
Cinta terkadang datang tanpa di duga dan pergi tanpa diminta. Itu pula yang saat ini tengah dirasakan oleh pasangan suami-istri satu ini, Lucas dan Serra.
Siapa yang menduga jika cinta dan perasaan itu akan tumbuh begitu cepat di hati mereka berdua, padahal usia pernikahan mereka baru seumur jagung dan tak ada cinta cinta di dalam pernikahan itu pada awalnya.
Sosok Lucas yang dingin dan arogan perlahan melembut dan penuh kasih sayang, namun hal itu tentu saja tak berlaku pada semua orang. Karena perubahan itu hanya berlaku pada satu orang saja, yakni Serra.
Ya, si Tuan Muda penguasa yang dikenal dingin dan tak berhati kini telah menjelma menjadi sosok yang berbeda ketika berhadapan istrinya. Cinta telah merubah sosok Lucas yang dingin menjadi hangat. Bahkan dia tak akan ragu-ragu menyingkirkan siapa pun yang berani menyentuh apalagi menyakiti Serra, empat orang sudah menjadi korban dari kemarahannya.
"Lu, menurutmu lebih cantik yang mana? Putih atau hitam? Aku bingung harus memakai yang mana, gaunku terlalu banyak sehingga aku bingung memilihnya."
Serra menunjukkan dua gaun dengan warna dan model berbeda pada Lucas, hari ini dia akan mengajak Serra untuk menghadiri pesta pertunangan rekan kerjanya. Dan Lucas meminta Serra membawa sahabatnya itu, karena mungkin di-sana dia akan merasa kebosanan apalagi Serra belum cukup beradaptasi. Dan saat ini Jia sedang dijemput oleh Frans.
"Lebih baik yang hitam saja, terlihat lebih elegan." Lucas menunjuk gaun warna hitam yang ada di tangan kanan Serra. Gaun itu begitu cantik dan elegan, sangat cocok dengan kulit Serra yang seputih porselen.
Wanita itu mengangguk. "Ternyata kita sepemikiran. Hao, aku akan memakai yang ini. Tapi kau harus membantuku menarik keatas resletingnya." Ucapnya lalu membawa gaun itu ke dalam kamar mandi, karena tidak mungkin dia memakainya di depan Lucas, bisa-bisa dia menyerangnya dan membuat Serra tak bisa berjalan lagi. Dan Serra tak ingin hal itu sampai terjadi.
Selang beberapa saat Serra kembali. Dia menghampiri Lucas lalu berdiri dibelakangnya dalam posisi memunggungi. Tau apa yang diinginkan oleh Istrinya. Kemudian Lucas menyibak rambut panjang Serra yang jatuh diatas punggungnya, dengan perlahan dia menarik keatas resleting gaun Serra.
"Aaaahhh..."
Des*han keluar dari sela-sela bibir Serra ketika Lucas mengecup bagian punggung dan bahunya yang terbuka. Kedua tangan pria itu mencengkram lembut kedua lengannya. "Uhh, hentikan Lu." Rancau Serra memohon.
Tak ingin Lucas sampai melewati batas, Serra segera menjauh darinya. Bukan maksud Serra ingin menolak ketika sang suami mengajaknya bercinta, tapi ini bukan waktu yang tepat. Mereka harus pergi dan Serra tidak ingin sampai terlambat.
"Nanti kita lanjutkan lagi, kita harus pergi sekarang." Ucap Serra sambil menangkup wajah suaminya. Sepasang biner matanya mengunci mata Lucas.
Pria itu mengangguk. "Aku mengerti, Sayang. Tapi kau tidak bisa lepas begitu saja sebelum aku mendapatkan jatahku!!" Lucas menarik tengkuk Serra dan mencium bibir ranumnya.
Tak ada penolakan, Serra menerima ciuman itu dengan baik. Bahkan tak ragu dia membalasnya. Namun sayangnya ciuman tersebut berlangsung singkat karena mereka sudah hampir terlambat.
"Nanti kita lanjutkan lagi," Serra mengangguk. Keduanya kemudian meninggalkan kamar dan berjalan keluar. Di depan, sopir sudah menunggu kedatangan mereka berdua. Ya, Lucas menggunakan sopir.
__ADS_1
-
-
Ribuan tamu undangan memenuhi aula tempat pesta pertunangan putra salah satu konglomerat di negeri ini. Dan yang menghadiri acara tersebut tentu saja bukan orang-orang sembarangan, ada dari kalangan pebisnis, pejabat sampai yang berdarah biru pun turut hadir menjadi saksi pertunangan tersebut.
Dari sekian banyak tamu undangan yang hadir, terlihat sepasang suami istri yang baru saja memasuki gedung pesta. Dan kedatangan mereka berdua, menyita perhatian banyak pasang mata.
Tak sedikit wanita yang tersihir oleh ketampanan si pria, dan tak sedikit pria yang tersihir oleh kecantikan si wanita. Namun tak sedikit pula yang merasa iri melihat keharmonisan pasangan tersebut, cantik dan tampan sungguh perpaduan yang sempurna.
"Ramai sekali, apa ini pesta para bangsawan?" Tanya si wanita yang tak lain dan tak bukan adalah Serra.
"Bukan, tetapi ayahnya adalah salah satu konglomerat di negeri ini. Dan perusahaan mereka sudah menjalin kerjasama dengan Xiao Empire selama puluhan tahun, sejak mendiang papa masih ada." Ujar Lucas menjelaskan.
"Sepertinya yang datang hanya orang penting semua. Lihat saja dari pakaian dan perhiasan yang mereka pakai. Tentu itu bukan barang murahan apalagi KW, apa mereka semua adalah para sosialita?" Tanya Serra penasaran.
"Ya, bisa dibilang begitu. Oya, Sahabatmu ada di sebelah sana," Serra mengikuti arah tunjuk Lucas dan dia mendapati Jia yang sedang berbincang dengan Frans.
"Jia!! Bagaimana dia bisa ada disini?" Kaget Serra.
"Baiklah."
Sesuai perintah Lucas. Serra menghampiri Jia dan kedua sahabat itu kemudian pergi untuk mengambil makanan. Frans mengikuti Lucas, dan tentu saja Lucas tak membiarkan Serra lepas dari pengawasannya. Dia tidak ingin jika ada orang tak bertanggung jawab sampai mengganggu Serra.
"Jia, coba ini. Makanan ini enak sekali," Serra mengambil makanan khas Eropa lalu menyerahkan pada Jia.
"Benarkah? Enak ya jadi orang kaya, jadi bisa makan mewah setiap harinya." Ucap Jia lalu memasukkan makanan tersebut ke dalam mulutnya.
Serra menggeleng. "Tidak juga, aku lebih suka membeli makanan di kedai pinggir jalan. Seperti kebiasaan kita dulu." Ujar Serra.
"Kau membuatku bangga, meskipun hidupmu sudah membaik, tapi kau tetap saja tidak berubah. Kau tetap Serra yang aku pernah aku kenal dulu." Jia menatap sahabatnya ini dengan bangga.
__ADS_1
"Kau terlalu memuji, Jia. Lagipula aku bukan pahlawan super, jadi mana mungkin aku berubah?!" Serra bercanda.
"Dasar kau ini!!" Keduanya lalu sama-sama terkekeh.
Disaat keduanya sedang asik berbincang. Tiba-tiba dua pria menghampiri mereka dan mencoba untuk berkenalan dengannya. Tapi sayangnya tak begitu dihiraukan oleh Serra dan Jia.
Kedua pria itu mengapit Serra dan Jia, mereka mengajak keduanya untuk mengobrol namun disikapi dingin dan acuh oleh mereka, Serra terutama. Dia tidak mungkin menanggapi pria lain disaat dirinya sudah memiliki suami. Lagipula Serra juga bukan tipe murahan yang mudah tergoda oleh laki-laki.
"Nona, kenapa kau jual mahal sekali. Lagipula kami juga tidak akan menggigitmu," ucap salah satu dari kedua pria itu.
"Benar sekali, kami juga ingin kenal dan mengetahui nama kalian berdua saja. Masa tidak boleh ya."
"Pergilah, kami sudah menikah." Pinta Serra dengan sopan.
"Kami juga sudah menikah, memangnya kenapa kalau memiliki pasangan? Toh di luar sana juga banyak pasangan yang sudah menikah memiliki simpanan lain!!"
Plakkk...
Serra menepis tangan pria itu dengan kasar dan menatapnya tajam. "Jangan sembarangan menyentuh wanita yang sudah menikah!!" Ucap Serra memperingatkan.
"Cuihh!! Sok jual mahal sekali kau jadi orang. Sepertinya wanita arogan sepertimu perlu diberi pelajaran!!" Pria itu mulai terpancing emosi atas sikap Serra yang menurutnya sok jual mahal dan arogan itu.
Dan keributan yang terjadi menyita perhatian semua orang termasuk Lucas, belum genap satu menit dia mengalihkan pandangannya dari Serra. Dia melihat dua pria mencoba mengganggunya. Dan tentu saja Lucas tidak tinggal diam.
Serra memberi kode pada Jia. Keduanya kemudian pergi meninggalkan kedua pria itu. Salah satu dari mereka tak membiarkan kedua perempuan itu pergi. Dia menahan bahu Serra, dan situasi itu dia manfaatkan untuk memberinya pelajaran.
Dengan kasar Serra menarik lengan pria itu lalu membantingnya ke lantai. Membuat semua yang ada di sana melongo melihatnya, termasuk Lucas. Dia tidak menyangka jika Serra yang memiliki tubuh kecil dan sedikit mungil ternyata memiliki tenaga yang begitu luar biasa.
"Makanya jangan main-main dengan wanita, bagus aku cuma membantingmu tidak sampai memecahkan telormu!! Jia, ayo pergi!!" Serra mengibaskan rambutnya dan pergi begitu saja. Lucas menyeringai, ternyata yang dia nikahi bukanlah wanita sembarangan.
-
__ADS_1
-
Bersambung.