"BALAS DENDAM" Istri Tangguh Sang Penguasa

"BALAS DENDAM" Istri Tangguh Sang Penguasa
Serra Hamil


__ADS_3

Nasib Axel sungguh sangat-sangat sial. Sudah kehilangan segalanya, mobil, tempat tinggal dan uang habis dirampok oleh si kembar, lalu sekarang mereka malah menjualnya di situs pr*stitusi online.


Tak tanggung-tanggung, mereka memberinya dengan bandrol harga 10 juta won untuk satu kali pakai. Dan uang yang dia dapatkan hanya sebesar 2 juta won saja, sementara yang 8 juta won adalah bagian mereka berdua.


"Axel, kakek tidak sengaja melihat fotomu disebuah situs pr*stitusi online. Apa sekarang kau menjual diri untuk memenuhi kebutuhanmu?" Tanya Kakek Xiao. Dia tanpa sengaja melihat foto Axel terpajang di situs yang sering ia kunjungi ketika sedang membutuhkan kehangatan.


Axel menatap kakek Xiao dengan sinis."Jangan berpikir yang tidak-tidak, itu adalah kerjaan dua bocah laknat itu. Jika bukan karena mereka berdua yang memajang fotoku dan menjualku di situs laknat itu, aku tidak akan mendapatkan banyak masalah seperti ini!!" Ujarnya menjelaskan.


"Masalah bagaimana, jelas-jelas mereka berdua mendatangkan tambang yang untukmu. Kau bisa bekerja dengan santai tapi berpenghasilan tinggi. Jika satu tamu bisa memberimu jutaan won, coba kau hitung jumlah keuntungan yang bisa kau dapatkan jika berhasil melayani lebih dari tiga orang." Tutur Kakek Xiao.


Axel terdiam selama beberapa saat setelah mendengar apa yang pak tua ini katakan. Memang benar apa yang kakek Xiao katakan, dia tidak perlu bekerja terlalu keras tapi uang terus mengalir. Lalu kenapa tak dia nikmati saja pekerjaan yang ada.


"Apa yang kau katakan benar juga, kenapa aku tidak kepikiran sampai sana. Seharusnya aku mendapatkannya bukannya mengeluhkannya!!"


"Nah itu makanya kakek berencana untuk ikut denganmu. Karena Kakek juga ingin memiliki penghasilan sendiri yang banyak."


Axel menatap kakek Xiao tak percaya. Apakah dia tak salah dengar, bagaimana dia bisa memuaskan para tamu sementara senjata tempurnya saja sudah tidak mampir berdiri tegak lagi.


"Aku tidak janji. Kita lihat saja nanti. Aku harus bersiap-siap. Ada bokingan malam ini."


"Yakk!! Axel kakek bersungguh-sungguh!!"


-


-


Serra merasakan ada yang salah pada dirinya. Sejak pagi dia mual-mual terus dan makanan apapun yang masuk ke dalam perutnya pasti dia muntahkan. Serra tak merasa jika dirinya sedang sakit ataupun kurang enak badan, tubuhnya baik-baik saja dan dia tak merasakan keluhan apapun juga.

__ADS_1


Lucas menghampiri wanita itu sambil membawa segelas teh hangat dan potongan apel yang sudah dikupas dan dicuci bersih. Lucas memberikannya pada Serra. "Minum dulu tehnya lalu makan apelnya. Aku sharing di google katanya teh dan apel bisa mengurangi mual."


"Lu, bisakah mulai sekarang jangan memakai wewangian apapun. Aku benar-benar tidak tahan dengan aroma yang menyengat," ucap Serra.


Lucas mengangguk. "Baiklah, sekarang minum dulu tehnya dan makan apelnya supaya kau tidak mual-mual lagi."


Pria itu sangat cemas dengan kondisi Serra saat ini, perutnya tidak menerima makanan apapun yang masuk. Semua makanan yang masuk ke dalam perutnya pasti akan ia muntahkan kembali, dan hal itu membuat Lucas tak tenang.


"Serra, bagaimana kalau siang ini kita ke rumah sakit saja? Kau terus saja muntah dan itu membuatku khawatir," Serra tak memberikan jawaban apa pun, dia hanya menganggukkan kepala menyetujui usul suaminya.


Usai meminum teh dan memakan beberapa potong apel yang disiapkan Lucas untuknya, kemudian mereka berdua pergi ke rumah sakit untuk memeriksakan keadaan Serra.


-


-


"Dokter, bagaimana hasilnya? Apa yang terjadi pada istri saya? Sebenarnya dia sakit apa, kenapa terus saja mual dan semua makanan yang masuk ke dalam perutnya pasti langsung dia muntahkan?!" tanya Lucas penasaran.


Lucas dan Serra saling bertukar pandang. Lalu keduanya menatap dokter di depannya itu bersamaan. "Jadi maksud dokter saya hamil?" Ucap Serra, dan dokter itu mengangguk.


Mendengar hal itu membuat Lucas dan Serra tak bisa menyembunyikan kebahagiaannya. Jika Serra hamil, lama lagi mereka berdua akan menjadi orang tua. Dan membayangkan hadirnya seorang makhluk mungil di tengah-tengah keluarga kecil mereka, membuat Lucas dan Serra sangat bahagia.


Serra menghambur ke dalam pelukan Lucas dengan air mata yang terus bercucuran. "Kau dengar itu, Lu? Aku hamil, sebentar lagi kita akan menjadi orang tua. Kita akan memiliki baby," ucapnya terdengar begitu bahagia.


Lucas mengangguk. "Ya, aku mendengarnya, Sayang. Dan aku sudah sangat tidak sabar menunggunya untuk hadir di tengah-tengah keluarga kecil kita," balas Lucas menimpali. Lucas tak bisa mengungkapkan kebahagiaannya dengan kata-kata, sungguh sangat luar biasa, rasanya ada sesuatu yang meledak di dadanya.


Dan setelah berpamitan pada dokter perempuan itu, lalu keduanya pun meninggalkan rumah sakit. Sera sudah sangat tidak sabar untuk segera memberitahu ibunya tentang kehamilannya. Apalagi sudah sejak lama Nyonya Jung menginginkan seorang cucu.

__ADS_1


-


-


Nyonya Amber menghampiri Sarah di kamarnya. Dia membawa makan siang untuk putrinya itu. Sekarang Sarah hanya bisa menjadi penghuni tempat tidur tanpa bisa melakukan aktivitas apa pun seperti dulu. Jangankan untuk beraktivitas, untuk makan dan minum pun Ia membutuhkan bantuan orang lain.


Bukan hanya itu saja, mandi buang air kecil dan besar pun harus mendapatkan bantuan orang lain. Sebenarnya Nyonya Amber sudah menyewa perawat untuk merawat Sarah, tapi mereka tak pernah bertahan lama. Mereka tidak tahan dengan sikap arogan wanita itu yang suka semena-mena.


"Sarah, makan dulu. Dari pagi kau belum makan apapun." Pinta Nyonya Amber.


"Tidak mau!! Bawa keluar lagi saja, aku tidak lapar!!" Jawabnya menimpali.


"Jangan keras kepala, kau bisa sakit jika tidak makan apapun!!"


"Aku tidak peduli. Kenapa tidak kau biarkan aku mati saja?! Hidup juga tidak ada gunanya jika hanya jadi bunga tempat tidur seperti ini!!" Teriak Sarah emosi.


"SARAH!!"


PLAKKK...


Nyonya Amber menampar pipi Sarah dengan keras mendengar apa yang baru saja diucapkan oleh putrinya. Bagaimana bisa dia berkata seperti itu. Dan sementara itu, Tuan Valentino yang mendengar apa yang Sarah katakan pun ikut murka. Menurutnya putrinya itu semakin banyak tingkah saja.


"Kalau dia tidak mau makan sebaiknya biarkan saja. Tidak perlu dipaksa, sebaiknya kita keluar. Aku lapar dan segera siapkan makan siang untukku!!" Tuan Valentino meninggalkan istri dan anaknya begitu saja.


Dia mulai muak dengan tingkah Sarah yang semakin hari semakin menjadi-jadi. Dan rasanya Tuan Valentino membuang Sarah ke tempat pengasingan saja, lagipula untuk apa memelihara anak yang tidak berguna lagi seperti Sarah.


-

__ADS_1


-


Bersambung.


__ADS_2