
DUAARRR...
Suara ledakan yang berasal dari luar mengejutkan semua penghuni mansion mewah tersebut. Lucas dan Serra segera bangun dan berlari kearah balkon untuk melihat apa yang terjadi. Mata mereka membelalak melihat sebagian Mansion mewah mereka terbakar dan tampak kobaran api dimana-mana.
Para anak buah Lucas yang berada di luar berusaha memadamkan api agar tidak merambat kemana-mana. Kencangnya angin ditambah lagi dengan terbatasnya peralatan yang mereka gunakan membuat usahanya untuk memadamkan api sedikit terhambat.
Dan di tengah kepanikan yang melanda. Terdengar suara sirine pemadam kebakaran dari kejauhan. Lucas pun segera membawa Serra keluar untuk menyelamatkan diri. Karena tak menutup kemungkinan api bisa menjalar hingga menghanguskan Mansion utama.
"Cepat, kita pergi dari sini."
Tepat sesaat setelah mereka menginjakkan kakinya di luar Mansion. Beberapa dam truk datang dan langsung memadamkan api yang telah membakar sebagain Mansion.
Beruntung amukan si jago merah tidak sampai menjalar ke Mansion utama, dan hanya bagian depan saja yang terbakar. Selain itu, juga tak ada korban jiwa dalam peristiwa malam ini.
"Tuan, Nyonya. Anda berdua tidak apa-apa?" Tanya Frans sambil menatap keduanya bergantian. Dia terlihat cemas dan khawatir. Takut sesuatu yang buruk menimpa majikannya.
"Aku dan Serra baik-baik saja. Apa kau yang memanggil truk pemadam kebakaran itu?"
Frans mengangguk. "Benar, Tuan. Sesaat setelah saya mendengar ledakan dan melihat kobaran api. Saya langsung memanggil pemadam kebakaran. Karana saya takut jika api menghanguskan Mansion ini." Ujar Frans menuturkan.
Lucas berhutang budi pada asisten pribadinya ini, tanpa tindakan cepat Frans, mungkin saja Mansion mewahnya sudah rata menjadi tanah. Tidak hanya di satu situasi, akan tetapi Frans selalu bisa diandalkan hampir di semua situasi dan kondisi.
"Aku berhutang banyak padamu, Frans. Tanpa bantuanmu, mungkin saja Mansion ini sudah rata menjadi tanah. Dan sebagai ucapan terimakasih dariku. Mulai bulan depan aku akan menaikkan gajimu dan memperbesar bonus tahunanmu. Tetaplah bekerja dengan baik dan jangan mengecewakanku!!"
"Pasti, Tuan. Terimakasih atas kepercayaan, Anda." Frans membungkuk berkali-kali pada Lucas, satu kata terimakasih saja tidak akan cukup untuk membalas kebaikan majikannya ini.
__ADS_1
"Tidak perlu sungkan dan bersikap berlebihan. Aku hanya melakukan apa yang harus aku lakukan. Segera selidiki dan cari tau siapa dalang dibalik insiden malam ini!!"
"Baik, Tuan. Akan segera saya selidiki."
Takut hal serupa terulang kembali. Lucas memutuskan untuk membalas Serra menginap di kediaman Jung, karena hanya di-sana satu-satunya tempat yang menurut Lucas paling aman. Bukan keselamatannya yang Lucas pikirkan, tetapi keselamatan Serra.
Sebelum pergi. Lucas dan Serra kembali ke dalam untuk mengganti pakaian mereka. Karena mereka hanya memakai piyama begitu pula dengan Serra. Setelah mengganti pakaiannya, keduanya pun bergegas meninggalkan Mansion Xiao dan menuju Mansion milik keluarga Jung.
Keadaan di Mansion ini tidak memungkinkan lagi untuk ditinggali. Dan untuk sementara waktu, mereka akan tinggal di tempat lain sampai kerusakan akibat kebakaran pada mansion berhasil diperbaiki dan keamanannya semakin ditingkatkan lagi.
Lucas akan meningkatkan keamanan mansionnya dan memasang sensor yang jauh lebih canggih dari sebelumnya agar ketika ada bahaya bisa langsung terdeteksi. Supaya kejadian seperti ini tidak sampai terulang lagi. Dan dia bersumpah akan menghabisi siapa pun orang itu yang berani membuat masalah dengannya tanpa terkecuali.
-
-
Tak ingin hal serupa kembali terulang. Nyonya Jung meminta mereka untuk tinggal bersamanya untuk sementara waktu. Tapi Lucas dan Serra menolaknya, mereka hanya menginap malam ini saja, karena mulai besok Lucas akan membawa Serra tinggal di rumah pribadinya yang berada di kawasan elit distrik Gangnam.
Nyonya Jung tidak keberatan. Dia hanya menawarkan saja dan tidak memaksa dimana mereka harus tinggal untuk sementara waktu. Dia percaya pada Lucas bahwa putra angkatnya itu bisa menjaga putrinya dengan baik.
"Apapun keputusanmu. Mama pasti mendukungnya, karena kami percaya kau bisa menjaga dan melindungi Serra dengan baik. Ini sudah larut malam, sebaiknya kalian berdua pergi istirahat." Pinta Nyonya Jung yang kemudian dibalas anggukan oleh keduanya.
"Baik, Ma." Serra dan Lucas lalu memisahkan diri dari Nyonya Jung dan Johan. Kebetulan mereka juga sudah sangat mengantuk apalagi ini sudah lewat tengah malam.
Sesampainya di kamar. Mereka tidak langsung tidur. Serra dan Lucas berbincang selama beberapa saat. Mereka sama-sama penasaran siapa dalang di balik ledakan itu.
__ADS_1
"Lalu apa yang akan kau lakukan setelah menemukan pelakunya, Lu? Jangan bilang jika kau akan langsung menghabisinya?" Tebak Serra 100% benar.
"Ya, memang itu yang akan aku lakukan. Memangnya apa lagi, lagipula orang seperti itu tak layak untuk dibiarkan tetap hidup. Dan kematian adalah harga mahal yang sudah seharusnya mereka bayar!!" Jawab Lucas menimpali.
"Jangan membuatku merinding, Tuan Xiao!! Apa kau tidak ingin tau dulu apa maksud dan tujuannya melakukan hal itu? Setidaknya kita harus tau dulu apa motif dan tujuan mereka melakukannya."
"Aku bukan tipe orang yang suka basa-basi, Serra. Jika mereka tidak bisa menguntungkan untukku. Jadi untuk apa tetap di beri kesempatan untuk hidup?!" Jawab Lucas menimpali.
Serra merinding sendiri melihat sorot tajam dan tatapan Lucas yang mengintimidasi. Memangnya harus ya membunuh mereka, apa dia tidak pernah gemetar apalagi menyesal ketika melihat nyawa satu manusia melayang sia-sia ditangannya?!
"Kau membuat bulu kudukku berdiri, Lu. Sudahlah, sebaiknya aku tidur saja. Aku lelah, jangan lupa ganti lampunya dengan lampu tidur. Good night my husband." Serra mencium pipi Lucas kemudian berbaring di samping pria itu duduk.
Lucas tak langsung mengikuti jejak istrinya. Ditatapnya Serra selama beberapa saat. Kedua matanya sudah tertutup rapat. Ingatannya kembali berputar pada insiden yang terjadi di mansionnya tadi. Dan Lucas tidak bisa membayangkan bagaimana nasib dirinya dan Serra jika ledakan itu lebih besar lagi.
Gyutt ..
Lucas mengepalkan tangannya. Matanya berkilat penuh amarah. Dia tidak akan memaafkan siapa pun orang itu. Lucas akan memberikan hukuman yang setimpal pada orang tersebut. Dan nyawanya-lah yang akan Lucas tukar sebagai ganti rugi dari kerugian yang dia alami malam ini.
Kemudian Lucas mengikuti jejak Serra. Dia berbaring di samping sang istri yang sudah terlelap sejak beberapa saat lalu. Lucas juga sudah sangat lelah, bukan hanya tubuhnya, tapi juga hari dan batinnya. Dan untuk saat ini dia ingin merilekskan tubuh dan pikirannya. Masalah yang terjadi hari ini akan dia pikirkan lagi nanti.
-
-
Bersambung
__ADS_1