diluar.


Semua masih sama. Kegelapan malam,


ditambah derasnya hujan dan petir


masih setia menggantung di langit


Lalu, kini mungkin ada ratusan zombie


brengsek berkumpul dibawah sana.


Diam tak bergerak. Sabar menunggu


para mangsanya keluar.


Aku mendesah didalam hati.


Pandangan mataku kembali menyapu


seluruh isi kamar. Dan kembali


terpaku pada dua sosok tubuh îndah


yang terbalut dalam ketatnya seragam


sekolah.


Aku jadi teringat dengan indahya


kenangan ku bersama winny.


Dan kini, perasaan itu kembali


mengeras dibawah sana.


Aku menggeleng-gelengkan kepalaku.


Berusaha mengenyahkan pikiran kotor


di kepalaku.


Mira, gadis berambut pirang itu


lalu bertanya, "kenapa, kak ? Pusing


kepalanya ?


Aku tersenyum. " Enggak, gak papa kok.


Mungkin cuma haus saja."


"Oh ya ampun. Sampai lupa gue gak


nawarin minuman." kata ambar.


Lalu dengan cepat, ia mengambilkan


sebotol minuman kepadaku.


Aku menerimanya. Dan dengan cepat


kuteguk isi botol itu. Tak sempat kulihat

__ADS_1


merek atau gambarnya.


Aku agak meringis setelah hampir


separo botol itu aku minum. Rasanya


agak aneh. Pahit-pahit gimana gitu.


Tapi minuman itu membuat badanku


terasa hangat. Menyingkirkan rasa


dingin yang tadi menyergap ku.


Aku lalu meletakan hotol itu kemeia.


"Ambar, dimana kamar mandinya ?


Aku ingin bersihkan badanku. Rasanya


lengket semua kulit tubuh ini." Tanyaku


pada pemilik rumah.


Ambar menunjukan letak kamar mandi


yang berada disamping kamarnya.


Setelah selesai mandi dan berganti


pakaian dengan pakaian yang aku


bawa didalam ransel. Aku kembali


hendak masuk kedalam kamar. Tapi aku


menyempatkan diri untuk memeriksa


keadaan dilantai satu rumah.


Gelap sekali.


Aku lalu beranjak dan mengetuk


kamar. Mira membukakan pintu. Aku


lalu masuk.


"Dilantai satu gelap sekali. Apa kau


telah memastikan bahwa tak ada zombie


yang memasuki rumahmu ?" tanyaku.


Ambar menggeleng.


"Seandainya ada zombie yang bisa


masuk. Pasti saat ini kami telah menjadi


salah satu dari mereka." jawabnya.


Aku tersenyum. Mereka benar-benar


pintar dalam situasi ini.


*BERSAMBUNG*

__ADS_1


jangan lupa dukuganya yah dengan cara meberikan vote, like supaya episode selanjutnya cepat apdate dan coment kalau ada kalimat yang salah yah.


terima kasih


__ADS_2