
Lalu separuh isi botol yang tadi aku
minum kembali kuteguk habis. Rasa
hangat kembali menjalari tubuhku.
Rasanya hampir seperti yang ditempat
winny dulu.
"Sepertirya ini minuman beralkohol."
Pikirku cepat.
Sudut mataku memandang kedua
gadis cantik itu. Mereka kulihat tampak
seperti tersenyum aneh.
"Pasti ada sesuatu yang tidak beres
dengan maksud mereka memberiku
minuman ini. Coba aku ikuti permainan
mereka."
Aku lalu berpura-pura seperti hendak
terjatuh.
"Aduh, kepalaku kenapa terasa pusing
ya." kataku.
Ambar dengan cepat menahan tubuhku
agar tidak terjatuh.
"Mari kak. Beristirahatlah sejenak
disini." katanya sambil membingbingku
kearah kasur.
Aku mengikutinya.
"Haha..buaya dikadalin. Tapi tak
masalah. Aku juga untung kok." Ucapku
dalam hati
Perlahan Ambar merebahkan tubuhku
di atas kasur. Mira juga turut membantu.
"Apa yang kakak rasakan ?" Tanya mira
tepat ditelingaku.
Aku menahan diri agar tidak tertawa
kegelian. Dengan perlahan aku
menjawab pertanyaan mira, "panas, aku
merasa gerah."
"Mari kami bantu membukakan
pakaian kakak" Ucap Ambar yang
langsung melepaskan baju yang aku
__ADS_1
kenakan.
Mira juga ikut membantu hingga aku
kini sudah tak mengenakan baju lagi.
"Apakah kalian ingin memperkosaku ?"
tanyaku dengan senyum dibibir.
Mira dan Ambar saling menatap. Lalu
mereka tertawa-tawa sendiri.
"Sungguh aneh. Apa mereka tidak ingat
bahwa ada bahaya yang mengancam
diluar sana. " kataku dalam hati.
"Kalau itu mau kakak, maka kami akan
menurutinya." ucap ambar.
Mira mengangguk pelan tanda
mengiyakan perkataan ambar.
Aku juga sangat berhasrat untuk
melakukan hal itu. Tapi entah mengapa
tiba-tiba aku merasa mendengar
Suara seseorang yang sangat familiar
ditelingaku.
Suara itu terngiang-ngiang di telingaku,
"Aisyah..." desisku tanpa sadar.
Mira dan ambar mengernyit heran
mendengar suaraku.
Entah kenapa aku lalu terbangun dan
langsung mengenakan kembali bajuku.
Aku lalu duduk dipinggiran ranjang
dan menatap wajah kedua gadis itu.
Kulihat wajah mereka terlihat bingung
dengan perbuatanku.
Aku menghela nafas.
Aku kemudian berkata, "apa yang kita
lakukan ini hanya akan mengulur waktu
bagiku untuk bertindak menyelamatkan
nyawa kedua orang yang penting dalam
hidupku."
Aku berhenti sejenak.
"Sebenarnya ada apa dengan kalian ?
Apa kalian tidak melihat bahaya yang
__ADS_1
mengancam jiwa kalian diluar sana?
Dan lagi perbuatan kalian tadi." Aku
menggelengkan kepala dengan sok
sucinya.
Aku menatap ambar sebagai pemilik
rumah. Lalu bertanya, "kenapa kalian
berbuat seperti itu ? Apa kalian sudah
gila?"
Sejenak ambar terdiam. Kulihat ia
saling lirik dengan mira. Agak ragu-ragu
ia kemudian menggeleng pelan.
"Kalau kalian tidak gila lalu kenapa
berbuat seperti ini?"
"Kami merasa putus asa. Semula
saat kami pertama kali terjebak
dalam keributan ini kami masih tetap
berpikiran positif." jawab ambar.
Lalu mira menambahkan, "apalagi
saat kami tahu bahwa secepatnya akan
ada bantuan dari pemerintah berupa
penjemputan bagi warga yang selama
Tapi ternyata sudah 5 hari berlalu. Tak
ada sama sekali penyelamatan yang
dijanjikan."
"Jadi karena itu, kalian menjadi seperti
ini?"
"Tapi itu bukanlah kemauan kami
Kami hanya ingin melepaskan rasa takut
dan kecewa."
Aku termenung di pinggir ranjang.
Hening.
Hanya suara hujan dan petir yang
terdengar didalam kamar. Juga sesekali
suara-suara jeritan aneh yang keluar
dari mulut para zombie itu.
*BERSAMBUNG*
jangan lupa dukuganya yah dengan cara meberikan vote, like supaya episode selanjutnya cepat apdate dan coment kalau ada kalimat yang salah yah.
terima kasih
__ADS_1