Zombie Melanda Indonesia S1-S2

Zombie Melanda Indonesia S1-S2
episode 2 S2 / pertama kalinya melihat zombie asli


__ADS_3

Dengan tergesa-gesa, lelaki pendek


gemuk itu kulihat mencari-cari sesuatu.


Sebuah kayu kecil ia dapatkan. Dan


dengan bantuan dari kayu itu, ia


mengorek-ngorek selokan tersebut.


Saat pak de itu tengah sibuk


mencari-cari anak kunci rumahnya, aku


melihat tampak beberapa orang yang


secara aneh, berjalan menuju rumah


kami berada.


Darah kulihat tampak bercucuran di


sekujur tubuh mereka. Bahkan ada yang


anggota tubuhnya tidak lengkap. Mereka


semua mengarah dengan sempoyongan


kearah pak de gemuk itu.


Aku langsung teringat akan film-film


horor yang seringkali kutonton di


televisi. ZOMBIE!


Ya, tak salah lagi. Sesuai dengan apa


yang aku lihat, mereka semua pantas


disebut sebagai zombie.


Ingin aku berteriak untuk


memperingatkan lelaki pendek itu


bahaya yang mengancam dibelakang


tubuhnya. Tapi dari apa yang aku tahu,


apabila aku berteriak, bukan mustahil


mereka juga tahu akan keberadaanku.


Aku mencoba untuk mencari sesuatu


yang bisa aku gunakan untuk setidaknya


memberikan peringatan kepada lelaki


malang tersebut.


Dapat!


Sebuah batu baterai bekas jam dinding


yang sudah lama tidak terpakai ku


ambil. Dengan hati-hati, aku naik keatas

__ADS_1


kursi diruang tamu dan lewat ventilasi


udara, aku langsung melemparkan batu


baterai tersebut kearah pak de.


Gagal!


Tapi sedikit banyaknya, suara dari


jatuhnya baterei itu berhasil menarik


perhatian lelaki tua tersebut.


Ia berhenti mengorek-ngorek selokan


rumahnya. Matanya kulihat menoleh


ke sumber suara. Lalu matanya


melihat ke jendela rumahku. Aku yang


sedari tadi memperhatikan langsung


menunjuk-nunjuk kebelakang tubuhnya.


Kearah para zombie itu.


Paras lelaki tua itu menegang ketika


ia melihat kearah yang aku tunjukan.


Secepat yang ia bisa, ia berlari kearah


yang berlawanan dengan datangnya


para zombie.


ia tampak kembali berlari kearah


rumahnya. Sekilas ku lihat dari


arah yang tadi ia tuju, ternyata ada


sekelompok zombie lain muncul.


Bahkan mereka juga tengah mengejar


beberapa warga yang selamat.


Orang-orang dan lelaki gemuk


itu terjebak ditengah-tengah.


Mereka menjerit dan berteriak


sekencang-kencangnya ketika para


zombie itu berdatangan dan menangkap


mereka. Satu demi satu, tubuh


mereka dimangsa oleh zombie-zombie


menakutkan itu.


Aku menutup mulut keras-keras agar


aku tak mengeluarkan suara teriak.

__ADS_1


Dengan perlahan aku mundur. Segera


kucari handphone untuk menghubungi


suamiku.


Setelah dapat, langsung kupencet


nomornya. Kutunggu. Tapi sayang, tak


ada jawaban atas panggilanku. Ku coba


dan terus kucoba. Namun hasilnya tetap


sama.


Aku menangis tertahan. Disaat


menakutkan seperti ini, aku hanya


berdua dengan buah hatiku yang sedang


tidur terlelap.


Sudah satu hari sejak wabah aneh


itu menyerang tempat kediamanku.


Lewat saluran televisi yang aku tonton


didalam kamar plus volume yang sangat


kecil, aku kini paham. Bahwa ternyata,


wabah zombie ini telah menyebar disekitar area Jabodetabek.


Pemerintah pusat telah mengumumkan


bahwa kawasan Jabodetabek telah


dikarantina dan ditutup seluruh


akses keluarnya. Itu bertujuan untuk


mencegah meluasnya wabah penyakit


tersebut.


Diberitahukan pula kepada para


penduduk yang selamat dikawasan


yang terinfeksi virus, agar segera


menyelamatkan diri masuk


kedalam rumah masing-masing dan


menguncinya. Juga disarankan agar


sebisa mungkin jangan bersuara keras.


Karena menurut informasi yang ada,


zombie-zombie itu sangat peka akan


suara yang keluar.


*BERSAMBUNG*

__ADS_1


jangan lupa dukuganya yah dengan cara meberikan vote, like supaya episode selanjutnya cepat apdate dan coment kalau ada kalimat yang salah yah. terima kasih


__ADS_2