"BALAS DENDAM" Istri Tangguh Sang Penguasa

"BALAS DENDAM" Istri Tangguh Sang Penguasa
Axel Dijual


__ADS_3

"Berhenti kau!!"


Maya menghentikan langkah Serra ketika melihat wanita itu keluar dari ruangan CEO. Serra memicingkan matanya dan menatap Maya penuh tanya. "Ada apa, apa kau ada perlu denganku?"


"Kenapa kau keluar dari ruangan presdir, memangnya apa hubunganmu dengannya? Dan juga, kenapa pula si cupu itu begitu takut dan sangat menghormatimu?!" tanya Maya penasaran.


Serra menatap Maya dengan seringai meremehkan. Sepertinya dia perlu memperkenalkan dirinya pada Maya secara formal dan jelas.


"Oh, jadi kau ingin tahu siapa aku? Baiklah, kalau begitu perkenalkan. Aku adalah Serra Jung, putri keluarga Jung sekaligus istri dari pemilik perusahaan ini, Lucas Xiao!!"


Kedua mata Maya membelalak saking kagetnya. "A..Apa kau bilang. Kau adalah istri dari Presdir Xiao?" Serra mengangguk membenarkan. Maya berjalan mundur sambil menggelengkan kepalanya, jika Serra adalah istri CEO perusahaan ini. Itu artinya ia sudah mencari masalah dengan orang yang salah.


Serra menatap Maya dengan sinis, giliran sudah tahu siapa dirinya saja langsung kabur. Padahal dia tadi berkaor-kaor tidak jelas mengatakan ini dan itu. "Benar-benar wanita tidak tahu malu!!" Serra melanjutkan langkahnya dan melenggang pergi meninggalkan kantor suaminya.


Dia lapar dan tidak bisa menunggu Lucas yang sedang meeting dengan tamunya yang baru saja tiba. Jika iya sampai menunggu Lucas, Serra harus melewatkan makan siangnya satu sampai dua jam. Sedangkan ia tidak kuat menahan lapar. Itulah kenapa Sera memutuskan untuk makan siang lebih dulu.


-


-


Siang ini cuaca lumayan terik di dalam ruangan yang full AC, lihat dua pria berpakaian formal duduk saling berhadapan. Mereka adalah Lucas dan Jimmy Lee yang datang untuk mengajukan kerjasama. Proposal yang Jimmy ajukan begitu menarik hingga Lucas tak ragu untuk menyetujui pengajuan kerjasama tersebut.


"Proposal ini sangat menarik dan terinci dengan baik. Semoga kerjasama kita akan saling menguntungkan," ucap Lucas lalu menjabat tangan Jimmy.


"Senang bekerja sama dengan Anda tuan Xiao, semoga kita bisa menjadi rekan kerja yang lebih baik lagi." Ucap Jimmy lalu balas menjabat tangan Lucas.


Kerjasama dua perusahaan telah disepakati, jika itu menguntungkan perusahaannya maka kenapa tidak. Lagi pula Lucas mengenal pria di depannya ini dengan baik, Jimmy bukanlah orang yang suka berkhianat dan mengecewakan rekan bisnisnya. Sudah lebih dari dua kali perusahaan mereka bekerja sama.


"Ya, semoga saja," jawab Lucas menimpali.

__ADS_1


"Kalau begitu saya permisi dulu, Tuan." Lucas mengangguk.


Setelah memastikan tamunya sudah pergi Lucas bergegas meninggalkan perusahaannya dan menyusul Serra yang pergi untuk makan siang. Tak lupa ia mengirim pesan singkat pada istri tercintanya itu, dan meminta Serra untuk menunggu. Dan Serra pun mengiyakannya.


-


-


Keberadaan Sera di cafe yang seorang diri menyita perhatian beberapa pasang mata. Tampak beberapa pria yang duduk di satu meja menatap wanita itu dengan tatapan yang sulit dijelaskan, mereka melihat penampilan Serra dari ujung rambut sampai ujung kaki. Dia begitu menarik hingga membuat mereka tertarik untuk mendekatinya.


Dua diantara dua pria itu terlihat bangkit dari duduknya dan mendekati meja Serra. Mereka ingin berkenalan dengannya sekaligus meminta nomor ponselnya.


"Halo, Nona. Sendirian saja, boleh kami temani?" Ucap salah satu dari kedua pria itu. Tatapannya liar, lapar, dan ingin menerkam. Dan bukannya menanggapi ucapan pria itu, Serra malah mengajukannya. Dia tetap asik dengan ponselnya.


Merasa diabaikan dan diacuhkan membuat kedua pria itu merasa tersinggung. Baru saja mereka berdua hendak membuka suara, seseorang tiba-tiba datang dan membuat nyali mereka langsung mencium. Bagaimana tidak, dua mata berlatih yang sangat tajam menempel pada leher masing-masing. Orang itu lalu mendekatkan bibirnya ke telinga mereka berdua.


Keringat dingin langsung membanjiri tubuh keduanya, dengan kaku mereka menoleh ke belakang dan tajamnya mata pisau itu sedikit menggores leher salah satu dari kedua pria tersebut. Menimbulkan rasa panas perih dan sakit yang luar biasa. Karena Lukas melumuri belatinya dengan racun, racun itu memang tidak berbahaya namun menimbulkan efek yang sangat luar biasa.


Serra tersenyum meremehkan setelah melihat ketakutan mereka berdua, dua pengecut yang sangat menyedihkan. Dan setelah kedua pria itu pergi, Lucas duduk di kursi kosong seberang meja dan berhadapan dengan Serra.


"Maaf sudah membuatmu menunggu lama, kau sudah makan siang?" Serra menggeleng, meyakinkan pada suaminya jika dia belum memesan apapun selain minuman.


Lucas menatap Serra dan mendengus geli. Bagaimana bisa dia mengatakan jika belum memesan makanan apapun, padahal dari luar Lucas melihat seorang pelayan membersihkan meja Serra. Selain itu ada sisa makanan di sudut bibir Serra.


"Jika memang belum memesan apapun, lalu apa yang ada disudut bibirmu ini?" Lucas membersihkan sisa makanan di suatu bibir Serra dengan jempol kanannya.


Wanita itu mempoutkan bibirnya. "Jangan meledekku, aku hanya memesan sedikit makanan karena terlalu lapar. Tidak banyak kok hanya sedikit, hanya dua porsi saja dan itu pun hanya porsi kecil." Ujarnya pemberi penjelasan.


Lucas terkekeh geli. Padahal dia tidak mempersalahkannya tapi kenapa Serra harus memberikan penjelasan padanya segala. Mau memesan sebanyak apapun, itu tak masalah bagi Lucas.

__ADS_1


Namun satu hal yang membuat Lucas heran, padahal Serra memiliki hobi makan dan makanannya tidak sedikit, tapi berat badannya tetap dan tidak gemuk sama sekali. Lalu kemana perginya makanan-makanan itu? Benar-benar hal yang langka sekaligus aneh tapi nyata.


"Baiklah, kalau begitu sekarang pesan lagi. Menu makan siang kali ini kau aja yang menentukannya." Ucap Lucas dan segera dibalas anggukan oleh Serra.


"Oke,"


-


-


"Apa-apaan ini?!"


Axel memekik keras saat menemukan fotonya terpajang di situs pr*stitusi online. Apalagi seingatnya ia tidak pernah memajang fotonya di situs semacam itu. Banyak bokingan masuk, dan banyak wanita yang menawarnya dengan harga tinggi.


Tak hanya foto Axel yang terpasang di sana. Tetapi juga foto yang disertai ukuran dan besar senjata tempurnya. Dan yang menjadi pertanyaan Axel, siapa yang sudah memasang fotonya di situs tersebut.


"Paman," seru si kembar yang entah dari mana datanya tiba-tiba sudah ada di depannya. "Apa kau sudah melihatnya?"


Axel memicingkan matanya. "Melihat apa maksud kalian?" Ia menatap keduanya bergantian. Seketika pikirannya tertuju pada satu hal. "Jangan bilang jika kalian berdua yang memajang fotoku di situs pr*stitusi online?!" Tebak Axel 100% benar.


Keduanya mengangguk dengan kompak. "Ya, memang kami berdua yang memajangnya. Kau kan sudah tidak bisa menghasilkan uang lagi untukku dan Daniel, apalagi kau sudah tidak memiliki pekerjaan. Jadi kami membantumu untuk menghasilkan lebih banyak uang!!" Jawab Deriel dengan santainya.


Sontak kedua mata Axel membelalak sempurna. Dengan keras ia memekik. "Jadi kalian menjualku?!"


-


-


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2