"BALAS DENDAM" Istri Tangguh Sang Penguasa

"BALAS DENDAM" Istri Tangguh Sang Penguasa
Susu Beracun


__ADS_3

"Untuk apa semua benda-benda itu?!"


Jenny menatap si kembar dengan pandangan bertanya. Dia menemukan berbagai perabot di ruang tamu apartemennya seperti tempat tidur, peralatan mandi, tempat penyimpanan pakaian dan masih banyak lagi. Dan siapa lagi yang membawanya jika bukan si kembar.


Daniel dan Deriel tersenyum lebar. "Nunna, mulai malam ini dan seterusnya kita berdua akan tinggal bersamamu disini. Agar tidak merepotkanmu, kita berdua sengaja membawa tempat tidur sendiri, lemari pakaian, peralatan mandi dan masih banyak lagi. Kita akan tinggal bersama-sama, dalam suka maupun duka." Ujar Daniel menuturkan.


"Apa kau bilang, kalian akan tinggal disini?" Jenny menggeleng. "Tidak, aku tidak setuju!! Bukankah kalian memiliki rumah, kenapa malah ingin tinggal bersamaku?!"


"Rumah yang mana lagi? Lu-Ge sudah mengusir kami keluar dari Mansion Xiao karena dia mendapati kami yang sedang menonton film p*rno. Dia mencabut semua fasilitas yang diberikan pada kami, lalu melarang kami untuk kembali lagi." Ujar Deriel, tentu saja dia berbohong. Karena Lucas tidak pernah mengusir mereka berdua.


"Kenapa hanya diusir saja, seharusnya Kakak mengirim kalian berdua ke neraka. Supaya di dunia ini tidak ada lagi orang seperti kalian berdua, setan kecil menyebalkan!!"


Daniel menggeleng. "Jika kami mati itu tidak baik, karena dunia ini akan kehilangan dua pangeran tampan yang sangat imut dan menggemaskan. Lagi pula kita berdua ini sangat baik, tidak sombong dan rajin menabung." Ujarnya.


Jenny mendecih sinis. "Terserah kalian saja lah, jangan kebanyakan tingkah selama tinggal disini, atau aku akan melempar kalian hidup-hidup ke jalan raya!!" Wanita itu beranjak dan pergi begitu saja. Dia tidak tau nasib buruk apa yang akan dialaminya ketika si kembar ikut tinggal bersamanya.


Keduanya saling bertukar pandang dan tertawa misterius. Dan bukan kembar-kembar nakal namanya jika tidak memiliki ide jahil untuk membuat Jenny kalang kabut nantinya. Karena mereka berdua sudah menyiapkan sebuah kejutan manis untuk wanita itu, special, spektakuler dan juga luar biasa.


-


-


Serra memagut dirinya di cermin. Jari-jari lentiknya mengusap perutnya yang tampak membuncit. Senyum hangat menghiasi wajah cantiknya. "Ahhh," dan dia memekik senang setiap kali merasakan pergerakan janin di dalam perutnya.


Wanita itu menoleh saat merasakan sepasang tangan kekar memeluknya dari belakang. Senyum hangat kembali terukir di bibirnya, Serra menatap Lucas dari pantulan cermin dengan senyum yang sama. "Dia nendang-nendang terus dari tadi. Anak kita sangat aktif,"


"Itu artinya dia tumbuh dengan sehat dan baik." Jawabnya. Serra mengangguk.

__ADS_1


Wanita itu melepaskan pelukan Lucas lalu berbalik badan, posisi mereka saling berhadapan. "Apa kau sudah mempersiapkan nama untuk bayi kita?" Tanya Serra. Lucas menggeleng, dia memang belum menemukan nama yang tepat untuk calon anaknya nanti.


"Bagaimana dengan kau sendiri, apakah sudah menemukan nama untuk anak kita saat lahir nanti?" Lucas balik bertanya.


Serra mengangguk. "Aster, bagaimana kalau anak kita nanti diberi nama itu. Aster memiliki dua arti, nama bunga dan juga bintang dalam bahasa Yunani. Karena dia adalah bintang dalam hidup kita, menurutmu bagaimana?"


"Nama yang sangat cantik dan indah, baiklah aku setuju. Kita beri dia nama Aster," jawab Lucas menyiapkan.


Sebenarnya Lucas sudah memiliki nama untuk janin di dalam perut Serra, hanya saja dia ragu untuk mengatakannya karena karena Lucas takut Serra tidak menyukainya. Itulah kenapa Lukas mengatakan jika dia belum memiliki nama untuk calon anaknya, karena dia ingin membiarkan Serra yang memberi nama untuk anak mereka.


"Dia ingin makan sesuatu yang manis, asam dan segar. Ayo keluar, aku ingin makan salad buah."


"Aku ganti baju dulu," Serra mengangguk. Suaminya itu masih memakai piyama yang dia pakai semalam.


Sembari menunggu Lucas yang sedang mengganti pakaiannya. Serra turun dan memutuskan untuk menunggu di bawah. Serra melihat segelas susu di meja makan, dan terlihat seorang pelayan menghampirinya.


Serra memicingkan matanya dan menatap pelayan itu penuh curiga. Pasalnya dia belum pernah melihat dia sebelumnya. Dan di samping itu, Serra juga tidak meminta untuk dibuatkan susu. Tapi kenapa wanita ini malah membuatkannya.


"Aku akan meminumnya setelah dirimu!!"


Pelayan itu mengangkat kepalanya dan menatap Serra penuh tanya. "Ma..Maksud Nyonya bagaimana?" Ia bertanya dan berpura-pura kebingungan.


"Iya, minum dulu susu itu. Aku tidak tau ada racunnya atau tidak di dalam susu itu, dan untuk memastikannya kau minumlah terlebih dulu!!" Pinta Serra lagi.


Pelayan itu menggeleng. "Maaf nyonya, saya tidak bisa meminum susu itu, karena saya alergi pada semua jenis susu." Jawabnya.


Mendengar penolakan pelayan itu membuat Serra semakin yakin jika susu tersebut memang tidak beres, apalagi gelagat pelayan itu sangat mencurigakan. Wanita itu menyeringai sinis, dia maju dua langkah lalu mencengkram rahang pelayan tersebut dan memaksanya untuk meminum susu tersebut.

__ADS_1


Pelayan itu menggeleng dan membuat susu itu tak bisa masuk semua ke dalam mulutnya. Dan baru beberapa tetes yang masuk sudah membuatnya terbatuk-batuk dan tidak bisa bernapas. Susu itu juga berbusa ketika menyentuh lantai.


Lucas yang baru tiba tampak kebingungan melihat pelayan itu terus memegangi lehernya sambil terbatuk dan seperti sesak napas. "Apa yang terjadi?" Tanya Lucas.


"Aku tidak tahu dari mana datangnya pelayan ini. Dia mencoba meracuniku dengan segelas susu. Saat aku memintanya untuk meminum susu itu, dia menolak untuk meminumnya dan beralasan alergi pada susu. Dia berniat membunuhku dan janin di dalam perutku!!" Jelas Serra.


Mendengar hal itu membuat Lucas menjadi sangat murka. Mata kanannya yang tajam menatap pelayan tersebut mematikan. Membuat dia ketakutan setengah mati, dengan susah payah pelayan itu meminta supaya Lucas tidak membunuhnya.


"Tu..Tuan, saya mohon ja..jangan bunuh saya. Sa..saya hanya menjalankan perintah saja." Ucapnya.


"Lalu siapa yang memerintahkanmu untuk meracuni istri dan calon anak kami?"


"Wa...Wanita bermarga Park, dia membayar mahal dan meminta supaya saya membunuh dan menghabisi istri Anda." Jawabnya.


Tangan Lucas terkepal kuat. "Park Minna, berani sekali dia menggali kuburnya sendiri. Segera seret wanita ini ke penjara bawah tanah dan berikan 100 cambukan padanya. Lalu seret dan bawa wanita bermarga Park itu ke hadapanku!!"


"Baik,Tuan."


Lucas bersyukur karena Serra sangat peka. Jika dia adalah wanita yang polos, entah bagaimana nasibnya saat ini. Mungkin saja dia sudah kehilangan keduanya.


Dan Lucas sangat menyayangkan dan menyesalkan kenapa wanita itu bisa menyusup masuk ke dalam rumahnya tanpa dia ketahui sama sekali. Penyamarannya memang terlalu sempurna, apalagi pelayan di rumahnya tidak hanya satu dua orang saja. Hingga Lucas tidak menghapal satu persatu wajah mereka semua.


-


-


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2