"BALAS DENDAM" Istri Tangguh Sang Penguasa

"BALAS DENDAM" Istri Tangguh Sang Penguasa
Kejutan Untuk Jerry


__ADS_3

Sore menjelang malam. Beberapa mobil mewah terlihat melaju beriringan di jalanan kota yang juga padat kendaraan. Mobil-mobil itu menyalip beberapa kendaraan lain yang mereka anggap sebagai siput berjalan karena melaju dengan kecepatan sedang.


Hampir empat puluh lima menit berkendara, mobil-mobil itu berhenti di depan sebuah rumah mewah yang memiliki tiga lantai. Seorang pria turun dari bangku kemudi kemudian membuka pintu pagar yang masih tertutup rapat itu.


Mobil-mobil itu kembali melaju dan memasuki rumah mewah tersebut. Satu persatu lihat turun dari mobil tersebut, dan Jerry tanpa salah satu di antara mereka.


Jerry memperhatikan bangunan mewah nan megah itu dengan seringai sinis andalannya. Tak lama lagi rumah kokoh dihadapannya ini akan menjadi miliknya, begitu pun dengan sosok cantik yang ada di dalam sana. Yang nantinya akan Jerry jadikan permaisurinya.


Brakkk...


Jerry mendobrak keras pintu utama rumah itu. Segala kemewahan yang Jerry temukan di Mansion Xiao bisa dia temukan juga di rumah ini. Tak hanya besar dan megah, bahkan semua perabotan yang ada di rumah ini bernilai jual tinggi. Salah satunya adalah patung giok berbentuk salah seorang wanita tercantik dari zaman Dinasti Han 'Diao Chan'.


"Hahaha... Ini semua akan segara menjadi milikku. Aku akan semakin kaya dan semakin berkuasa. Hahaha... Hahaha... Hahaha..."


"Benarkah?! Kenapa kau percaya diri sekali?!" Sahut seseorang dari belakang.


Sontak Jerry menoleh dan mendapati Lucas yang sedang menuruni tangga. Meskipun perban masih belum mau beranjak dari luka-lukanya. Tapi pria itu terlihat baik-baik saja. Dan itu membuat Jerry terkejut bukan main.


"Lu..Lucas, kau masih hidup?"


Lucas menyeringai dingin. "Kenapa kau terkejut melihatku masih hidup, Paman? Apa kau memang mengharapkan kematianku?!" Ia menatap Jerry dengan serius.


Jerry menggeleng. "Bu...Bukan begitu. Aku hanya terkejut karena kau masih hidup disaat semua orang mengira kau sudah mati!!" Ucapnya terbata-bata.


Lagi-lagi Lucas menyeringai sinis. Melihat ekspresi Jerry membuatnya ingin tertawa keras. Rasanya sangat menggelikan melihat bagaimana ekspresi Jerry saat ini. Tadi dia yang begitu sombong dan arogan tiba-tiba ketakutan seperti seekor tikus yang tidak berdaya.


Lucas menghampiri Jerry. Pria berdarah dingin itu mengeluarkan senjata api dari balik kemeja hitam yang ia pakai lali mengarahkan pada kepala Jerry. Mata kanannya yang tajam menatapnya berbahaya, membuat Jerry semakin berkeringat dan ketakutan.


Sebenarnya Jerry bukanlah seorang pemberani, melainkan seorang pengecut. Dia selalu saja sesumbar jika dirinya mampu menghancurkan dan menghabisi Lucas, namun pada kenyataannya Jerry selalu ketakutan ketika berhadapan langsung dengannya. Nyalinya langsung menciut ketika melihat langsung tatapan iblisnya.

__ADS_1


"Benarkah? Aku pikir kau terkejut karena melihatku masih hidup, dan apakah kau datang untuk bersenang-senang? Bagaimana kalau aku menemanimu bersenang-senang sebentar?" Tanya Lucas memberi penawaran.


"Bersenang-senang bagaimana maksudmu?" Tanya Jerry memastikan.


"Tentu saja bersenang-senang yang mampu membuatmu mengingatnya seumur hidup." Jawab Lucas dengan seringai yang sama.


Kemudian Lucas memberi kode pada anak buahnya. Dua orang menghampiri Jerry lalu memegangnya dengan erat. Membuat dia bertanya-tanya. "A..Apa yang kalian lakukan? A...Apa yang sebenarnya kau inginkan?" Ia menatap Lucas penasaran.


Lucas menepuk pipi Jerry. "Santai saja, Paman. Bukankah sudah lama sekali kita tidak bertemu? Jadi bukankah biasa jika paman dan keponakan yang lama tidak bertemu melakukan sebuah permainan kecil-kecilan? Cepat bawa barang itu kemari!!"


"U..Untuk apa madu itu?" Tanya Jerry terbata-bata. Dia alergi pada Madu, dan Jerry bisa mendapatkan masalah besar jika sampai mengkonsumsinya.


"Aku lihat Paman kurang vitamin, jadi aku sengaja memesan madu alam ini untukmu. Dan sebagai keponakan yang baik, aku akan membuatmu menjadi lebih sehat." Ujar Lucas.


Jerry menggeleng, memohon supaya Lucas tidak memberikan madu itu padanya. Bukan hanya sekedar alergi biasa, tetapi madu itu juga bisa membunuhnya secara perlahan-lahan.


Lucas begitu menikmati ketika melihat Jerry yang begitu tersiksa ketika madu-madu itu masuk ke dalam mulutnya. Tubuhnya memberikan respon yang begitu luar biasa, tak hanya mengalami sesak nafas saja, tetapi juga muncul bercak-bercak merah yang menghiasi sekujur tubuh Jerry. Alerginya mulai bereaksi.


Lucas menarik rambut Jerry hingga kepalanya mendongak kebelakang. Sebuah belati kecil dia mainkan disekitar wajah Jerry, beberapa kali dia sampai menelan ludah saking takutnya. "Ma..Mau apa kau sebenarnya?" Dia mulai ketakutan.


"Lihat baik-baik mata kiri-ku ini. Karena ulahmu aku nyaris saja mengalami kebutaan sebelah. Dan apa kau tau betapa mahalnya harga mata ini? Mata ini jauh lebih mahal daripada nyawamu sekalipun, dan dengan sengaja kau malah membuatnya nyaris buta!!" Cecar Lucas sambil menunjuk mata kirinya yang terbalut perban.


"Bu..Bukan salahku. Aku tidak melakukan apapun padamu, jadi kenapa kau malah menyalahkan ku?!"


Lucas menatap Jerry tak percaya. Dia masih bisa membual dan mengatakan omong kosong?! Sungguh seorang membual yang handal.


"Tidak melakukan apapun padaku?! Heh, benarkah? Lalu siapa dalang utama dibalik kecelakaan yang aku alami sampai membuat orang kepercayaanku koma? Lalu kau pergi ke mansion utama Xiao dan menguasainya, sekarang kau datang kemari karena ingin mengambil wanitaku, apa itu bukan termasuk perbuatan buruk HAH?!" Bentak Lucas diakhir kalimatnya.


Lucas menarik kembali kepala Jerry hingga kepalanya tertarik kebelakang. Dengan seringai iblis disudut bibirnya, Lucas mengangkat tinggi-tinggi belati itu dan...

__ADS_1


JLEBBB...


"Arrrkkhhhh...Mataku!!" Tubuh Jerry seketika terguling di lantai. Dia terus memegangi nata kanannya yang tak henti-hentinya mengucurkan darah segar karena apa yang baru saja Lucas lakukan. "Arrrkkhhhh... Sakit, mataku sakit!!"


Lucas begitu puas melihat Jerry yang tampak sangat kesakitan itu. "Anggap saja itu sebagai harga yang harus kau bayar karena sudah berani membuat istriku sampai menangis. Ikat dan kuliti dia, cabut semua kuku-kukunya dan jangan coba-coba untuk memberinya makan!!"


"Baik, Bos!!"


Kemudian Lucas melenggang pergi dari hadapan Jerry yang sedang berteriak dan meronta supaya di lepaskan. Berbagai sumpah serapah dia berikan pada Lucas, sungguh nasib yang sangat tragis Jerry. Niatnya ingin mengambil semua milik Lucas, tapi justru dia sendiri yang celaka.


Karena berani mencari masalah dengan iblis seperti Lucas sama saja dengan bunuh diri. Dan sayangnya itu yang tidak dipahami oleh Jerry sama sekali.


.


.


"Serra, keluarlah."


Mendengar suara Lucas memanggilnya. Membuat Serra merasa lega. Sedari tadi dia tidak bisa merasa tenang karena takut sesuatu yang buruk terjadi dan menimpa suaminya.


"Lucas," tubuh pria itu terhuyung kebelakang karena pelukan Serra yang tiba-tiba. "Aku lega kau baik-baik saja." Ucapnya lirih.


Lucas tersenyum tipis. "Aku tidak mungkin membiarkan diriku terluka lagi dan membuatmu cemas. Sudah ayo turun, temani aku makan. Aku lapar." Serra tersenyum dan mengangguk.


"Baiklah, ayo."


-


-

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2