
Perlahan keadaan Serra mulai membaik berkat dukungan dan support orang-orang yang ada disekelilingnya. Dan Serra pun mulai bisa menerima keadaannya. Dia pun mulai menjalani aktifitasnya secara normal pasca keluar dari rumah sakit satu Minggu yang lalu.
Senyum lebar menghiasi bibir ranumnya ketika melihat kedatangan sang ibu. "Ma," seru Serra. Nyonya Jung kemudian mencium kening putrinya tanpa melunturkan senyum lembut dari bibirnya.
"Mama membawakan banyak makanan kesukaanmu, mau makan sekarang?" Tawar Nyonya Jung.
Wanita itu menggeleng. "Nanti saja, aku masih kenyang. Lagipula aku tidak mungkin makan duluan tanpa menunggu Lucas terlebih dulu." Ujar Serra.
Nyonya Jung tersenyum seraya menangkup sisi wajah putrinya. "Baiklah kalau begitu, kau masih ingin disini atau masuk ke dalam?" Tanya Nyonya Jung. Dia datang atas permintaan Lucas, ia sedang pergi dan meminta Nyonya Jung untuk datang menjaga istrinya.
"Masuk saja, kita mengobrol didalam." Ucapnya dan di balas anggukan oleh Nyonya Jung.
"Baiklah, Sayang. Ayo masuk ke dalam."
-
-
Saat tak berada di rumah. Lucas tak perlu berpura-pura lagi untuk menjadi pria yang tidak sempurna. Perban yang biasanya dia pakai untuk membebat mata kirinya ia buang entah kemana.
Dengan di temani oleh Frans, Lucas pergi untuk menyelidiki kecelakaan yang terjadi malam itu. Dia yakin pasti menemukan petunjuk yang bisa membantunya menemukan siapa pelaku dari insiden yang membuat Serra harus kehilangan kemampuan berjalannya.
"Sisir setiap sudut dan pastikan kalian menemukan petunjuk yang kita butuhkan." Perintah Frans pada kedua anak buahnya.
"Baik, Tuan."
Kemudian Frans menghampiri Lucas yang berdiri memperhatikan sekelilingnya. Dia sedang mencari dan berusaha menemukan CCTV di lokasi. Bukan lokasi kecelakaan yang Lucas datangi, melainkan lokasi parkir tempat pesta hari itu dilangsungkan. Karena hanya di-sana dia bisa menemukan petunjuk tentang siapa orang yang merusak rem mobilnya.
"Tuan, kami masih belum menemukan petunjuk apapun. Sepertinya pelakunya bukan orang sembarangan, dia memperhatikan setiap pergerakannya dengan terperinci dan teliti."
"Periksa CCTV itu. Hanya itu satu-satunya petunjuk yang kita miliki." Frans mengikuti arah tunjuk Lucas. Rupanya bosnya itu menemukan sebuah CCTV yang letaknya sedikit tersembunyi sehingga pelaku tak menyadarinya.
"Baik, Tuan."
__ADS_1
Jika CCTV itu berfungsi dengan baik. Maka tak perlu waktu lama untuk Lucas mengetahui siapa pelakunya. Dan dia tidak akan melepaskan orang itu apapun alasannya. Lucas akan membuat dia membayar mahal atas perbuatannya. Kesedihan dan air mata Serra harus dia bayar dengan lunas.
Tak sampai 10 menit, Frans mendapatkan hasilnya. CCTV itu masih berfungsi dengan baik. Dan sungguh mengejutkan, orang yang berada di lokasi ternyata seseorang yang mereka kenal.
Gyuttt...
Tangan Lucas terkepal kuat. Amarah terlihat berkilatan dikedua matanya. Meskipun dia sudah mengetahui siapa pelakunya, tapi Lucas tidak akan bertindak gegabah. Karena kemungkinan orang itu juga dalang dibalik kematian orang tuanya.
"Tuan, apa yang akan Anda lakukan sekarang?" Tanya Frans.
"Kita biarkan saja dulu. Aku ingin tau dia adalah dalang dibalik kecelakaan itu atau bukan. Dan jika benar, aku ingin tau apa motif dan alasannya. Segera cari tau dan laporkan hasilnya padaku dengan segera!!"
Frans mengangguk. "Baik, Tuan. Akan segera saya lakukan."
"Ayo pulang!!"
Jika memang benar dia pelakunya. Siapa pun dia, Lucas tidak akan mengampuninya. Karena nyawa harus dibayar dengan nyawa.
-
-
Ia berjalan menghampiri Serra yang sepertinya belum menyadari kepulangannya. Lucas menepuk bahu Serra dan membuat perhatiannya teralihkan. "Lucas, kau sudah pulang?" Serunya. Lucas mengangguk. Lalu pandangan Lucas bergulir pada ayah mertua yang merangkap sebagai ayah angkatnya tersebut.
"Pa, kau juga datang." Ucapnya lalu duduk disamping Tuan Jung.
"Awalnya Papa tidak berniat datang. Tapi karena merindukan Serra, jadinya Papa menyusul Mamamu." Jawabnya. "Kau dari mana, Lu?"
"Pergi menyelidiki tentang kecelakaan malam itu. Aku benar-benar penasaran siapa dalang utama yang menyebabkan aku dan Serra mengalami kecelakaan malam itu." Jelasnya.
"Kau menemukannya?" Tanya Tuan Jung memastikan.
Lucas mengangguk. "Aku berhasil menemukan CCTV tersembunyi di lokasi, dan terlihat jelas siapa orang yang sudah merusak rem mobilku." Jawab Lucas.
__ADS_1
"Lalu apa rencanamu sekarang?"
"Belum ada, tapi aku sudah menyiapkan sebuah kejutan manis dan tak terduga untuk mereka berdua. Terutama untuk dalang utama dibalik kecelakaan itu." Tuturnya.
Kali ini Lucas akan membiarkan orang itu tetap berkeliaran bebas diluar sana. Tapi tidak untuk waktu selanjutnya, dia akan memberikan sebuah kejutan tak terduga jika memang terbukti dia pula yang menyebabkan kematian kedua orang tuanya.
"Karena suamimu sudah pulang. Mama dan Papa pulang dulu," ucap Nyonya Jung yang kemudian dibalas anggukan oleh Serra.
Selepas kepergian mereka berdua. Hanya menyisakan Lucas dan Serra. Wanita itu kemudian menatap Lucas yang berdiri di depannya dengan penasaran. Serra penasaran apakah Lucas benar-benar sudah menemukan siapa pelakunya.
"Apa kau benar-benar sudah mengetahui dan menemukan siapa pelakunya?" Tanya Serra, Lucas mengangguk. "Apa dia orang terdekat kita?" Ia memastikan. Lagi-lagi Lucas mengangguk. "Siapa orang itu, Lu?"
"Kau akan mengetahuinya cepat atau lambat. Jujur saja, aku hampir tidak percaya jika dia begitu tega melakukan itu padaku. Aku tidak masalah jika yang ingin dia bunuh adalah diriku. Tapi aku tidak bisa terima karena dia melibatkanmu. Itulah yang membuatku sangat marah, Serra!!"
"Lalu kenapa kau tidak segera mengambil tindakan?" Serra menatap Lucas penasaran.
"Aku masih mencari bukti-bukti untuk mengetahui apakah dia terlibat dengan pembunuhan keluargaku atau tidak. Jika memang terbukti, maka aku sendiri yang akan meledakkan kepalanya!!"
Serra mendekati Lucas. Dia meraih tangan suaminya dan menggenggamnya. "Apapun yang kau lakukan, apapun keputusanmu, aku akan tetap mendukungmu. Aku akan selalu berada di sisimu apapun yang terjadi."
Lucas berlutut di depan Serra lalu membawa wanita itu ke dalam pelukannya. Ia bisa terima jika dirinya yang disakiti. Tapi Lucas tak akan bisa menerimanya jika Serra yang disakiti. Dan Lucas tidak akan segan-segan menyingkirkan siapa pun yang berani menyakiti apalagi melukai istrinya.
Kemudian Lucas melepaskan pelukannya. Matanya mengunci sepasang biner Hazel milik Serra sambil mengukir senyum di bibirnya. "Apa yang kau senyumkan? Melihatmu tersenyum seperti ini membuatku merinding sendiri," ucap Serra setengah menggerutu.
"Aku bersyukur karena Tuhan mempertemukanku denganmu. Serra, kau adalah anugerah paling luar biasa yang Tuhan kirimkan untukku. Kau adalah harta paling berharga yang aku miliki dalam hidup ini, untuk itu, apapun yang terjadi jangan pernah meninggalkanku."
Serra menggeleng. Ia berhambur ke dalam pelukan Lucas. "Tidak akan, aku akan selalu berada di sisimu. Menemanimu dalam keadaan suka maupun duka. Lucas, aku mencintaimu!!!"
"Aku juga,"
-
-
__ADS_1
Bersambung.