
"Huuuaaaaa....."
Anton menjerit histeris setelah seluruh pakaiannya dilucut! oleh si kembar. Serra dan Lucas menyerahkan pria itu pada Daniel dan Deriel. Dan tentu saja mereka berdua sangat senang, bagaimana tidak, mereka kini mendapatkan mainan baru.
Tak hanya dilucut! semua pakaiannya, mereka berdua juga memajang Anton di depan umum dalam keadaan bulat, hingga keberadaannya menarik perhatian banyak pasang mata.
"Kkyyyyaaaaa!!! Pisang Rajanya bergelantungan manja!!!" Jerit seorang perempuan sambil menutup mukanya dengan kedua tangannya.
Tak sedikit wanita yang histeris melihat pemandangan itu, tapi tak sedikit pula yang merasa mendapatkan asupan vitamin mata secara gratis. Dan apa yang dialaminya saat ini tentu saja membuat Anton merasa tertekan setengah mati.
"Huahaha.... Siapapun tolong aku, kedua iblis kecil ini mengikatku dan melucuti semua pakaianku." Anton menangis histeris. Memohon agar orang-orang mau membantunya.
"Kau itu sudah melakukan kesalahan yang besar, jadi pantas untuk dihukum!!" balas Daniel menimpali.
"Kesalahan besar apa?! Kalian saja yang seperti iblis, huhuhu. Aku teraniaya, Tuan Muda dari keluarga Lim kehilangan kehormatan dan harga dirinya!!"
Anton adalah seorang Bos besar di sebuah club' malam yang di dirikan sendiri olehnya. Dia menjadi bos para G!golo dan wanita pengh!bur, dari bisnis yang dia jalankan itu Anton mendapatkan keuntungan yang sangat besar.
Karena tak hanya itu saja, masih banyak pekerjaan gelap yang dia jalankan selama ini seperti jual beli obat-obatan terlarang, perd*gangan gadis dibawah umur untuk dijual org*n dalamnya, dan masih banyak lagi pekerjaan gelap yang dia jalani.
Namun pamornya hari ini runtuh setelah bertemu dengan Serra, salah satu wanita yang nyaris menjadi korbannya. Ditambah lagi ikut campur Lucas dan si kembar yang membuatnya tak mampu berkutik sama sekali.
"Wow, Amazing!!"
Tiba-tiba seorang wanita menghampiri Anton dengan tatapan manja dan menggoda. Jari-jari lentiknya lalu meraih dan memegang burung Anton yang berdiri tegak dan mengeras. Wanita itu mengangkat wajahnya dan menatap Anton dengan tatapan menggoda.
"Kau memiliki senjata yang sangat luar biasa, apa kau berpengalaman untuk di atas ranjang? Aku berani membayarmu dengan harga yang sangat mahal, jika kau bisa memuaskanku." Wanita itu membelai wajah Anton dengan gerakan sesual.
"Aaahhhh..." Anton mend*sah kenikmatan ketika jari-jari lentik wanita itu menyentuh senjata tempurnya. "Aaahhh... He..Hentikan." rancau Anton memohon.
"Bibi, apa kau ingin dia memuaskanmu? Boleh-boleh saja, tapi itu harganya tidak murah karena dia sangat berpengalaman diatas ranjang." Ujar Daniel yang kemudian di balas anggukan oleh Deriel.
"Aku mau. Berapa banyak harga yang harus aku keluarkan untuk bisa membuatnya memuaskanku?"
"Tidak mahal, hanya sepuluh juta won saja (106 juta)," Deriel menjawab cepat.
__ADS_1
"Setuju, dan ini uangnya. Bawakan dia ke dalam kamarku." Pinta wanita itu pada si kembar.
"Dengan senang hati!!!" Jawab keduanya dengan kompak.
Dan seperti ketiban durian runtuh, mereka mendapatkan untung berkali-kali lipat. Meskipun tidak bekerja, mereka berdua tidak pernah kekurangan uang karena si kembar memiliki banyak ATM berjalan.
-
-
Lucas terkesiap saat Serra tiba-tiba duduk di pangkuannya sambil memeluk lehernya. Pria itu memicingkan matanya, tidak biasanya wanita ini bersikap manja padanya. "Ada apa, tidak biasanya kau bersikap seperti ini padaku?" Tanya Lucas sambil memeluk pinggang ramping Serra.
Serra menggeleng. "Tidak apa-apa, cuma ingin bermanja denganmu saja, apa tidak boleh?" Ucap Serra sedikit manja.
"Hm, sikapmu sungguh mencurigakan, Nona. Sebenarnya ada apa, katakan saja." Pinta Lucas lalu mengecup singkat bibir ranum Serra.
"Tadi ada teman kuliahku menghubungiku dan mengajak reuni akhir pekan ini. Tapi diwajibkan untuk membawa pasangan, dan aku berencana untuk mengenalkanmu pada mereka. Apa kau ada waktu untuk menemaniku?" Serra menatap Lucas penuh harap.
"Jadi karena hal itu sikapmu berubah padaku?" Serra mengangguk. "Baiklah, atur saja waktunya. Aku akan menemanimu pergi ke acara itu."
Lucas mendengus geli. Pria itu menggelengkan kepala melihat tingkah Serra yang seperti bocah, dan terkadang istrinya itu memang sangat kekanakan. "Dasar bocah!!"
-
-
Perjalanan mereka dengan pesiar mewah pun selesai hari ini. Semua telah kembali ke aktifitas masing-masing. Di pelabuhan Serra harus berpisah dengan kedua orang tua dan kakaknya.
Serra pulang bersama Lucas, sementara si kembar entah pergi kemana, mereka menghilang sejak turun dari pesiar. Kakek Xiao, Nyonya Anita dan kedua anaknya juga sudah pulang ke apartemen mereka.
"Lu, kenapa kau tidak masuk? Apa kau tidak pulang bersamaku?" Serra menatap Lucas penasaran.
"Kau pulang duluan saja, aku masih ada urusan yang harus diselesaikan. Aku akan pulang sebelum jam makan malam. Dan kau, kemudikan mobilnya dengan baik. Pastikan Nyonya sampai di rumah dengan selamat." Pesan Lucas pada sopir yang menjemput mereka.
"Baik, Tuan."
__ADS_1
Ternyata Lucas tidak ikut pulang bersama Serra. Dia masih memiliki satu urusan penting yang harus diselesaikan. Lucas tidak bisa menundanya karena hal itu berhubungan dengan penyebab kematian kedua orang tuanya puluhan tahun silam. Yang Lucas yakini bukan murni karena kecelakaan.
Dan setelah memastikan mobil yang ditumpangi oleh Serra meninggalkan pelabuhan, Lucas segera masuk ke dalam sedan hitam yang datang menjemputnya. Dan mobil itulah yang nantinya akan membawa dia menuju lokasi.
.
.
Mobil sedan itu berhenti disebuah bangunan sederhana yang terletak jauh dari keramaian kota. Terlihat dua anak buahnya berjaga di depan pintu masuk, sedangkan di dalam sudah ada Frans dan dua anak buahnya yang lain.
Mereka berdua segera membungkuk saat melihat kedatangan Lucas. Lucas adalah seorang bos besar yang sangat mereka hormati dan segani. "Dimana, Frans?" Tanya Lucas pada kedua pria itu.
"Dia ada di dalam, Tuan."
"Tetap disini dan pastian keadaan sekitar aman. Habisi siapa pun yang tampak mencurigakan. Aku tidak ingin eksekusi hari ini mengalami hambatan!!"
"Baik, Tuan."
Lucas kemudian masuk ke dalam. Terlihat seorang pria dan seorang wanita berlutut di lantai dengan tangan terikat dan mulut tertutup lakban. Dan Lucas mengenali betul siapa kedua orang itu.
Mereka adalah mantan pelayan dan supir yang dulu pernah bekerja pada keluarganya. Tetapi mereka tiba-tiba menghilang setah kematian orang tuanya. Padahal sopir itu adalah orang yang mengemudikan mobil pada saat itu.
"Apa kalian masih mengingatku?" Lucas menatap keduanya bergantian.
"Siapa kau?! Dan masalah apa yang kami miliki denganmu, sampai-sampai kau mengirim anak buahmu untuk mengobrak-abrik rumahku ini dan menyekap kami seperti ini?!" Tanya pria itu meminta penjelasan.
"Sungguh kalian berdua tidak mengingatku?! Aku adalah satu-satunya anak yang selamat dalam tragedi kecelakaan puluhan tahun yang lalu!!" Jawab Lucas menjelaskan.
Sontak kedua mata pasangan itu membelalak saking kagetnya setelah mendengar dan mengetahui siapa pria dihadapannya ini.
"Apa?! Jadi kau adalah, Lucas Xiao?!"
-
-
__ADS_1
Bersambung.