Zombie Melanda Indonesia S1-S2

Zombie Melanda Indonesia S1-S2
episode 23 S2 / pertolongan


__ADS_3

Aku menggenggam erat popor


senapanku. Jari telunjukku juga sudah


siap aku tarik. Dan apabila itu terjadi,


maka aku sudan siap untuk mati


bersama dengan mereka.


Gerak langkah zombie itu tampak


semakin pasti mengarah ke tempatku


bersembunyi. Aku yakin zombie


tersebut tidak dapat melihat.


keberadaanku. Itu bisa aku pastikan


kepada kalian, karerna kedua mata


zombie itu telah rusak. Bahkan satu


matanya telan nilang.


Tapi, bagaimana bisa dia bisa tahu


dimana aku berada ?


Disaat aku sibuk bermain dengan


segala pertanyaan itu. Tiba-tiba, aku


merasakan hembusan angin bergerak


melewati selah-selah rambutku.


Hidungku secara samar mencium


bau tanah dan padi yang menghijau


dibelakang sana.


Aku menegang


"Angin.."


"Sial...ternyata makhluk itu bisa


mengetahui keberadaanku karena dia


bisa mencium aroma tubuhku lewat


hembusan angin."


Aku bersiap menarik pelatuk senjataku.


Ketika tiba-tilba terdengar sesuatu.


"Dor...


Satu zombie tiba-tiba saja tergeletak


ditengah kerumunan sana.


"Heeeii Disini."


Sebuah suara melengking memecah


perhatianku.


Ada seseorang disana. Seseorang yang


cukup bodoh untuk berteriak sekencang


itu guna menarik perhatian semua


zombie disini. Apa dia mau mati ?


Lalu kembali terdengar beberapa


letusan senjata api.


"Dor.dor.dor... dor !"

__ADS_1


Dan kembali Zombie-zombie itu


Derjatuhan.


Maka seperti yang sudah aku duga.


Puluhan zombie itu mulai bergerak


kearah suara teriakan tadi.


Kesempatan ini tidak aku sia-siakan.


Dengan cepat, ketika semua zombie itu


teralihkan dan fokus kearah sumber


suara. Aku, melepaskan genggaman


tanganku dari popor senapan dan


mengambil cepat sanurai disampingku.


Dan, "cras.." Aku langsung menebas


kaki zombie yang berdiri di dekatku


itu. Tubuhnya ambruk didepan mataku.


Sebelum ia bersuara lagi, aku kembali


mengayunkan pedang tepat dileher.


"Crass"


Kepala zombie itu langsung terputus


dari badannya.


Aku kembali merunduk didalam semak


belukar. Menunggu dan mengawasi


keadaan sekitarku.


Suasana kembali sepi.


membelah langit terdengar.


"Bumm..."


Bukan hanya satu. Tapi disusul oleh


dentuman keras lainnya.


'Bumm..bumm..bummm..!"


Asap hitam tampak samar kulihat


bergerak keatas. Yang disusul oleh bau


sangit daging terpanggang menusuk


hidungku.


Kemudian, terdengar suara rentetan


tembakan sambung menyambung.


Aku masih belum keluar dari tempat


persembunyianku didalam semak


belukar.


Menunggu.


Setelah hampir setengah jam berlalu


dan tidak ada tanda-tanda kemunculan


zombie lainnya. Aku memutuskan untuk


keluar dari semak-semak.


Tapi aku lebih memilih untuk tidak

__ADS_1


melewati jalan biasa. Aku lewat jalan


samping. Menyusup masuk ke dalam


rimbunnya semak disamping jalan.


Hati-hati dan mengendap endap aku


terus melangkah menyusuri tepian


jalan.


Sekitar dua ratus meter dari tempat


aku tadi bersembunyi, aku melihat


pemandangan yang luar biasa.


Dari balik sebuah pohon. Aku melihat


sebuah lubang besar yang menganga


lebar dan dalam terbentang.


Didalam lubang, aku melihat serpihan


dari puluhan zombie tergeletak tak


bergerak lagi. Mati untuk selamanya.


Seakan akan lubang besar ini adalah


lubang yang tercipta sebagai tempat


kuburan massal para Zombie brengsek


itu.


Aku menghela nafas. Pasti perbuatan


ini dilakukan oleh orang yang tadi


berteriak. Oh bukan. Bukan satu orang


Tidak mungkin semua hal ini bisa


dilakukan oleh satu orang saja. Pasti


beberapa orang


Ya, beberapa orang.


Yang artinya, ada banyak orang yang


masih berhasil bertahan menghadapi


semua wabah ini.


Aku harus bertemu dengan mereka.


Siapa tahu ternyata diantara mereka,


aku bertemu dengan anak istriku.


Berpikir sampai kesitu, aku kembali


bersemangat.


Tapi, bagaimana aku bisa menemukan


tempat persembunyian mereka ?


Disaat aku sibuk mereka-reka tempat


persembunyian kelompok tadi. Leherku


tersentuh sebuah benda dingin dan


sedikit berlendir.


Sekujur tubuhku menegang


Apalagi ini..


*BERSAMBUNG*

__ADS_1


jangan lupa dukuganya yah dengan cara meberikan vote, like supaya episode selanjutnya cepat apdate dan coment kalau ada kalimat yang salah yah.


terima kasih


__ADS_2