"BALAS DENDAM" Istri Tangguh Sang Penguasa

"BALAS DENDAM" Istri Tangguh Sang Penguasa
Tamu Tak Diundang


__ADS_3

Lucas memicingkan kedua matanya ketika tiba di rumahnya dan mendapati mobil hitam yang terlihat familiar terparkir dihalaman depan mansion mewahnya. Lucas turun dari mobilnya begitupun dengan Serra.


Serra memandang Lucas sambil menunjuk mobil tersebut dengan pandangan bertanya."Lu, ini seperti mobil kakek Xiao. Mau apa lagi dia datang kemari?" Tanya Serra penasaran.


Lucas menggeleng. "Aku sendiri tidak tau. Sebaiknya kita masuk dan memastikannya." Serra mengangguk. Keduanya kemudian berjalan beriringan memasuki mansion mewah tersebut.


Setibanya di dalam. Mereka berdua disambut oleh sebuah senjata api yang ditodongkan oleh Nyonya Anita. "Berikan hak pamanmu padaku. Aku adalah istrinya, jadi berhak mendapatkan harta itu." Wanita itu sepertinya sudah bosan hidup karena berani mencari masalah dengan Lucas.


"Hak apa maksudmu?"


"Hak milik mendiang pamanmu yang ada padamu. Bukankah pamanmu mendapatkan bagian 5% dari seluruh saham yang dimiliki oleh ayahmu. Dan aku memintanya sekarang!!" Pinta Anita menuntut.


Sadar jika itu bukan urusannya. Serra memutuskan untuk pergi dan meninggalkan mereka bertiga. Itu adalah masalah keluarga dan tidak seharusnya Serra ikut campur apalagi tentang harga keluarga Xiao.


"Oh, jadi kau menanyakan perihal saham itu. Tapi sebelum aku menyerahkannya padamu, bagaimana kalau kita hitung-hitungan dulu? Berapa banyak uang kantor yang sudah Paman Robin habiskan dan gelapkan selama bertahun-tahun. Dan jika ditotalkan, semua uang perusahaan yang telah dia gelapkan jumlahnya melebihi jumlah saham yang dia miliki. Aku akan memberikan saham yang 5% itu padamu, tapi sebelum itu kau harus mengganti rugi semua uang perusahaan yang digelapkan oleh suamimu. Tidak banyak, hanya satu triliun won. Bagaimana?"


Nyonya Anita nyaris saja jatuh pingsan setelah Lucas menyebutkan jumlah uang perusahaan yang telah digelapkan oleh mendiang suaminya. Akan tetapi Nyonya Anita tak bisa mempercayainya begitu saja.


"Bohong!! Pasti itu hanya akal-akalanmu saja supaya saham yang 5% itu tetap menjadi milikmu!!"


"Oh, jadi kau butuh bukti ya? Baiklah, akan aku tunjukkan buktinya padamu. Dan kita lihat, apa yang bisa kau lakukan setelah melihatnya sendiri dengan mata kepalamu!!" Ucap Lucas dan pergi begitu saja.


Tak berselang lama Lucas kembali dengan sebuah map yang ia pegang di tangan kanannya, Lucas mengeluarkan dokumen yang ada di dalam map itu lalu memberikan pada Nyonya Anita.


"Ini adalah semua bukti-bukti tentang penggelapan dana perusahaan yang dilakukan oleh suamimu. Ada rekaman CCTV-nya juga ketika dia menyuap karyawan bagian keuangan. Itu asli tanpa rekayasa. Dan apa kau tau kemana sebagian dana itu mengalir? Ke sebuah rekening atas nama Delia Wang!!"


Tangan Anita gemetaran ketika membuka semua laporan tertulis atas penggelapan dana yang dilakukan oleh mendiang suaminya semasa hidupnya. Tapi bukan itu yang membuat Anita terkejut, melainkan kemana sebagian dana itu mengalir.

__ADS_1


Anita mengangkat wajahnya dan menatap Lucas tak percaya. "A..Apa ini benar-benar dilakukan oleh Robin?" Tanya Anita dengan suara gemetar.


"Menurutmu siapa jika bukan dia? Kau bisa mendapatkan saham yang 5% tetapi dengan catatan harus mengembalikan semua dana yang telah digelapkan oleh Paman Robin. Aku tidak pernah membahasnya apalagi mengungkitnya mengingat jika dia sudah banyak berjasa pada perusahaan ditambah lagi kalian juga tidak akan mampu mengganti rugi semua uang yang telah dia gelapkan!!" Terang Lucas panjang lebar.


Melihat Anita yang tak mampu berkata apapun lagi. Kakek Xiao tentu saja tak tinggal diam, dia segera mengambil tindakan untuk membela menantunya tersebut.


"Lucas, kau jangan keterlaluan. Bagaimana pun juga Pamanmu memiliki hak atas perusahaan. Selama ini ayahmu lah yang sudah mencuranginya, jadi jangan mempersulit Bibimu. Lagipula itu sudah lama sekali, kenapa harus kau ungkit lagi? Anita dan anak-anaknya juga tidak tau apa-apa. Sebaiknya berikan saja saham yang 5% itu padanya!!"


"Sebaiknya Kakek tidak usah ikut campur. Masalah ini tidak ada hubungannya denganmu. Lagipula perusahaan itu dibangun oleh ayahku dengan keringatnya sendiri. Kau tidak ada hak untuk ikut campur, sebaiknya kalian pergi dari sini sebelum aku memanggil satpam untuk menyeret kalian keluar!!"


"Lucas, kau!!"


"Sudahlah, Ayah. Ayo kita pergi saja." Nyonya Anita menarik Kakek Xiao untuk meninggalkan kediaman Lucas. Dia tidak ingin berurusan dengan pria iblis ini lagi.


Lucas mengambil napas panjang dan menghelanya. Ada saja masalah yang datang. Jika ia mau, Lucas sudah mempermasalahkannya sejak lama, tetapi dia tidak mengambil tindakan apapun karena dia tau jasa besar yang telah dilakukan oleh mendiang pamannya.


Dan lagipula apa yang bisa meraka berikan untuk mengganti rugi semua dana perusahaan yang telah digelapkan oleh Robin Xiao.


.


.


Serra menoleh mendengar suara decitan pintu dibuka dari luar. Terlihat Lukas memasuki kamar lalu berjalan kearah lemari pendingin berukuran mini yang terletak disudut ruangan. Terlihat Lucas mengeluarkan mengeluarkan sebotol red wine dari dalam lemari itu.


"Apa mereka sudah pergi?" tanya Serra yang kemudian dibalas anggukan oleh Lucas.


"Mereka baru saja pergi," jawabnya datar.

__ADS_1


Serra mendekati Lucas kemudian duduk di samping suaminya. Ia mengambil gelas berisi wine yang hendak Lucas minum lalu meneguknya hingga tandas dan tak tersisa. Membuat Lucas terkejut dan sontak menatapnya dengan tajam.


"Serra, apa-apaan kau ini?! Kenapa sembarangan mengambil minumanku?! Bahkan kau sendiri tidak bisa minum!!" Bentak Lucas dengan nada sedikit meninggi.


Wanita itu mempoutkan bibirnya. "Kenapa malah membentakku?! Aku hanya minum sedikit saja, ini adalah minuman mahal dan aku ingin merasakannya sedikit. Bilang saja kalau kau tidak rela berbagi minuman itu denganku, dasar pelit!!"


Lucas menghela napas berat. Niatnya mau marah malah tidak bisa. Ekspresi wajah Serra ditambah ocehan yang keluar dari bibirnya membuatnya gemas sendiri. Kemudian Lucas meneguk sedikit winenya lalu membaginya pada Serra dengan mencium bibirnya.


Serra merasakan sensasi yang sangat luar biasa ketika wine itu masuk ke dalam tenggorokannya. Rasanya sangat berbeda dengan ketika ia meneguknya langsung dari gelas tadi. Kemudian wanita itu berpindah keatas pangkuan Lucas, sepasang tangan putihnya memeluk leher pria itu dengan mesra, ciuman mereka kembali berlanjut.


Wanita itu menerima setiap sentuhan bibir Lucas yang begitu manis dan terasa menghanyutkan. Ciuman yang awalnya begitu lembut berubah menjadi ciuman panjang yang menuntut. Membuat hawa malam yang semula dingin seketika menjadi panas.


Jari-jari Lucas menekan tengkuk Serra dan memperdalam ciumannya. Lidah Lucas menelusup masuk ke dalam mulut Serra dan mulai mengobrak-abrik isi dalam mulut hangat itu. Menyapu dinding-dinding rongga mulutnya, mengabsen deretan gigi putihnya dan terakhir membawa lidah Serra menari bersama.


Dan Lucas baru mengakhiri ciuman panasnya setelah merasakan pukulan ringan pada dadanya. Serra mulai kehabisan napas. "Tuan Muda, Xiao. Apa kau sengaja ingin membunuh istrimu yang cantik ini? Aku hampir saja kehabisan napas karena kegilaanmu!!" Serra mempoutkan bibirnya.


"Kenapa kau masih saja payah, Nyonya?! Padahal aku sudah mengajarimu berkali-kali cara ciuman yang benar. Dan jangan bilang kau belum berpengalaman sebagai alasan!! Itu sudah basi," Lucas tak mau kalah.


"Yakk!! Kenapa kau malah mendebatku?!"


"Siapa yang mendebatmu. Baiklah aku yang salah, aku minta maaf, kah puas?! Ini sudah malam ayo cepat tidur,"


Serra mengulurkan kedua tangannya sambil memasang wajah polos. "Gendong!!" Rengek wanita itu memohon. Lucas mendengus berat. Entah kenapa tingkah Serra semakin hari semakin manja saja. Tapi Lucas justru menyukainya. Karena dengan begitu, dia hanya bisa bergantung padanya.


"Dasar manja!!"


-

__ADS_1


-


Bersambung.


__ADS_2