
"Selamat datang, Papa!!"
Sebuah senjata api menyambut kedatangan Tuan Jung di kediaman Lucas. Keterkejutan tak hanya diperlihatkan oleh pria paruh baya itu namun juga Serra dan juga ibunya.
"Lucas, apa-apaan kau ini?!" bentak Serra melihat apa yang dilakukan oleh Lucas pada ayahnya.
"Sebaiknya kau diam, Serra. Karena aku memiliki urusan dengan pria ini!!" jawab Lucas dingin. "Frans!!" seru Lucas.
Frans mengangguk, kemudian dia memutar sebuah video pada layar monitor besar di ruangan itu. Video itu memperlihatkan seorang pria yang sedang merusak rem mobil milik Lucas. Dan yang lebih mengejutkan lagi, orang itu adalah asisten pribadi Tuan Jung.
Nyonya Jung dan Serra sontak menoleh dan menatap Tuan Jung yang mulai berkeringat dingin. "Hilman, apa maksudnya video itu? Apa yang sedang asistenmu lakukan di sana? Dan kenapa dia merusak rem mobil Lucas?" Tanya Nyonya Jung meminta penjelasan.
"Aku juga tidak tau, kau sendiri tau bukan jika sejak dua hari lalu dia meminta ijin untuk tidak bekerja. Jadi aku tidak tahu menahu tentang masalah itu." Jawab Tuan Jung mencoba menjelaskan.
Lucas menyeringai sinis. "Benarkah kau tidak tau apa-apa, Pa? Lalu bisakah kau menjelaskan tentang foto ini?" Lucas mengangkat selembar foto lalu menunjukkannya pada Tuan Jung.
Itu adalah pertemuannya dengan asisten pribadinya beberapa jam sebelum kecelakaan. Dan melihat foto itu membuatnya tidak bisa mengelak lagi.
"Ya, memang aku yang meminta asistenku untuk merusak rem mobil itu. Karena aku ingin dia mati!!" Jawab Tuan Jung sambil menunjuk Lucas.
"Kenapa, Pa? Kenapa kau sampai hati melakukannya?! Apa salah Lucas pada Papa? Bukankah selama ini kau sangat menyayanginya dan menganggap dia sebagai putramu sendiri, lalu kenapa kau sampai hati ingin MEMBUNUHNYA?! Apalagi aku juga ada disitu, putrimu!!" Teriak Serra kecewa.
Tak hanya foto itu yang berhasil Lucas dapatkan, namun juga catatan kesehatan Tuan Jung selama 23 tahun ini.
Tidak ada catatan medis yang membuktikan jika dia benar-benar mengalami kelumpuhan apalagi kehilangan kemampuan berbicara dan berjalannya. Selama ini dia baik-baik saja, dan semua yang terjadi padanya hanyalah sebuah rekayasa.
Lucas menyelidiki Tuan Jung sampai keakar-akarnya. Dia juga menemukan fakta jika orang yang ada di balik tragedi yang menimpa kedua orang tuanya adalah dia, dan kecelakaan yang melibatkan keluarganya sendiri juga Tuan Jung yang merencanakannya.
"Serra, kenapa kau mempercayai begitu saja yang Papa katakan. Papa mengatakan itu supaya dia puas, anak tak tau diri ini seenaknya menuduhku tanpa bukti. Dan alasanku bertemu dengan asistenku karena dia butuh uang, jadi aku memberikan gajinya dimuka." Tuan Jung mencoba memberi penjelasan.
__ADS_1
"Karangan cerita yang sungguh hebat dan luar biasa, Papa. Lalu apa kau bisa menjelaskan tentang catatan medis ini, bagaimana kau bisa memberikan penjelasan dan pembelaan atas kebohonganmu selama 23 tahun ini?" Lucas menyerahkan catatan medis tersebut pada Tuan Jung.
Kedua mata Tuan Jung membelalak sempurna saat membaca catatan tersebut. Tangannya gemetar. "Ba...bagaimana bisa kau mendapatkan catatan ini?" Ia menatap Lucas penasaran.
Nyonya Jung yang penasaran merebut kertas itu dari tangan suaminya. Dan betapa dia sangat terkejut saat mengetahui fakta jika selama 23 tahun ini ternyata suaminya baik-baik saja.
"Hilman, apa maksudnya semua ini? Jelaskan padaku, kenapa kau membohongiku dan Johan tentang keadaanmu selama 23 tahun ini?" Tanya Nyonya Ivanka meminta penjelasan.
"Kenapa hanya diam saja, Pa? Apa perlu aku yang mejelaskan semuanya pada Mama dan Serra. Dan pasti kau tidak menyangka jika aku berhasil menemukan bukti-bukti orang dibalik kecelakaan yang menewaskan keluargaku adalah kau."
"Dan kecelakaan yang membuat kalian kehilangan Serra saat itu juga kau yang merancangnya bukan, termasuk hilangnya Serra. Kau membuat rekayasa seolah-olah dia hilang dan meninggal, padahal bayi malang itu dibawa pergi oleh salah satu orangmu untuk kemudian diserahkan pada keluarga Valentino." Ujar Lucas panjang lebar.
"LANCANG!! Berani sekali kau memfitnahku, dan atas dasar apa kau menuduhku, hah?! Memangnya bukti apa yang kau miliki untuk membuktikan semua ucapanmu itu!!"
"Kau terlalu meremehkan ku, Papa!!" Lucas menyeringai.
Suasana semakin menegang dan memanas ketika Lucas menunjukkan bukti-bukti yang semakin menyudutkan Tuan Jung. Bukti semua kejahatannya sudah berada di tangannya sekarang, sehingga pria itu tak mampu berkutik lagi.
Lucas tidak tau apa motif dan tujuan Tuan Jung yang sebenarnya. Sehingga dia tega menyingkirkan sahabat baiknya sendiri. Dan saking syoknya, sampai-sampai Nyonya Ivanka dan Serra sampai tak mampu berkata apa-apa. Mereka berdua benar-benar syok berat.
"Tentang rahasia besar yang telah kau tutupi selama puluhan tahun. Katakan pada mereka dengan jujur, atau aku sendiri yang akan mengungkapnya?!"
"Sebenarnya apa yang kau inginkan dariku, Lucas Xiao?!" Tanya Tuan Jung meminta penjelasan.
"Alasan dan motif utama kenapa kau menghabisi kedua orang tuaku!!"
"Jadi kau ingin tau apa alasannya? Kau ingin tau kenapa aku membunuh mereka dan merekayasa semua yang terjadi selama 23 tahun ini? Baiklah kalau kau memang ingin tau, aku akan memberitahumu dan membuka keburukan keluarga Xiao kalian yang terhormat ini!!"
Entah dendam seperti apa yang sebenarnya Tuan Jung miliki pada keluarga Xiao, sampai-sampai dia tega menghabisi orang yang selama ini sudah seperti saudaranya. Dan Lucas ingin tau apa motif dan tujuannya.
__ADS_1
"Kalian semua yang ada disini hanyalah boneka mainanku. Aku mengendalikan kalian semua demi kepentingan pribadiku. Kau Ivanka, apa kau pikir aku benar-benar mencintaimu selama ini, jika kau berpikir begitu, maka kau salah besar!! Aku tidak pernah mencintaimu tetapi hanya mencintai hartamu!! Johan dan Jessica, kau pikir mereka benar-benar darah dagingku? Kau salah besar, mereka memang anakmu, tapi bukan anakku!!"
"Mereka berdua bukan hasil dari benih kecebongku, tapi orang lain. Lagipula mana mungkin seorang impoten sepertiku bisa memberimu anak?! Kau saja yang terlalu bodoh sehingga aku dengan mudahnya mengendalikan dan memperalatmu."
"Dan asal kau tau saja, orang tuamu meninggal bukan karena sakit, tapi karena racun yang aku berikan secara bertahap selama bertahun-tahun. Aku muak mendengar mereka yang selalu membandingkanku dengan keluarga kalian yang super kaya itu. Dan aku menginginkan seluruh harta kalian menjadi milikku!!"
"Benar apa yang Lucas katakan. Aku memang tidak pernah sakit apalagi mengalami kelumpuhan. Semua itu hanyalah permainanku supaya aku bisa lebih bebas dan leluasa, selama puluhan tahun aku berhasil menyembunyikan dan menjaga rahasiaku dengan sempurna. Tapi sungguh tidak aku sangka, hari ini semua akan terbongkar."
"Lucas, sebenarnya aku bukanlah orang asing bagimu. Kita memiliki marga yang sama, Xiao!! Aku adalah putra angkat kakekmu yang sebenarnya. Dan si bodoh itu hanyalah alat yang aku bayar untuk mengelabuhi kalian semua."
"Tujuanku menyingkirkan kedua orang tuamu, karena aku ingin menguasai seluruh hartanya keluarga Xiao. Karena jika dia mati, otomatis semua hartanya akan bisa aku dapatkan dengan mudah. Aku sungguh menyesal karena telah membohongi kalian semua selama ini!!" Tutur Tuan Jung panjang lebar.
Bukan Jung Hilman, melainkan Xiao Dante yang kemudian merubah identitasnya di luar negeri menjadi Hilman Song. Sedangkan Jung sendiri adalah nama marga Nyonya Ivanka, yang kemudian dia pakai sebagai nama depan untuk marganya. Tujuannya adalah agar semua rencananya berjalan dengan sempurna.
"Lalu dimana ayah kandungku?" Tanya Serra setelah cukup lama diam.
"Di Neraka, dia sudah mati puluhan tahun yang lalu. Orang yang menanam benih di dalam rahim ibumu atas perintahku, dia sudah lama mati!!"
"Kau Iblis!!" Teriak Serra penuh emosi.
"Sayang pemerannya kurang satu disini, bagaimana kalau aku membuat kalian bertiga menjadi penghuni neraka?!" Jung Hilman, bukan...tapi Xiao Dante mengeluarkan sebuah senjata api dari balik pakaiannya lalu mengarahkan pada mereka bertiga secara bersamaan.
Dorr..
"Aaarrrkkkhhhh..."
Senjata itu terlepas begitu saja dari genggamannya karena timah panas yang Lucas lepaskan. "Kau pikir, sampah sepertimu bisa membunuhku?! Xiao Dante, inilah akhir dari perjalanan panjang mu!!"
-
__ADS_1
-
Bersambung.