"BALAS DENDAM" Istri Tangguh Sang Penguasa

"BALAS DENDAM" Istri Tangguh Sang Penguasa
Kerbau Beranak Kambing


__ADS_3

Seorang wanita terlihat meliukkan tubuhnya memasuki sebuah gedung bertingkat yang memiliki puluhan lantai. Beberapa orang yang berpapasan dengannya tampak membungkuk karena mereka tahu siapa wanita itu. Sedangkan wanita itu menyikapinya dengan tersenyum tipis.


Kemudian wanita itu masuk ke dalam lift untuk menuju ruangan suaminya yang berada di lantai paling atas. Baru saja pintu lift hampir tertutup, tiba-tiba sebuah tangan menghentikannya. Dua orang wanita masuk ke dalam lift tersebut.


"Maya, apa kau sudah dengar jika hari ini CEO kita datang ke kantor," tanya wanita berkacamata pada temannya yang bernama Maya.


"Tentu saja tahu, dan mana mungkin aku melewatkan hal sebesar ini. Ini adalah kesempatan yang sangat langka, untuk itu aku harus memanfaatkannya." Ujar Maya sambil membetulkan make up-nya.


"Maksudmu bagaimana?" si Gadis kacamata menatap maya penasaran.


"Kau ini bodoh sekali Betty. Presdir Xiao adalah lelaki normal, dengan menggunakan sedikit pesonaku, aku yakin bisa meluluhkannya. Apalagi selama ini belum ada satupun pria yang bisa menolak Pesona seseorang Maya Lim!!" ujar Maya dengan penuh percaya diri.


Betty membetulkan letak kacamatanya dan menatap temannya itu dengan pandangan tak terbaca. "Tapi Maya, Presdir kita kan sudah menikah dan memiliki istri. Jadi mana mungkin kau bisa menggodanya, apalagi aku dengar jika Presdir Xiao sangat mencintai istrinya." Tutur Betty.


"Itu kan baru katanya, lagipula kenapa jika dia sangat mencintai istrinya. Toh, dia juga hanya manusia biasa, yang bisa salah dan khilaf juga. Jangan panggil aku Maya Lim jika tidak bisa meluluhkan hati seorang Lucas Xiao apalagi mendapatkannya!!" terang Maya panjang lebar.


Perhatian Maya setuju pada cerminnya, perlahan tapi pasti ia mulai mengoleskan lipstik merah pada bibirnya yang tebal dan berisi. Tetapi sialnya, lipstik itu malah merusak penampilannya setelah lengannya disenggol dengan sengaja oleh wanita yang berdiri di belakangnya.


Sontak Maya menoleh kebelakang. "Yakk!! Apa-apaan kau ini, apa kau sengaja ingin merusak make-up ku?!" bentak Maya emosi.


Wanita itu memberinya sinis sambil melipat kedua tangannya di depan dada. "Kenapa kau berprasangka buruk padaku, padahal aku cuma mau membantumu dengan membuatmu lebih cantik. Seharusnya kau berterima kasih padaku," ucap wanita itu dengan seringai yang sama.


"Apa kau bilang, ingin membuatku lebih cantik?! Ini bukan membuatku lebih cantik, tapi kau malah membuat penampilanku terlihat buruk!! Apa kau tahu siapa aku ini, begini-begini aku adalah calon Nyonya besar di perusahaan ini!! Jadi jaga sikapmu, jika kau tidak ingin mendapatkan masalah besar!!" bentak Maya mengancam.


Dan sementara itu. Betty yang mengetahui siapa wanita yang sedang berdebat dengan Maya menjadi sangat panik, dia menyenggol lengan temannya dan meminta Maya untuk diam. Bukan wanita itu yang dalam masalah besar, tapi justru Maya-lah yang sedang berada dalam masalah.

__ADS_1


Maya menyentak tangan Betty ketika wanita berkacamata itu memintanya untuk diam. "Betty, sebaiknya kau diam saja dan tidak ikut campur. Biarkan aku memberi pelajaran pada wanita ini!!" teriak Maya emosi.


"Maya Aku mohon jangan, sebaiknya kita tidak mencari masalah dengannya. Atau kita sendiri yang akan dalam masalah besar. Ayo keluar, sebaiknya tidak usah cari gara-gara lagi dengannya. Nyonya, kami minta maaf!!" Betty membungkuk dan meminta maaf pada wanita itu yang lain dan tak bukan adalah Serra.


Serra keluar setelah kedua wanita itu menjauh. Karena terlalu asyik berdebat dengan Maya, sampai-sampai ia tidak sadar jika telah tiba ditempat tujuannya.


Dengan santai, Serra melewati bilik-bilik karyawan lalu masuk ke dalam ruang kerja suaminya. Sayangnya Lucas tidak ada di tempat.


Kemudian Serra menemui Mia, sekretaris Lucas. Dan dia memberitahunya jika Lucas sedang rapat dengan beberapa dewan direksi. Maya menyarankan supaya Serra menunggu di ruangan Lucas.


"Nyonya, ini saya bawakan kopi panas untuk Anda," Mia lalu meletakkan kopi itu diatas meja.


Serra tersenyum tipis. "Terima kasih maaf merepotkanmu,"


Mia menggeleng. "Bukan hal yang besar Nyonya, Anda tidak perlu sungkan. Kalau begitu saya keluar dulu," Mia membungkuk dan berpamit pergi. Namun segera dihentikan oleh Serra.


Mia mengangguk membenarkan. "Benar, Nyonya. Dia salah satu karyawan di perusahaan ini, memangnya ada apa anda bertanya tentang dia? Apa dia membuat masalah dengan Anda?" tanya Mia penasaran.


"Tidak apa-apa kok, aku hanya penasaran saja. Ya sudah, lanjutkan saja pekerjaanmu." Pinta Serra yang kemudian di balas anggukan oleh Mia. Kemudian Mia membungkuk dan meninggalkan Serra begitu saja.


-


-


Lucas dan Frans berjalan beriringan meninggalkan ruang rapat. Jika biasanya dia berjalan dibelakang Lucas, kali ini Frans berjalan tepat di samping majikannya tersebut. Mereka sedang membahas tentang poin-poin penting dalam rapat tersebut.

__ADS_1


"Sisanya aku serahkan padamu," ucap Lucas.


Frans mengangguk. "Baik, Tuan."


Mia menghentikan langkah mereka berdua dan memberitahu Lucas jika Serra datang dan sekarang sedang menunggu di ruangannya. Frans pun mengurungkan niatnya untuk ikut masuk kedalam ruangan atasannya. Ia tidak ingin mengganggu mereka berdua.


"Kenapa mau datang tapi tidak bilang-bilang dulu?" Tegur Lucas setibanya dia di ruangannya. Dia berjalan menghampiri Serra yang sedang sibuk dengan ponselnya.


Wanita itu mengangkat kepalanya. Sebuah kecupan hangat mendarat mulus di keningnya. "Awalnya aku tidak berniat untuk datang, karena kesepian di rumah, akhirnya aku memutuskan untuk menyusul kemari." Jelas Serra.


Lucas adalah orang yang bebas, meskipun dia menjabat sebagai CEO. Akan tetapi dia jarang sekali menginjakkan kakinya di perusahaan.


Selama ini Lucas selalu bekerja dari rumah, memantau semua hal yang terjadi di perusahaannya dari kejauhan. Dan sesekali saja dia datang berkunjung, itupun jika ada pertemuan penting. Seperti hari ini contohnya, jika tidak ada rapat dewan direksi, Lucas tidak mungkin datang ke kantor.


Selain itu, Lucas memiliki banyak orang-orang yang bisa di percaya untuk mengurus perusahaannya, salah satunya adalah Frans. Dialah yang menghandle semua pekerjaan kantor selama ini.


"Oh ya Lu, aku tadi bertemu dengan wanita genit dan dia sangat menyebalkan. Dengan terang-terangan mengatakan jika dia menyukaimu lalu berniat membuatmu bertekuk lutut padanya. Dia begitu yakin dan percaya diri, dan itu membuatku muak. Padahal di awal pernikahan kita, kau sudah memperkenalkanku, tapi masih ada saja yang tidak tau jika aku ini adalah istrimu. Dan itu sangat menyebalkan!!" Ujar Serra memaparkan.


Lucas tersenyum tipis. "Kau ini, kenapa masih saja mendengarkan orang lain. Bahkan sampai kerbau beranak kambing sekalipun, aku tidak akan pernah berpaling darimu. Karena hanya kau satu-satunya wanita yang aku inginkan Serra, jadi untuk itu jangan pernah mendengarkan apalagi ambil hati ucapan orang lain." Ucapnya sambil menangkup wajah Serra.


Wanita itu tersenyum lebar. "Aku selalu mempercayaimu dan sampai kapanpun akan tetap begitu." Balas Serra menimpali. Kemudian dia berhambur ke dalam pelukan suaminya.


"Terimakasih karena sudah mempercayaiku, Sayang. Aku berjanji untuk selalu setia padamu." Lucas mengangkat kedua tangannya dan membalas pelukan Serra.


-

__ADS_1


-


Bersambung.


__ADS_2