
Aku menggenggam erat popor
senapanku. Jari telunjukku juga sudah
siap aku tarik. Dan apabila itu terjadi,
maka aku sudan siap untuk mati
bersama dengan mereka.
Gerak langkah zombie itu tampak
semakin pasti mengarah ke tempatku
bersembunyi. Aku yakin zombie
tersebut tidak dapat melihat.
keberadaanku. Itu bisa aku pastikan
kepada kalian, karerna kedua mata
zombie itu telah rusak. Bahkan satu
matanya telan nilang.
Tapi, bagaimana bisa dia bisa tahu
dimana aku berada ?
Disaat aku sibuk bermain dengan
segala pertanyaan itu. Tiba-tiba, aku
merasakan hembusan angin bergerak
melewati selah-selah rambutku.
Hidungku secara samar mencium
bau tanah dan padi yang menghijau
dibelakang sana.
Aku menegang
"Angin.."
"Sial...ternyata makhluk itu bisa
mengetahui keberadaanku karena dia
bisa mencium aroma tubuhku lewat
hembusan angin."
Aku bersiap menarik pelatuk senjataku.
Ketika tiba-tilba terdengar sesuatu.
"Dor...
Satu zombie tiba-tiba saja tergeletak
ditengah kerumunan sana.
"Heeeii Disini."
Sebuah suara melengking memecah
perhatianku.
Ada seseorang disana. Seseorang yang
cukup bodoh untuk berteriak sekencang
itu guna menarik perhatian semua
zombie disini. Apa dia mau mati ?
Lalu kembali terdengar beberapa
letusan senjata api.
"Dor.dor.dor... dor !"
__ADS_1
Dan kembali Zombie-zombie itu
Derjatuhan.
Maka seperti yang sudah aku duga.
Puluhan zombie itu mulai bergerak
kearah suara teriakan tadi.
Kesempatan ini tidak aku sia-siakan.
Dengan cepat, ketika semua zombie itu
teralihkan dan fokus kearah sumber
suara. Aku, melepaskan genggaman
tanganku dari popor senapan dan
mengambil cepat sanurai disampingku.
Dan, "cras.." Aku langsung menebas
kaki zombie yang berdiri di dekatku
itu. Tubuhnya ambruk didepan mataku.
Sebelum ia bersuara lagi, aku kembali
mengayunkan pedang tepat dileher.
"Crass"
Kepala zombie itu langsung terputus
dari badannya.
Aku kembali merunduk didalam semak
belukar. Menunggu dan mengawasi
keadaan sekitarku.
Suasana kembali sepi.
membelah langit terdengar.
"Bumm..."
Bukan hanya satu. Tapi disusul oleh
dentuman keras lainnya.
'Bumm..bumm..bummm..!"
Asap hitam tampak samar kulihat
bergerak keatas. Yang disusul oleh bau
sangit daging terpanggang menusuk
hidungku.
Kemudian, terdengar suara rentetan
tembakan sambung menyambung.
Aku masih belum keluar dari tempat
persembunyianku didalam semak
belukar.
Menunggu.
Setelah hampir setengah jam berlalu
dan tidak ada tanda-tanda kemunculan
zombie lainnya. Aku memutuskan untuk
keluar dari semak-semak.
Tapi aku lebih memilih untuk tidak
__ADS_1
melewati jalan biasa. Aku lewat jalan
samping. Menyusup masuk ke dalam
rimbunnya semak disamping jalan.
Hati-hati dan mengendap endap aku
terus melangkah menyusuri tepian
jalan.
Sekitar dua ratus meter dari tempat
aku tadi bersembunyi, aku melihat
pemandangan yang luar biasa.
Dari balik sebuah pohon. Aku melihat
sebuah lubang besar yang menganga
lebar dan dalam terbentang.
Didalam lubang, aku melihat serpihan
dari puluhan zombie tergeletak tak
bergerak lagi. Mati untuk selamanya.
Seakan akan lubang besar ini adalah
lubang yang tercipta sebagai tempat
kuburan massal para Zombie brengsek
itu.
Aku menghela nafas. Pasti perbuatan
ini dilakukan oleh orang yang tadi
berteriak. Oh bukan. Bukan satu orang
Tidak mungkin semua hal ini bisa
dilakukan oleh satu orang saja. Pasti
beberapa orang
Ya, beberapa orang.
Yang artinya, ada banyak orang yang
masih berhasil bertahan menghadapi
semua wabah ini.
Aku harus bertemu dengan mereka.
Siapa tahu ternyata diantara mereka,
aku bertemu dengan anak istriku.
Berpikir sampai kesitu, aku kembali
bersemangat.
Tapi, bagaimana aku bisa menemukan
tempat persembunyian mereka ?
Disaat aku sibuk mereka-reka tempat
persembunyian kelompok tadi. Leherku
tersentuh sebuah benda dingin dan
sedikit berlendir.
Sekujur tubuhku menegang
Apalagi ini..
*BERSAMBUNG*
__ADS_1
jangan lupa dukuganya yah dengan cara meberikan vote, like supaya episode selanjutnya cepat apdate dan coment kalau ada kalimat yang salah yah.
terima kasih