"BALAS DENDAM" Istri Tangguh Sang Penguasa

"BALAS DENDAM" Istri Tangguh Sang Penguasa
Lebih Baik Aku Pergi!!


__ADS_3

"Kakak, aku pulang!!"


Lucas segera menghindar ketika Jenny berlari ke arahnya sambil merendahkan kedua tangannya. Alhasil bukan Lucas yang Jenny peluk melainkan tiang besar yang ada di belakang Lucas.


Gadis itu mempoutkan bibirnya kesal. Karena ulah kakak angkatnya, hidungnya terasa ngilu karena berbenturan dengan tiang tersebut. Jenny menatap Lucas dengan kesal. "Kakak, kenapa kau menghindar padahal aku ingin memelukmu?! Lihatlah karena ulahmu, hidungku jadi ngilu,"


"Bukannya kau sejak awal sudah tahu, aku paling benci disentuh oleh orang lain!!" Ucap Lucas menimpali.


"Orang lain bagaimana, jelas-jelas aku ini adalah adikmu dan kau mengatakan Jika Aku adalah orang lain?! Kau sangat keterlaluan, kak." Ucap Jenny kecewa.


Kemudian Serra datang dan menghampiri mereka berdua. "Oh, kau pasti Jenny ya. Perkenalkan, Aku Serra, Kakak iparmu. Istri dari kakakmu, untuk itu aku akan memberikan sedikit nasehat padamu. Kau memang adiknya, tapi dia sudah beristri dan berumah tangga. Jadi bersikap sedikit wajar, tidak usah terlalu kekanak-kanakan. Kau mengerti, selama kau tinggal di sini, kau harus mengikuti aturanku!!"


Jenny menatap Serra tak suka. "Siapa kau berani mengaturku, jangan hanya karena statusmu sebagai istri dari kakakku, kok bisa bersikap seenaknya di rumah ini. Aku adalah adiknya, dan aku yang lebih berhak berkuasa di rumah ini daripada dirimu!!"


Serra menyeringai sinis. "Benarkah, kenapa kau bisa begitu percaya diri, hm? Sebaiknya tanyakan langsung saja pada kakakmu, aku atau kau yang berhak untuk berkuasa di sini?!!"


Lalu pandangan Jenny bergulir pada Lucas."Kak, sebaiknya beritahu dia untuk tidak bersikap sombong dan sok berkuasa di sini, dan katakan juga padanya jika aku adalah adik kesayanganmu, jadi dia harus patuh dan mengikuti semua aturanku!!"


Lucas menyentak tangan Jenny dari lengannya dan menatapnya dingin. "Dia adalah nyonya di sini, jadi ikuti aturannya dan berhenti bersikap seolah-olah hubungan kita sangat baik. Ingat, Jenny. Hubungan kita berdua tidaklah sebaik itu, kau boleh saja adalah Putri angkat dari orang tuaku. Namamu sudah masuk ke dalam keluarga ini, tapi ingat satu hal, jika sejak awal aku tidak pernah suka kau masuk ke dalam keluarga ini. Dan Adikku hanya ada dua, mereka adalah Deriel dan Daniel, hanya mereka berdua!!" Ujar Lucas menegaskan.


Mendengar ucapan Lucas membuat kedua mata Jenny berkaca-kaca. Dia pikir sikap Lucas padanya bisa berubah setelah berpisah bertahun-tahun, tetapi Jenny salah, karena Lucas tetap tidak menganggapnya sampai detik ini. Dan itu membuatnya sakit.


"Maaf, Jenny. Sekarang kau sudah tahu bukan perbandingan antara Aku dan dirimu, jadi bersikap baiklah dan jangan banyak berulah. Atau aku sendiri yang akan mengusirmu keluar dari rumah ini!!" Ucap Serra menegaskan.


Serra tidak akan membiarkan siapapun bersikap seenaknya di rumahnya. Ia adalah Nyonya rumah, dan Lucas sudah memberikan kekuasaan penuh padanya. "Kau~!! Arrkkh, kalian sangat menyebalkan. Kakak aku membencimu, sebaiknya aku pergi saja dari sini. Percuma juga aku tinggal di sini tapi tidak diharapkan kehadiranku!!" Jenny cari kopernya jangan meninggalkan kediaman Lucas.


Serra menatap suaminya yang hanya menatap dingin kepergian Jenny. "Lu, kenapa kau membiarkannya pergi? Bagaimanapun juga dia adalah keluargamu, lalu dia akan tinggal di mana?"

__ADS_1


Lucas beralih menatap Serra. "Kau tidak perlu mencemaskan apapun tentang dia, Jenny bukan anak kecil lagi. Lagipula dia tidak akan kehabisan uang untuk menyewa sebuah penginapan ataupun apartemen, rumah ini akan terasa lebih baik tanpa kehadirannya. Sudahlah biarkan saja, ayo masuk aku lapar." Serra membalas tatapan Lucas dan mengangguk.


"Baiklah," kemudian keduanya berjalan beriringan menuju meja makan.


-


-


Daniel menghentikan langkahnya saat mata hitamnya tanpa sengaja melihat siluet seorang perempuan yang sangat tak asing berada di halte seberang jalan. Dia menarik pakaian belakang Deriel dan membuat saudara kembarnya itu nyaris terjungkal kebelakang.


"Yakk!! Apa-apaan kau ini?! Apa kau sengaja ingin membuatku terjatuh, hah!!"


"Diamlah dan jangan banyak protes. Cepat lihat ke sana dan bantu aku memastikannya. Itu benar Jenny atau mungkin aku yang salah lihat, tapi kenapa dia ada disini?!" Daniel mendorong kepala Deriel kearah halte.


Deriel menyipitkan matanya, tapi dia merasa tak yakin jika itu adalah Jenny. Lalu ia mengeluarkan sebuah teropong dari dalam tasnya untuk memastikannya lagi. Dan benar, itu memang Jenny.


Tapi sepertinya mereka memiliki sebuah rencana yang sangat bagus untuk mendapatkan keuntungan dari Jenny. Semoga mereka tidak menjual Jenny seperti mereka berdua menjual Axel dipr*stitusi online.


-


-


Lucas memasuki sebuah bangunan megah yang memiliki dua lantai. Seseorang menghubunginya dan mengajaknya untuk bertemu. Dan tentu saja dia tidak sendirian, karena Frans selalu ada untuk menemaninya.


"Tuan, sebaiknya Anda berhati-hati. Kita tidak mengenal siapa pria ini dan tujuannya mengajak Anda bertemu," ucap Frans memperingatkan.


"Aku tau harus bagaimana. Kau tidak perlu khawatir. Perintahkan pada anak buahmu untuk menunggu di luar. Kau ikut masuk ke dalam denganku!!"

__ADS_1


Frans mengangguk. "Baik, Tuan." Setelah memberi perintah pada anak buahnya, Frans mengikuti Lucas masuk ke dalam. Dan sesampainya mereka di dalam. Kedatangan mereka disambut oleh seorang pria yang sudah menunggu kedatangan mereka di ruang tamu.


Orang itu memberi perintah pada anak buahnya untuk meninggalkannya. Lalu ia mempersilahkan Lucas untuk duduk. "Tuan Xiao, silahkan duduk." Pria itu mempersilahkan. "Sudah lama saya mendengar nama besar Anda. Dan baru hari ini bisa bertemu langsung dengan Tuan," ucap pria itu sedikit berbasa-basi.


"Langsung saja pada intinya!!" Lucas menyela cepat.


"Sepertinya Anda bukankah orang yang suka basa-basi ya. Baiklah, saya akan langsung pada intinya saja. Tuan, ada hal penting yang ingin saya minta pada Anda. Dan ini menyangkut mengenai keselamatan seseorang." Ucap pria itu.


Lucas memicingkan matanya. "Maksudmu?!"


"Saya tau Anda memiliki banyak anak buah yang bisa diandalkan. Saya butuh persetujuan dari Anda untuk menyewa tenaga mereka. Saat ini ayah saya berada di rumah sakit dan nyawanya sedang terancam. Ayah saya adalah salah satu dewan yang sudah bekerja keras memperjuangkan hak rakyat. Tapi ada beberapa pihak yang tidak suka dan mencoba untuk membunuhnya."


"Ayah saya juga masuk rumah sakit karena perbuatan mereka yang menginginkan kematiannya. Beliau di tembak dan nyaris menembus jantungnya. Sampai saat ini beliau masih koma di rumah sakit. Saya akan membayar berapa pun asal Anda mengijinkan mereka untuk di sana sampai ayah sembuh dan keluar dari rumah sakit. Saya mohon," pria itu sampai berlutut di depan Lucas, memohon supaya dia mau membantunya.


Tak ada kebohongan yang Lucas lihat dari pancaran matanya. Hanya kejujuran saja, dan tatapan sendunya mengisyaratkan jika dia benar-benar membutuhkan pertolongan.


Meskipun Lucas sendiri tidak tau siapa pria ini dan darimana dia mengetahui tentang dirinya, tapi itu tidak penting. Yang terpenting adalah nyawa ayah laki-laki ini tak terancam lagi.


"Baiklah, aku akan mengijinkannya. Aku akan segera mengirim beberapa orang-orangku yang paling bisa dipercaya untuk menjaga ayahmu di rumah sakit!!"


Mata pria itu berbinar. Dia sampai menitihkan air mata saking bahagianya. "Terimakasih, Tuan. Terimakasih, saya tidak akan melupakan kebaikan Anda ini. Jika saya mampu, saya pasti akan membalasnya di kemudian hari!!"


-


-


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2