
Malam hari tiba, Serra dan Lucas memutuskan untuk berjalan-jalan menyelusuri kapal pesiar setelah makan malam terakhir mereka di kapal. Ya, malam ini adalah pelayaran terakhir mereka setelah hampir satu Minggu berlayar mengarungi luasnya samudera.
Keduanya berdiri di dek kapal paling depan untuk menikmati luasnya samudera dan hamparan bintang yang menyebar luas diatas sana. Sungguh dua pemandangan yang sangat luar biasa dan tak akan pernah terlupakan.
"Sayang sekali ini adalah pelayaran terakhir kita. Padahal aku masih belum puas dan ingin menghabiskan lebih banyak waktuku disini." Serra mengakhiri keheningan yang sempat tercipta antara dirinya dan Lucas.
"Kau masih belum puas berlayar? Bagaimana jika aku membeli pesiar ini untukmu, supaya kita bisa pergi kapanpun kau mau?" Usul Lucas dan segera ditolak oleh Serra.
Wanita itu menggeleng. "Aku rasa itu tidak perlu. Karena itu namanya pemborosan, dan daripada untuk membeli benda-benda mati, lebih baik uangnya diinvestasikan untuk hal yang lebih berguna." Ujarnya.
"Tapi aku tidak akan kehabisan uang jika hanya untuk membeli satu pesiar saja. Bahkan 100 pesiar pun aku mampu membelinya hanya dalam hitungan detik saja. Dan 100 pesiar tidak akan membuatku jatuh miskin, bahkan itu tak menghabiskan 5% dari uang yang aku miliki." Tutur Lucas panjang lebar.
Serra hanya mampu terbungkam setelah mendengar apa yang Lucas katakan. Untuk membeli 100 kapal pesiar pun tak sampai menghabiskan 5% dari uang yang dia miliki. Hingga Serra bertanya-tanya, seberapa banyak kekayaan yang dimiliki oleh pria berdarah China tersebut. Sedangkan satu kapal pesiar saja di Kisaran angka 150-200 m!lyar tergantung ukuran dan fasilitasnya.
Lucas menautkan kedua alisnya melihat kediaman Serra. "Apa yang sedang kau pikirkan?" tanya Lucas.
"Jumlah kekayaan yang kau miliki!!" Serra menjawab dengan jujur dan apa adanya.
"Kekayaan yang aku miliki?" Lucas mengulangi kata-kata Serra, wanita itu mengangguk. "Kenapa?"
"Karena aku sangat penasaran, kau bilang untuk membeli 100 kapal pesiar mewah, bahkan tak sampai menghabiskan 5% dari jumlah uang yang kamu miliki. Jadi aku mencoba menghitung seberapa banyak kekayaan yang kau miliki saat ini," jawab Serra dengan jujur.
Lucas mendengus geli. Kenapa selalu ada saja hal menggelikan, entah itu dari ucapan ataupun tingkah laku Serra yang membuat Lukas menggelengkan kepala.
"Untuk apa juga kau memikirkan seberapa banyak kekayaan yang aku miliki? Kau hanya cukup menikmatinya saja, tidak perlu memikirkan berapa jumlahnya."
Serra memanyunkan bibirnya. "Katanya aku ini istrimu, tapi kenapa kau malah main rahasia-rahasiaan dariku?!"
"Dan bagaimana aku bisa memberitahumu, sementara aku sendiri tidak tahu berapa persisnya jumlah uang yang aku miliki saat ini. Tapi aku bisa menunjukkan semua kekayaan yang aku miliki padamu setibanya kita di rumah besok." Ucap Lucas dan membuat kedua mata Serra langsung berbinar mendengarnya.
__ADS_1
"Benarkah? Kau tidak berbohong kan?"
"Tentu saja tidak. Aku adalah tipe orang yang paling benci dibohongi, jadi mana mungkin aku bisa berbohong. Karena berbohong adalah hal yang paling memalukan!!" Jawab Lucas menimpali.
Serra menghambur ke dalam pelukan Lucas dan mencium kedua pipinya bergantian. "Kau memang suami yang terbaik, aku mencintaimu." Ucapnya lalu mengecup singkat bibir Kiss Able Lucas.
"Wah, wah, wah. Tidak disangka dipelayaran terakhir ini aku malah bertemu dengan sepasang pasangan yang sangat romantis."
Dan kegiatan berdua terintrupsi oleh kedatangan seorang laki-laki berdarah Korea-Canada. Laki-laki itu menatap Serra dari ujung rambut sampai ujung kaki dan menyeringai tajam.
"Tidak disangka jika boneka rongsokan sepertimu telah bertransformasi menjadi seekor kupu-kupu yang sangat cantik. Jika tau kau akan secantik ini, langsung aku terima saka ketika orang tuamu ingin menikahkanmu denganku." Ujarnya meremehkan.
"Serra Apa kau mengenalnya?" tanya Lucas, Serra mengangguk.
"Namanya Anton Lim, dia adalah orang yang pernah ingin dijodohkan denganku. Bukan dijodohkan, lebih tepatnya di jual oleh keluarga Valentino. Bajingan ini bukan pria baik-baik, dia adalah Bos dari para p*lacur yang bekerja di bar miliknya. Mereka ingin menjadikanku sebagai p*lacur dengan dalih perjodohan. Karena aku menolak, mereka kemudian menghukum dan mengurungku di tempat gelap selama satu Minggu."
"Tujuannya adalah supaya aku berubah pikiran dan mau dinikahkan dengannya. Tapi aku tetap menolak, dan mereka semakin murka. Aku dijebak, mereka masukkan sesuatu ke dalam minumanku. Dan saat aku tidak sadar, mereka mendandaniku lalu mengantarku ke Hotel."
Anton tertawa sinis mendengar penuturan Serra. "Kau sungguh seorang pembohong yang sangat hebat, bahkan keluargamu sendiri mengatakan jika kau adalah seorang j*lang yang tidak tahu diri. Tapi kau mengatakan pada pria ini, jika seolah-olah kau adalah korban. Memangnya berapa banyak uang yang tidak itu berikan padamu?"
"Dan untukmu, Bung. Sebaiknya jangan terlalu percaya pada ucapan dan kata-kata manis wanita ini, karena dia tak memiliki harga diri sama sekali. Bahkan dia tak lebih baik dari sampah dan pel*cur di luaran sana!!" ujar Anton memaparkan.
Gyutt...
Tangan kanan Lucas terkepal kuat mendengar apa yang pria itu katakan tentang Serra. Hatinya diliputi kemarahan mendengar ada orang lain yang menghina istrinya tepat di depan matanya, dan tentu saja Lucas tidak akan tinggal diam, dia akan memberikan pelajaran yang yang tak terlupakan pada pria didepannya ini.
Lucas menghampiri Anton dengan tatapan yang tajam dan penuh permusuhan. Membuat pria itu menelan ludah dan bergidik ngeri.
"Katakan sekali lagi!!" pinta Lucas dengan nada tajam dan bahaya.
__ADS_1
"Di...Dia jal*ng yang tak lebih baik dari sampah dan para pel*cur diluaran sana!!"
"Besar juga nyalimu menyebut istriku dengan kata-kata merendahkan seperti itu. Aku akan memberimu pilihan, kau bisa menentukan sendiri cara kematianmu. Instan atau bertahap?! Atau mungkin kau ingin aku kuliti terlebih dahulu, sebelum t*buhmu aku rajam dan ku buang ke dalam kandang singa dan macamku?! Kebetulan dua hewan kesayanganku sudah lama tidak makan daging manusia, kau bisa menjadi santapan empuk dan nikmat untuk mereka!!" ujar Lucas dengan seringai iblisnya.
Anton langsung Berkeringat dingin mendengar setiap kata yang keluar dari bibir Lucas. Dia tahu jika pria di depannya ini tidak bermain-main, kedua matanya menunjukkan kesungguhan ketika ia mengatakannya.
"Ti..Tidak!! Ampuni nyawaku, aku masih belum ingin mati." Ucap Anton terbata-bata.
"Kalau begitu, berlutut dan cium kaki istriku. Jika dia memaafkan dan melepaskan mu, maka aku juga memperpanjang masalah ini. Tapi jika dia ingin kau mati, aku akan mengabulkannya."
Tanpa banyak berpikir, Anton langsung berlutut di depan Serra dan mencium kakinya. Dia tidak ingin mati konyol di tangan Lucas, jadi lebih baik meminta maaf daripada kehilangan nyawanya.
"A..Aku mohon maafkan aku. Keinginan ibu dan kakakmu, mereka yang memaksaku. Jika aku menuruti permintaan mereka, cara berjanji akan memberikan tubuhnya padaku. Jadi aku tidak bisa menolaknya. Serra, tolong maafkan aku." Mohon Anton sambil terus mencium kaki Serra.
Wanita itu meletakkan jarinya di depan bibir, dia mulai berpikir. Apakah memaafkan Anton atau tidak. Dan Serra memiliki sebuah ide yang sangat luar biasa.
"Baiklah aku akan memaafkanmu, tapi dengan satu syarat. Kau harus berlari mengelilingi dek kapal ini dalam keadaan tel*njang. Baru aku akan mempertimbangkan untuk memaafkanmu!!"
Anton menatap suara tak percaya. "Apa hanya mempertimbangkan?! Serra, aku mohon. Aku akan melakukan apapun untukmu, asalkan kau bisa memaafkan dan mengampuniku!!"
Serra mengangkat bahunya. "Entahlah, bahkan aku tidak berniat sama sekali untuk memaafkanmu. Lu, sebaiknya kita serahkan saja dia pada si kembar. Aku rasa mereka berdua memiliki solusi terbaik untuk menghadapi orang seperti ini," ucap Serra sambil menatap Lucas.
Lucas mengangguk. "Terserah kau saja. Jika menurutmu itu yang terbaik, lakukan saja. Apapun keputusanmu, aku mendukungnya." Serra tersenyum lebar, dia memeluk dan mencium Lucas tanpa ragu dan sungkan sedikitpun.
Dan Lucas bersumpah bersumpah. Anton akan lebih memilih kematian, daripada harus menghadapi dua bocah l@knat itu. Karena nasibnya bisa lebih buruk dari sebuah kematian itu sendiri.
-
-
__ADS_1
Bersambung.