"BALAS DENDAM" Istri Tangguh Sang Penguasa

"BALAS DENDAM" Istri Tangguh Sang Penguasa
Dalang Di Balik Kebakaran


__ADS_3

Satu nama telah Lucas kantongi sebagai pelaku utama dari ledakan dan kebakaran besar di Mansionnya. Dan sungguh di luar perkiraannya, dia pikir itu adalah perbuatan musuh besarnya, tapi ternyata dugaannya salah besar.


Ternyata Itu adalah perbuatan anak tertua Marta dari suami pertamanya yang sengaja membuat pengalihan supaya dia bisa membebaskan adik dan ibunya yang saat ini sedang disekap oleh Lucas di mansion mewahnya.


Pemuda itu berhasil di tangkap saat berada di bandara dan hendak melarikan diri bersama ibu serta adiknya ke luar negeri. Saat ini ia disekap di sebuah ruangan yang jauh dari kata layak.


Ruangan itu berada di bawah tanah, udara di sana sangat pengap dengan aroma yang menyengat. Banyak tulang belulang manusia berserakan dimana-mana, membuat pria itu merinding sekaligus ketakutan. Ini adalah neraka.


Silau cahaya ketika pintu di buka dari luar membuat perhatiannya teralihkan. Ia menoleh ke arah pintu dan mendapati seorang pria berjalan menghampirinya. Wajahnya tak menunjukkan ekspresi apapun, datar. Tatapannya dingin dan penuh intimidasi, kalau dia tidak salah ingat, dialah yang bernama Lucas Xiao.


"Oh jadi kau orangnya, ternyata nyalimu besar juga ya!!" ucap Lucas tanpa banyak basa-basi.


"Sampai kapan kau akan menahanku disini? Di mana Ibu dan adikku?"


"Kau tenang saja, sampai saat ini mereka masih bernyawa. Ya meskipun aku sendiri tidak bisa memastikan bagaimana nasib mereka 1 jam kemudian!!" Jawab Lucas menimpali.


"Jangan sentuh mereka!!" pria itu berteriak.


Lucas menyeringai. "Memangnya kau siapa berani memerintahku?! Atau kau ingin tahu bagaimana kondisi mereka saat ini? Bagaimana jika aku Perlihatkan padamu?" tanya Lucas memberi penawaran. "Frans, bawa ponsel itu kemari dan perlihatkan Bagaimana kondisi mereka berdua padanya!!"


"Baik, Tuan."


Frans kemudian memutar video yang Lucas maksud. Kedua mata pria itu membelalak melihat bagaimana kondisi ibu dan adiknya saat ini. Keadaannya jauh lebih buruk dari yang dia bayangkan. Sekujur tubuh mereka berdua penuh luka melepuh seperti habis disiram air panas dan disulut api.


Lalu pria itu mengangkat wajahnya dan menatap Lucas dengan marah. "BRENGSEK!! APA YANG SUDAH KAU LAKUKAN PADA IBU DAN ADIKKU!!" bentak pria itu penuh emosi.


Lucas tersenyum meremehkan. "Kenapa kau terkejut? Bukankah hobimu bermain api? Dan bukankah sudah pasti ada yang terbakar," ucap Lucas dengan seringai yang sama.


"Kau benar-benar Iblis!!"


"Jika sudah tau aku ini iblis, tapi kenapa kau masih berani bermain-main denganku??!" balas Lucas menimpali. "Dan kau harus membayar perbuatanmu dengan harga yang sangat mahal. Berikan dia 100 cambukan, cabut semua kuku-kukunya dan siapkan air mendidih untuk memandikannya!!"


"Baik, Tuan!!"

__ADS_1


Pria itu berteriak, meronta, dan menghujani Lucas dengan berbagai kata-kata kasar. Nasibnya benar-benar buruk, dia tidak pernah menyangka jika hidupnya akan berakhir setragis ini. Berurusan dengan Lucas, sama saja dengan bunuh diri.


Sementara itu. Lucas meninggalkan ruangan itu sambil menyeringai lebar. Dan Itu adalah harga mahal yang dia bayar untuk menebus perbuatannya.


-


-


Deru suara mobil yang memasuki halaman luas Mansion megah milik ibunya membuat perhatian Serra teralihkan. Wanita itu berlari kearah balkon dan mendapati seorang pria turun dari sebuah mobil sport mewah berwarna silver tersebut.


Serra tersenyum lebar melihat Siapa yang datang, setelah menjadi bang toyib selama satu hari penuh, akhirnya Lucas pulang juga. Dan sudah pasti Serra akan membuat perhitungan dengannya.


"Oh masih ingat jalan pulang kau rupanya. Aku pikir karena terlalu betah di luar, sampai-sampai kau lupa jalan untuk pulang!!"


Lucas menghela nafas panjang. Baru juga sampai, bukannya disambut dengan pelukan hangat, ya malah disambut dengan omelan dan cibiran oleh istrinya.


"Dasar kau ini, suami pulang bukannya di buatkan minum malah diomelin!" Nyonya Jung tiba-tiba datang dan menjitak gemas kepala putrinya.


"Dia juga putra Mama. Mama tidak membelanya, lagipula suamimu keluar juga bukan untuk bermain-main. Sudah siapkan minum untuk Lucas, dan berhenti memasang muka jelek seperti itu!!"


"Mama!!" Serra menggantung ucapannya. Dengan kesal Serra menghentakkan kakinya dan pergi begitu saja.


Sedangkan Nyonya Jung dan Lucas menggelengkan kepalanya melihat tingkah dan perilaku wanita itu. Meskipun sudah dewasa, tapi tingkah laku Serra terkadang masih seperti anak kecil.


"Ma, kenapa kau bersikap keras padanya. Dia memang seperti itu, seharusnya Mama tidak mengomelinya. Lagipula salahku juga karena tidak menghubunginya hampir seharian ini."


"Mama tau apa yang sedang kau lakukan diluar sana, jika bukan Mama lalu siapa lagi yang bisa mengomeli Serra. Tidak usah dipikirkan, toh dia juga bukan tipe wanita yang bisa sampai berhari-hari marahnya. Sebentar lagi juga sikapnya sudah berubah. Kau pasti lelah, mandilah dulu supaya tubuhmu jauh lebih segar."


Lucas mengangguk. "Baiklah, Ma. Kalau begitu aku masuk dulu."


Selang beberapa saat Serra kembali dengan sebuah nampan yang berdiri kopi pahit untuk suaminya. Wanita itu tampak kebingungan karena tak menemukan batang hidung Lucas bersama ibunya.


"Ma, dimana Lucas?" Tanya Serra.

__ADS_1


"Dia sedang mandi. Sebaiknya kopi itu bawa ke kamar saja." Pinta Nyonya Jung yang kemudian dibalas anggukan oleh Serra. Wanita itu beranjak dari hadapan Nyonya Jung dan pergi begitu saja.


.


.


"Wow, Amazing!!"


Mata Serra berbinar-binar melihat Lucas yang baru keluar dari kamar mandi hanya berbalut handuk putih yang melingkari pinggulnya. Tubuh bagian atasnya polos tanpa sehelai benang pun, bertel*njang dada.


Meletakkan kopi yang baru ia seduh itu diatas meja lalu Serra menghampiri Lucas. Wanita itu mengalungkan kedua tangannya pada leher suaminya. Aroma maskulin yang menguar dari tubuh Lucas, Serra sangat menyukainya.


"Apa kau menginginkan sesuatu, Nyonya Xiao?" Lucas mengangkat dagu Serra lalu mengecup singkat bibirnya. "Matamu mengatakannya, Nyonya Muda."


"Jika iya memangnya kenapa? Lagipula ini milikku dan siapa yang berani melarangnya?!"


Lucas menggeleng. "Tidak ada, memangnya siapa yang berani melarangmu?! Apalagi semua milikku adalah milikmu, Sayang!!" Ucapnya setengah berbisik.


Dan selanjutnya bibir Serra sudah berada di dalam pagutan bibir Lucas. Pria itu terus memagut dan mel*mat bibir ranum tipis itu dengan lembut dan penuh perasaan, atas bawah bergantian.


Serra pun tak mau kalah dan membiarkan Lucas menguasai ciuman itu, Serra berinisiatif untuk mengambil alih ciuman tersebut tapi sayangnya Lucas tak membiarkannya. Sebelah tangan Lucas menekan tengkuk Serra sementara tangan kanannya memeluk pinggang wanita itu dengan erat, mendorong lebih dekat dan membunuh jarak diantara mereka.


Ciuman mereka berubah menjadi ciuman panas yang menuntut. Lucas menuntun Serra untuk berjalan mundur sebelum akhirnya mengungkung tubuh Serra di bawah tubuhnya. Dan tak bisa terhindarkan lagi, jika sebentar lagi akan ada sebuah pergulatan hebat antara pasangan satu ini. Ya, mereka hendak bercocok tanam.


"Kau siap?"


Serra mengangguk. "Aku siap,"


-


-


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2