Zombie Melanda Indonesia S1-S2

Zombie Melanda Indonesia S1-S2
episode 17 S2 / terhempas


__ADS_3

Meskipun semuanya terlihat sesuai


dengan perhitunganku, ternyata ada


satu hal yang luput.


Ternyata dinding halaman ini tidak kuat


menahan daya ledak dari tabung gas


tadi.


Dinding hancur!


Selain itu, daya hempasannya juga


membuatku terpelanting beberapa


meter. Dadaku serasa sesak, selain itu,


indra penglihatan dan pendengaranku


menjadi kabur meskipun hanya untuk


sesaat.


Asap dan debu mengepul menghalangi


pandangan mataku yang perlahan


namun pasti kembali berfungsi.


Begitupun dengan daya pendengaranku.


Setelah menunggu beberapa saat, asap


mulai menipis. Sebuah pemandangan


terpampang di hadapanku.


Belasan zombie terbakar. Membuat


mereka menjadi zombie bakar yang


berjalan. Selain itu, belasan tubuh


lainnya juga tergeletak tak jauh dari


tempat itu.


"Aku harus bergegas bangun, aku tak


yakin bahwa daya ledak itu membunuh


mereka." Kataku sambil menahan


perasaan sakit.


Aku memaksa bangun dan dengan


terhuyung-huyung berjalan menyusuri


halaman belakang menuju pintu dapur.


Namun, baru beberapa langkah aku


berjalan. Didalam tipisnya asap, aku


melihat beberapa sosok tubuh berjalan


perlahan-lahan kearahku.


"Haahh...Haahh."


Lalu muncullah 4 sosok zombie


dihadapan ku.


Gawat, keadaan tubuhku masih sangat


lemah. Untuk berjalan saja susah."


Kataku dalam hati.

__ADS_1


Dengan susah payah, aku mengangkat


senjataku dan, "dor!"


zombie itu terjatuh ketika


kepalanya tertembak peluruku.


Hal ini membuat 3 zombie lainnya


menjadi agresif. Mereka mulai


mendekat dengan lebih cepat.


Aku mundur selangkah, kutarik pelatuk


sekali lagi.


"Dor!"


Zombie itu oleng, tapi ia kembali


berjalan.


"Siall.Meleset."


Peluruku hanya mengenai dadanya.


"Aku tak boleh mati disini. Tak boleh."


Aku lalu memaksakan diriku untuk


melepaskan beberapa tembakan lagi.


Hasilnya, hanya satu zombie saja yang


jatuh. Sedangkan dua lagi tetap berjalan


ke arahku.


"Sial...Apakah ini sudah berakhir?"


Kataku perlahan.


Aku terkejut mendengar suara itu. Aku


lalu menoleh kebelakang.


Dan..


"Merunduk kaakk.!"


Reflek aku mengikuti perintah tersebut.


Dan tak selang beberapa lama setelah


aku membaringkan tubuhku diatas


tanah. Suara muntahan peluru dari


sebuah senjata menyalak keras beberapa


kali.


"Dor.dor..dor.!"


Aku terus merunduk mendengarkan


suara tembakan yang terus-menerus


menyalak itu.


Dan satu menit kemudian, suara


tembakan itu berakhir.


Perlahan aku mulai mengangkat


kepalaku dan melihat 2 sosok gadis yang


berdiri didepanku.


"Mira..ambar." aku berdesis.

__ADS_1


Ambar yang tadi menembak kemudian


menyuruh mira untuk membantuku


berdiri.


Dengan menahan perasaan sakit, aku


lalu berdiri dengan bantuan mira. Tak


jauh dari tempatku tadi berbaring,


tampak beberapa zombie tergeletak


ditanah. Zombie-zombie yang tadi


menyerangku.


Suara ambar tiba-tiba menyadarkanku


dari lamunan.


"Kita cepat kembali masuk kedalam."


ujarnya.


Ternyata, sudah ada beberapa zombie


lagi yang tampak mulai masuk kedalam


bangunan rumah.


Aku lalu berjalan mengikuti ambar


dengan bantuan mira.


Setelah kami berada didalam, kami


bergerak cepat menuju pintu depan.


"Apakah tubuh kakak sudah membaik?"


tanya Mira.


Aku mengangguk.


Sesampainya kami di depan pintu.


Aku Perlahan mencoba melihat situasi


dihalaman depan.


Sepi.


Aku lalu mengangguk kepada mereka


berdua.


Aku lalu memakai tas ranselku. Dan


dengan senjata ditangan, aku bersiap


mendorong daun pintu.


Ambar juga sudah siap dengan 2 senjata


jenis handgun dikedua tangannya.


Begitupun mira. Meskipun ia tidak


bisa menggunakan senjata api. Namun


dengan kelihaiannya memainkan


permainan kasti, maka pedang


ditangannya akan menjadi senjata yang


berbahaya.


*BERSAMBUNG*


jangan lupa dukuganya yah dengan cara meberikan vote, like supaya episode selanjutnya cepat apdate dan coment kalau ada kalimat yang salah yah.

__ADS_1


terima kasih


__ADS_2