
Entah nasib buruk apa yang Jenny alami hari ini sehingga dia bertemu dengan duo kembar yang nakalnya sangat luar biasa. Siapa mereka berdua jika bukan Daniel dan Deriel. Keduanya terus saja mengikuti kemana pun Jenny pergi, dan hal itu membuat dia kesal setengah mati.
Perempuan itu menghentikan langkahnya dan menatap keduanya dengan marah. "Sampai kapan kalian berdua akan terus mengikutiku?!"
"Sampai Nunna mau mentraktir kami makan di restoran mewah!!" Jawab Daniel.
"Jangan bermimpi disiang bolong, sampai lebaran kelinci pun aku tidak Sudi mengeluarkan uangku sepeser pun untuk kalian berdua!!" Ucap Jenny menegaskan.
Kemudian Deriel mengeluarkan ponselnya lalu memutar sebuah video yang di dalamnya memperlihatkan seorang pria dan wanita sedang bercinta di kamar sebuah hotel di New York. Mata Jenny membelalak sempurna , dia menatap Deriel dengan sinis.
"Darimana kau mendapatkan video itu?!" Tanya Jenny meminta penjelasan.
Pemuda itu tersenyum tiga jari. "Tidak penting dari mana aku mendapatkannya. Yang jelas video ini sangat akurat dan dari sumber terpercaya. Jika Nunna menginginkan Video ini dan tidak ingin tersebar. Nunna harus memberi kami berdua uang serta menuruti semua yang kami minta!!"
"Kau~"
"Aku akan memberi Nunna waktu selama 30 detik untuk berpikir. Setuju atau tidak, jika video ini akan tersebar dan viral!!" Daniel menunjukkan tombol send.
"Jangan!!!" Jenny berseru kencang membuat keduanya menyeringai lebar. "Baiklah, aku akan menuruti semua permintaan kalian. Tapi jangan sebar video itu, cepat hapus dan berikan salinan link-nya padaku!!"
"Hehehe, begitu dong. Kenapa tidak dari tadi saja, kan enak." Ucap Daniel lalu memberikan salinan link video itu pada Jenny.
Memberikan Link-nya dan menghapus video yang tersimpan di ponselnya. Bukan berarti si kembar tak memiliki salinannya. Mereka tentu saja masih menyimpan video yang sama untuk berjaga-jaga jika Jenny sewaktu-waktu berani mengingkari janjinya.
"Kalau begitu tunggu apa lagi, ayo pergi sekarang."
"Pergi kemana?!" Jenny menimpali. "Video itu sudah tidak ada, dan link-nya sudah ada padaku. Memangnya apa yang bisa kalian lakukan sekarang?!" Ucap Jenny menimpali. Wanita itu menyeringai sinis kearah si kembar.
Keduanya saling tukar pandang dan tersenyum tiga jari. "Hehehe, kenapa kau begitu bodoh, Nunna. Pertahanan kami tidaklah selemah itu, jadi jangan berpikir jika kami tidak memiliki rekaman video lainnya. Aku memilikinya!!" Kemudian mereka menunjukkan video salinannya pada Jenny. Membuat wanita itu terkejut bukan main.
"Kalian berdua!!" Seru Jenny tertahan.
"Maaf, Nunna. Kami tidaklah sebodoh dan sepolos yang kau pikirkan. Jangan macam-macam pada kami, jika kau tidak ingin rahasia besarmu sampai terbongkar. Kami sudah lapar. Nunna, ayo pergi sekarang."
__ADS_1
"Kalian Iblis!!"
-
-
Serra menghentikan langkahnya saat ia merasakan seseorang tengah mengikutinya diam-diam. Wanita itu menoleh kebelakang namun tak mendapati adanya siapa-siapa, kecuali satu pria yang sedang melihat sebuah toko peralatan musik. Mata Serra memicing, pria itu terlihat mencurigakan.
Melihat Serra yang tiba-tiba berhenti membuat Lucas ikut berhenti juga. Dia menatap bingung pada istrinya tersebut. "Ada apa?" Tanya Lucas.
Serra menoleh, kemudian dia menggeleng."Em, tidak ada apa-apa kok. Ayo jalan lagi," Serra memeluk lengan suaminya dan membawa Lucas pergi dari sana.
Sedangkan Lucas sendiri merasa jika Serra sedang menyembunyikan sesuatu darinya. Pria itu menoleh ke belakang dan melihat siluet seorang laki-laki mencurigakan berjalan mengekor dibelakang mereka berdua.
Sesekali Lucas menoleh kebelakang dan melihat orang itu tetap mengekor mengikutinya dan Serra. Sadar jika pria memiliki niat buruk, Lucas pun tak tinggal diam. Iya segera menghubungi anak buahnya agar meringkus pria tersebut, dan Lucas akan mengintrogasinya nanti.
"Siapa yang kau hubungi?" Tanya Serra penasaran.
"Kau menyadarinya juga?!" Serra menatap Lucas tak percaya.
Pria itu mengangguk. "Ya, dan asal kau tau saja, Nyonya Xiao. Aku ini lebih peka darimu!!"
Serra mempoutkan bibirnya. "Iya, tapi tidak usah menjitak kepalaku juga!!" Dia melayangkan protesnya sambil mengusap kepalanya yang baru saja di jitak oleh Lucas.
Serra sendiri tidak tau kenapa Lucas begitu hobi menjitak kepalanya?! Apakah dia pikir kepalanya sudah tidak diperlukan lagi makanya asal jitak begitu saja. "Sudah, jangan banyak protes. Ayo masuk, kau bilang mau berbelanja menghabiskan isi mall. Beli apapun yang kau suka,"
Mendengar kata 'Beli apapun yang kau suka' membuat senyum di bibir Serra mengembang semakin lebar.
Dengan semangat wanita itu menarik lengan suaminya memasuki sebuah boutique dimana hanya menyediakan sebagai perlengkapan wanita mulai dari pakaian, tas, sepatu sampai make up dan pakaian dalam sekalipun ada. Selain itu ada juga aksesoris yang unik dan cantik.
"Selamat datang Nona, Tuan," seorang pelayan boutique menyambut kedatangan mereka berdua dengan ramah.
"Temani Nona ini dan melayani dia dengan baik," pinta Lucas pada penjaga boutique itu.
__ADS_1
Wanita itu mengangguk. "Baik Tuan, Tuan."
"Serra, kau tetaplah disini dan jangan pergi kemanapun. Aku akan segera kembali," ucap Lucas, Serra mengangguk. Selanjutnya yang terlihat oleh sepasang biner Hazel Serra hanyalah punggung Lucas yang semakin menjauh. Dia tidak tau kemana suaminya itu akan pergi.
Serra mengangkat bahunya acuh. Mungkin saja Lucas memiliki urusan yang penting yang harus diselesaikan. Dia kan memang orang yang super sibuk. Dari pada sibuk ikut campur urusan Lucas yang sama sekali tak ia pahami, lebih baik dirinya fokus saja pada berbelanja.
-
-
Frans segera membungkuk saat melihat kedatangan Lucas. Max berhasil menangkap orang yang tadi membuntuti dirinya dan Serra lalu dia menyerahkan orang itu pada Frans untuk diinterogasi.
"Bagaimana, apa dia mengatakan siapa yang menyuruh dan memerintah untuk mengikutiku dan Serra?"
Frans mengangguk. "Dia diperintah oleh Nyonya Valentino. Wanita itu memberinya banyak uang dan memintanya supaya mengawasi Nyonya dan melaporkan apapun yang dia lakukan padanya." Jelas Frans.
"Untuk apa?"
Frans menggeleng. "Saya sendiri tidak tahu, Tuan. Hanya itu yang dia katakan, dia tidak mengatakan apapun lagi yang berhubungan dengan perintah Nyonya Valentino." Jawab Frans.
Wanita itu benar-benar dalam masalah besar sekarang, dia sudah mengibarkan bendera pada orang yang salah, mencari masalah dengan Lucas sama saja dengan bunuh diri. Apalagi itu berhubungan dengan Serra dan keselamatannya, tidak tahu balasan seperti apa yang akan Lucas berikan pada wanita itu.
"Heh, wanita itu sudah bosan hidup rupanya. Segera seret dia ke hadapanku hari ini juga. Aku akan memberikan pelajaran yang setimpal dengan apa yang telah dia lakukan ini!!" Perintah Lucas yang kemudian dibalas anggukan oleh Frans.
"Baik, Tuan."
Lucas melenggang pergi meninggalkan ruangan itu. Sudah tidak ada yang perlu ia lakukan di tempat ini, lebih baik segera kembali ke pusat perbelanjaan. Dia sudah terlalu lama meninggalkan Serra sendirian di sana.
-
-
Bersambung
__ADS_1