"BALAS DENDAM" Istri Tangguh Sang Penguasa

"BALAS DENDAM" Istri Tangguh Sang Penguasa
Akhir Yang Bahagia


__ADS_3

"Ge, pihak kepolisian baru saja menghubungiku dan mengatakan jika Kakek Xiao dan seluruh keluarga Bibi Anita mengalami kecelakaan lalu lintas, dan tak satupun dari mereka berempat ada yang selamat!!"


Lucas bangkit dari kursinya setelah mendengar kabar yang disampaikan oleh si kembar. Daniel memberitahunya jika kakek Xiao dan seluruh keluarga Paman ketiganya mengalami kecelakaan lalu lintas dan mereka semua meninggal di tempat. "Lalu di mana mayat mereka sekarang?"


"Berada di rumah sakit kota," jawab Deriel.


"Kalian berdua pergilah ke sana, Felix akan ikut bersama kalian." Ucap Lucas yang kemudian dibalas anggukan oleh keduanya. Daniel dan Deriel segera meninggalkan ruang kerja kakaknya dan pergi begitu saja.


Sungguh kabar yang mengejutkan. Sudah agak lama kulkas tidak mendengar kabar tentang mereka, dan hari ini ia mendengar kabar jika mereka semua telah tewas dalam sebuah kecelakaan lalulintas.


"Ada apa, Lu? Kenapa mereka berdua terlihat panik?" Tanya Serra setibanya dia di ruang kerja Lucas.


"Mereka baru saja mendapatkan kabar jika Kakek Xiao, Bibi Anita dan kedua anaknya mengalami kecelakaan lalulintas, mereka berempat meninggal ditempat!!" Jawab Lucas.


"Apa, kecelakaan?!" Serra memakai keras setelah mendengar jawaban Lucas. "Lalu di mana mayat mereka berempat?"


"Rumah sakit kota, Aku mau minta si kembar pergi ke sana untuk mengurus prosedurnya. Meskipun mereka selalu mendatangkan masalah pada keluarga ini, tapi bagaimana pun juga Kakek Xiao adalah kakek kandungku, dan aku tidak ingin membuat paman ketiga sampai menangis di alam sana karena aku tidak mengurus pemakaman keluarganya dengan baik," jelas Lucas.


"Lalu kenapa kau tidak ikut pergi bersama mereka?"


Lucas menggeleng. "Mereka bertiga saja sudah cukup, jadi untuk apa aku ikut pergi juga? Toh masih banyak pekerjaan yang lebih penting dari pada menjemput mayat mereka di rumah sakit," ujarnya.


Lagipula mana tega Lucas meninggalkan Serra sendirian di rumah sementara usia kandungan Serra sudah genap 9 bulan dan mendekati H.P.L.


"Aku ingin makan buah segar, bisakah kau mengupas kan mangga dan jeruk untukku?" Lucas mengangguk.


Mana bisa dia menolak permintaan Serra. Jangankan hanya mengupas buah untuknya, lebih dari itu pun pasti akan Lucas lakukan. Selama ia mampu, apapun pasti akan dia lakukan untuk sang istri. Apalagi semenjak Serra hamil, perhatian dan kasih sayang Lucas tercurah pada dia sepenuhnya.


Setelah mengupas dan memotongnya kemudian Lucas membawa potongan-potongan buah segar itu pada Serra yang sedang menunggu di ruang keluarga. Wanita itu tersenyum lebar. "Terimakasih,"


"Makan dengan pelan-pelan, tidak perlu terburu-buru." Serra mengangguk.


Perhatian Lukas teralihkan oleh suara dari pada ponselnya, nama Jenny tertera dan menghiasi layar ponselnya yang menyala terang. Dan tentu saja Lucas sudah mengerti Apa tujuan dan maksud perempuan itu menghubunginya.

__ADS_1


Pasti Jenny hendak membuat perhitungan dengannya karena mengembalikan ia ke luar negeri secara paksa. Dan parahnya lagi, Lucas mengirim Jenny pergi dalam keadaan tak sadarkan diri, karena dia tahu jika dalam keadaan sadar pasti Jenny akan menolak untuk kembali ke luar negeri.


Dan sekarang dia tidak mungkin bisa pulang pergi seenaknya karena paspornya berada di tangan Lucas. Semua itu Lukas lakukan semata-mata karena ia ingin memiliki hidup yang tenang tanpa ada gangguan lagi. Dan mengirim Jenny pergi adalah pilihan terbaik.


"Oh ya, Lu. Bukannya kau bilang hari ini ada janji dengan salah seorang klienmu yang dari luar negeri? Kenapa jam segini masih di rumah dan belum siap-siap untuk menemuinya?" Tanya Serra.


"Jika aku pergi lalu bagaimana dengan dirimu? Tidak mungkin juga kan aku meninggalkanmu sendirian di rumah,"


"Jika itu masalahnya aku bisa menunggumu di rumah mama, nanti kau bisa menjemputku setelah urusanmu selesai."


Lucas mengangguk. "Baiklah kalau begitu, jika ada apa-apa atau perutmu mulai terasa mulas segera hubungi aku," pinta Lucas. Serra mengangguk.


Setelah mengganti pakaiannya dengan pakaian formal Lucas dan Serra pun bergegas pergi. Sebelum pergi menemui kliennya, Lucas lebih dulu mengantarkan Serra ke rumah orang tuanya. Setelah itu baru Lucas pergi menemui kliennya.


-


-


Si kembar menangis sesegukan ketika melihat tempat peti mati itu dimasukkan ke dalam liang lahat. Bukan karena sedih mereka telah pergi, tetapi mereka sedih karena kehilangan sumber uangnya.


Alamat mereka berdua akan jatuh miskin karena sumber-sumber uang yang mereka miliki sudah tidak ada semua. Kakek Xiao dan Alex yang biasanya memberikan banyak uang untuk mereka sudah tiada, sementara jeni sudah dideportasi kembali ke luar negeri oleh Lucas. Dan mereka bisa jatuh miskin jika tidak berhemat mulai sekarang.


"Huhuhu, Kakek, kenapa kau harus pergi secepat ini. Jika kalian pergi lalu siapa yang akan menghasilkan banyak uang untukku dan Daniel?" Tangis Deriel pecah.


"Hiks, kalian semua jahat, kenapa mati tidak bilang-bilang dulu. Supaya kita berdua bisa membantu kalian menghasilkan lebih banyak lagi uang untuk kami berdua, sudah gitu mati tidak meninggalkan warisan lagi, kalian sungguh kejam dan tak berperasaan."


Felix yang awalnya dalam suasana berkabung, mati-matian menahan diri agar tidak tertawa setelah mendengar apa yang mereka berdua katakan. Bagaimana bisa mereka berdua masih memikirkan soal uang sementara sumber penghasilan mereka telah tiada. Benar-benar sepasang kembar yang konyol, begitulah yang Felix pikirkan.


Prosesi pemakaman pun selesai dengan baik, semua orang meninggalkan area pemakaman termasuk si kembar dan Felix. Mereka sudah tidak ada urusan di sana jadi untuk apa tetap bertahan di tempat menyeramkan semacam itu. Apalagi Daniel adalah seorang penakut.


Di luar area pemakaman mereka berpisah, dan masuk ke mobil masing-masing. Mobil-mobil itu pun melaju kencang meninggalkan area pemakaman.


-

__ADS_1


-


"Baiklah aku akan segera ke sana,"


Buru-buru Lucas pergi menuju rumah sakit setelah mendapatkan kabar dari ibu mertuanya jika Serra sudah melahirkan. Rasanya Lukas masih tidak percaya, saat ia pergi tadi Serra masih tampak biasa-biasa saja seperti tidak menunjukkan tanda-tanda jika dia akan segera melahirkan.


Lucas mengendarai mobilnya dengan kecepatan penuh. Sedan putih itu menyalip beberapa kendaraan yang melaju di depannya, Bahkan tak jarang ia nyari saja mengalami kecelakaan lalu lintas hingga mendapatkan amukan dan makian dari pengendara lain. Tapi Lucas tidak peduli, tujuannya adalah tiba di rumah sakit dengan segera.


Setelah lima belas menit berkendara, Lucas tiba di rumah sakit tempat Serra melahirkan. Dan setibanya di dalam ruangan, Lucas melihat bayi mungilnya berada di gendongan Nyonya Jung, sedangkan Serra duduk bersandar sambil mengurai senyum lebar padanya.


"Anak kita lahir dengan selamat, Lu." Ucap Serra dengan senyum yang sama.


"Dasar wanita bodoh!! Kenapa kau tidak mengatakan apapun tadi?!" Omel Lucas sambil menjitak gemas kepala coklat Serra.


Wanita itu terkekeh pelan. "Maaf, sebenarnya aku sudah merasakan k*ntraksi dari semalam, hanya saja aku tidak ingin membuatmu panik makanya aku tidak mengatakan apapun padamu." Jawabnya.


"Lain kali jangan begini lagi," Serra Mengangguk.


Kemudian Lucas membawa wanita itu ke dalam pelukannya dan mendekap tubuh Serra dengan erat. Ciuman hangat berkali-kali mendarat di kening Serra, Lucas tidak bisa mendeskripsikan kebahagiaannya saat ini, ia benar-benar bahagia dengan kelahiran putri pertamanya, Aster Xiao. Nama yang sangat cantik dan indah.


"Terimakasih telah menyempurnakan hidupku, Serra Jung. Aku mencintaimu!!"


"Aku juga mencintaimu."


Lucas menangkup wajah Serra lalu mencium bibirnya. Dan melalui ciuman itu Lucas ingin menyampaikan betapa besar rasa cintanya pada wanitanya ini. Serra adalah hidupnya, separuh nyawanya. Dan dia adalah sumber Kebahagiaannya.


Serra dan Baby Aster adalah segala-galanya bagi Lucas, harta paling berharga yang akan dia jaga dengan nyawanya sendiri. Dan keluarga adalah wujud nyata dari kebahagiaan itu sendiri. Karena tanpa keluarga, apalah artinya hidup.


-


-


Tamat.

__ADS_1


__ADS_2