
Serra mengubah posisi tidurnya. Kini tubuhnya menghadap ke kanan. Di mana langsung disambut dengan wajah tampan seseorang. Yang tak lain adalah suaminya. Wanita yang tengah berbadan dua itu tersenyum.
Lucas Xiao, sosok yang sempurna. Lahir dengan wajah rupawan dan berasal dari keluarga kaya raya. Dan Serra menjadi istri sah seorang Lucas Xiao. Pastinya dia bahagia bukan? Maka jawabannya adalah iya, dia memang sangat bahagia.
Meskipun pada awalnya pernikahan mereka tidak dilandasi oleh cinta, namun pada akhirnya cinta di antara mereka berdua tumbuh seiring berjalannya waktu. Perasaan yang dulu tidak saling ada, kini justru tumbuh dan mekar di hati Lucas dan Serra.
Serra mengangkat tangan kanannya dan mengarahkannya pada wajah Lucas. Gerakan lembut jari-jari lentiknya pada wajah sang suami dan membuat tidur nyenyak Lucas jadi terusik. Kedua matanya terbuka dan bersirobok dengan sepasang Hazel milik Serra.
"Kenapa belum tidur?" Tanya Lucas seraya bangkit dari posisi berbaringnya. Begitu pula dengan Serra, wanita itu merubah posisinya kemudian duduk berhadapan dengan Lukas.
"Baby Xiao dadi tadi nendang-nendang terus," jawab Serra sambil mengusap perutnya yang sedikit membuncit.
Lucas mengangkat tangan kanannya dan mengarahkan pada perut Serra, mengusapnya dengan lembut. "Dia begitu aktif, anak kita tumbuh dengan sehat," Lucas mengangkat wajahnya dan menatap Serra yang juga menatap padanya. Wanita itu tersenyum sembari menganggukkan kepala, membenarkan apa yang Lucas katakan.
Tak sehari pun Serra tak merasa bahagia. Apalagi sejak dia dinyatakan positif hamil oleh dokter, ditambah lagi jenis kelamin janinnya adalah perempuan. Karena sejak lama Serra memang menginginkan anak perempuan.
"Aaahh... Lu, coba kau rasakan lagi. Anak kita menendang," seru Serra dengan hebohnya.
Lucas mengangguk. "Ya, aku juga merasakannya. Dia memberikan respon yang luar biasa ketika aku menyentuhnya." Ucapnya.
"Itu karena kau adalah Papanya. Dan sudah pasti dia memiliki ikatan kuat denganmu meskipun masih berada di dalam kandungan." Ujar Serra menuturkan.
Lucas tersenyum lebar. Ia menarik lengan Serra lalu membawa wanita itu ke dalam pelukannya. Hatinya menghangat, Lucas yang selama ini hidup dalam kegelapan akhirnya bisa menemukan cahaya di dalam hidupnya, dan cahaya itu adalah Serra.
"Dan sebagai papanya, aku pasti akan selalu menjaga dan melindunginya," ucap Lucas selalu mencium kening Serra. Tak hanya janin itu yang akan Lucas jaga, tetapi ibunya juga. Karena baik Serra maupun janin di dalam perutnya, keduanya sama-sama berartinya bagi dirinya.
Lucas bisa kehilangan segala yang dia miliki, harta dan seluruh kekayaannya. Namun ada satu hal yang tidak bisa dia relakan, yakni Serra dan calon buah hatinya. Karena mereka berdua adalah harta paling berharga yang Lucas miliki dalam hidupnya.
__ADS_1
Lucas melepaskan pelukannya, sepasang sinar matanya menatap manik Hazel milik Serra. "Sudah larut malam, sebaiknya kita tidur," ucapnya dan kemudian dibalas anggukan oleh Serra. Kebetulan dia memang sudah sangat mengantuk dan kedua matanya tidak bisa diajak kompromi lagi. Dan keduanya pun kemudian berbaring.
-
-
Pagi yang indah, matahari berada pada posisinya yang elok, sinarnya merambat perlahan menimbulkan lukisan cahaya putih bening dari celah-celah kecil jendela di dalam sebuah ruangan yang seluruh dindingnya di dominasi warna putih dan gold yang mewah.
Tampak seorang pria keluar dari kamar mandi hanya dengan berbalut handuk yang melingkari pinggulnya, tubuh bagian atasnya polos tanpa sehelai benang pun.
Kemudian dia berjalan menuju walk in closed, dan beberapa menit kemudian ia keluar dari ruangan itu dengan pakaian lengkap. Tubuh kekarnya dalam balutan celana bahan hitam, kemeja hitam yang dibalut jas berwarna hitam pula. Tak lupa sebuah benda hitam bertali ia pasang pada mata kirinya yang cidera, memberikan kesan misterius pada pria tersebut.
Cklekk...
Suara decitan pintu dibuka dari luar mengalihkan perhatiannya. Pria itu menoleh dan mendapati seorang wanita berjalan menghampirinya. Tubuh berbadan dua itu dalam balutan dress putih longgar dengan tali pita di lehernya. Rambut panjangnya yang bisa terurai terikat ekor kuda.
"Rapi sekali, kau mau ke kantor hari ini?" Tanya Serra memastikan.
Lucas menggeleng. "Aku mau pergi ke pemakaman. Salah satu rekan Bisnisku ada yang meninggal dan aku berencana untuk pergi melayat." Jawabnya. Pantas saja Lucas memakai pakaian serba hitam pagi ini, ya meskipun ini bukan pertama kalinya suaminya itu berpakaian warna gelap seperti ini.
"Saat pulang nanti jangan lupa belikan aku kare pedas dan ice cream kacang merah. Kebetulan aku ingin sekali memakan sesuatu yang dingin, segar dan pedas." Ucap Serra.
Lucas mengangguk. "Baiklah, kau baik-baik di rumah. Aku tidak sarapan, sebaiknya kau duluan saja. Aku pergi dulu." Lucas mencium kening Serra dan pergi begitu saja.
Tak lama setelah kepergian Lucas, Jenny datang bersama dua pria bertubuh tinggi dan kekar. Dia berencana untuk mengusir Serra dari kediaman Lucas dengan bantuan mereka berdua. Karena Jenny tau jika sang kakak tengah pergi dan mobil mewahnya baru saja meninggalkan bangunan megah tiga lantai tersebut.
"Kakak ipar, kau ada dimana? Lihatlah aku datang membawa kejutan manis untukmu!!"
__ADS_1
Seruan keras itu mengalihkan perhatian Serra. Ia segera keluar untuk melihat sebenarnya orang gila dari mana yang datang pagi-pagi begini dan membuat keributan.
Wanita itu mendengus berat. Serra menuruni tangga dan menghampiri mereka bertiga.
"Oh, aku kira siapa yang datang. Rupanya benalu, ada keperluan apa kau datang kemari? Jika tidak ada yang penting, sebaiknya keluar karena aku sedang sibuk!!"
"Sombong sekali kau!! Aku datang untuk melemparmu keluar dari rumah ini. Ini rumah kakakku dan aku tidak suka ada wanita asing masuk ke dalam keluarga Xiao kami!!"
Serra menyeringai sinis. "Jika aku wanita asing lalu kau bagaimana? Bukankah kau juga berasal dari luar keluarga Xiao. Kau hanya anak pungut dalam keluarga ini, tapi kenapa tingkah dan perilakumu seperti Nona besar saja?!" Ujar Serra meremehkan.
"Kau~!!!"
"Kau pikir dengan datang membawa bala bantuan seperti ini aku akan takut padamu? Apa kau meragukan sistem keamanan yang dimiliki kakakmu untuk melindungiku?! Dan sayang sekali ya, aku sedang hamil, jika saja aku tidak sedang berbadan dua. Aku pasti sudah mematahkan tulang-tulang kalian bertiga!!" Tutur Serra dengan santainya.
"Kau benar-benar perlu diberi pelajaran. Apa yang kalian tunggu?! Cepat maju dan beri pelajaran pada wanita ini!!" Bentak Jenny emosi.
"Molly!!" Seru Serra.
Keduanya sontak mundur saat melihat seekor serigala kutub menuruni tangga rumah itu. Tatapannya yang tajam dan berbahaya membuat keduanya ketakutan setengah mati. Serigala kutub itu di kenal galak dan berbahaya. Dan itu merupakan hewan peliharaan milik Lucas, dia yang selalu melindungi Serra ketika Lucas pergi dan tidak ada di rumah.
Keduanya langsung kalang kabut melarikan diri. Sadar jika usahanya tak membuahkan hasil yang memuaskan. Jenny pun memutuskan untuk pergi. Serra menyeringai sinis menatap kepergian mereka bertiga.
"Dasar pengecut!!"
-
-
__ADS_1
Bersambung.