
Aku menatap nanar potongan tangan
itu.
"Mira..." Aku mendesis dengan suara
bergetar.
Ternyata itu adalah potongan tangan
Mira yang tadi malam tersambar petir.
Potongan tangan itu melayang jauh
dari sumbernya dan jatuh dengan tetap
menggenggam pedangku disini.
Agak bergetar ketika jemari tanganku
menyentuh potongan tangan milik
Mira dengan maksud untuk mengambil
pedang itu.
Aku berdiri sambil menatap potongan
tangan Mira. Ditangan kiriku
tergenggam erat pedang samurai yang
awalnya telah aku berikan kepadanya.
Namun kini, pedang itu telah kembali
lagi kepadaku.
Beberapa saat kemudian, aku kembali
tersadar. Dimana dan apa yang sedang
terjadi. Ya, aku kembali tersadar akan
gilanya duniaku ini sekarang.
Oleh sebab yang aku tidak tahu
asal-usulya. Kini mengakibatkan
takdirku hidupku berubah.
Semua akibat dari makhluk brengsek
bernama zombie itu. Merekalah yang
telah menyebabkan semua ini terjadi.
Karena mereka, aku berpisah dari anak
dan istriku. Karena mereka, aku mernjadi
seorang pembunuh. Karena mereka,
aku kehilangan banyak teman. Dan
karena mereka, semua impianku hancur
berantakan.
Tak terasa, urat-urat syaraf disekujur
__ADS_1
tubuhku menegang. Wajahku memerah.
Dan..
"Aaaaaaaakkkhhhhhhh.
Aku berteriak sekencang-kencangnya
akibat dari desakan besar yang
menghimpit di dadaku. Semua
kekalutan, ketakutan, emosi dan
perasaan yang bercampur aduk aku
luapkan tanpa bisa aku kontrol lagi.
Nafasku memburu seketika. Bukan
karena kelelahan. Tapi karena aku
tiba-tiba sadar dengan apa yang baru
saja aku perbuat.
Dan tidak menunggu terlalu lama,
ketika gendang telingaku secara samar
mendengar banyak Suara desahan yang
mulai akrab kudengar.
Zombie. Ya, tak salah lagi. Aku mulai
merasakan mereka kini mengarah
Suara itu masih berada disekitar dinding
bagian dalam pasar.
Aku langsung bergegas bergerak masuk
kedalam semak-semak belukar yang
ada di sekitar kebun itu. Ransel aku
letakan disampingku. Sementara dengan
senapan serbu andalanku, dan sebuah
pedang samurai aku persiapan untuk
persenjataan yang mungkin sewaktu
waktu aku gunakan.
Senapan telah aku posisikan tepat
di depanku. Siap untuk aku bidikkan
kesasaran yang aku inginkan nantinya.
Nafasku seperti terhenti ketika aku
mulai melihat sosok-SOSOk makhluk
zombie itu mulai berjalan perlahan
keluar pintu samping pasar.
__ADS_1
Mereka keluar dengan gerakan khas
yang sering kalian semua lihat di
film-film Hollywood, perlahan seperti
orang mabuk dan menyeramkan.
Jarak tempat aku bersembunyi sekitar
30 meter. Meskipun demikian, aku
hampir-hampir tidak mampu untuk
bernafas dengan normal.
Sekali aku membuat gerakan yang
salah. Maka keberadaanku akan mereka
ketahui. Dan nantinya, meskipun aku
akan berhasil menghabisi beberapa dari
mereka. Aku pasti akan habis diserang
oleh sisanya.
Tak ada jalan untuk lari. Karena
dibelakangku, setelah melewati
beberapa langkah. Ada persawahan
yang membentang disana. Cukup luas.
Tapi nantinya, aku akan kembali masuk
Kedalam perumanan tempat ambar.
Dan kini, hanya menunggu dan bersabar
yang bisa aku lakukan.
Jumlah zombie-zombie itu mulai
mencapai puluhan. Mereka berjalan
Kesana kemari tanpa arah. Karena
mereka rupanya tidak bisa menemukan
sumber suara yang membuat mereka
kearah sini.
Suara-suara geraman dan desahan
mereka terdengar jelas ditelingaku.
Apalagi ketika secara tiba-tiba, ada satu
zombie yang entah kenapa berjalan
tepat kearah tempat persembunyian ku.
*BERSAMBUNG*
jangan lupa dukuganya yah dengan cara meberikan vote, like supaya episode selanjutnya cepat apdate dan coment kalau ada kalimat yang salah yah.
terima kasih
__ADS_1