Aku Adalah Indah

Aku Adalah Indah
Liburan Berakhir


__ADS_3

5 Desember 2002 Tanggal di mana Indah jadian sama Mathew, dan tak terasa beberapa hari lagi akan tiba Hari Natal, sungguh pengalaman Natal pertama bagi Indah menghabiskan Natal dengan status punya kekasih, sungguh menggelikan bagi Indah namun ada rasa bahagia bagi nya


"Kak..., nanti kita Natal barengan yah ke gerejanya Indah" pinta Indah manja kepada Mathew


"Iyah sayang, nanti kakak ke sana sama adek yah.." menyanggupi keinginan Indah


________


#Natal Tiba - Gelaja Tabiat Asli#


"Adek Cantik, kakak sayang kamu" sambil mengecup bibir mungil Indah


lagi lagi Indah kaget dan merasa tak siap dengan ciuman bibir itu, walaupun itu hanya sekedar kecupan bagi Mathew.


Bersama seluruh keluarga Indah, Mathew ikut beribadah Natal bersama di tempat keluarga Indah pergi, pada saat sampai di depan Gereja, indah menggandeng tangan Mathew saat itu dan Mathew melepaskan tangan Indah dengan lembut.


Papa dan mama Indah juga tak lupa Leo junior berjalan di depan Mathew dan Indah bersalaman dengan penerima tamu, tepat di ujung pintu masuj ada seorang wanita muda sekitar umur 17 tahunan yang juga menjadi petugas penerima tamu saat itu, dan Indah merasakan tatapan wanita itu tak lepas memandang Mathew begitu pula sebaliknya, ada rasa api cemburu di dada Indah saat itu, namun Indah berusaha menahan semua perasaan itu.


"Halo..selamat datang di gereja kami, saya Rita, ini dengan kakak siapa?" sapa Rita ramah sekali kepada Mathew tanpa melepaskan tatapan genitnya pada Mathew saat itu, dan Mathew seolah menanggapi tatapan itu tersenyum manis ke arah Rita "Saya Mathew Dek, ini kekasih kakak Indah" jawab Mathew.


Mendengar pernyataan Mathew membuat Indah merasa bangga dan ada rasa aman di dadanya. Sontak wajah Rita berubah seolah menahan sesuatu perasaan yang tidak inginndi tunjukkan di deoan umum, senyumannya serasa dipaksa, tanpa memandang ke wajah indah atau menegur Indah sedikitpun, Rita hanya mempersilahkan kami masuk "Silahkan.., silahkan.. duduk ke dalam yah" jawabnya mempersilahkan kami masuk.


Tak lama acara Ibadah di mulai, dan ternyata Rita memainkan keybord di gereja itu, Harusnya suasana Ibadah yang sakrar dan menyejukan hati Indah berubah menjadi kegelisahan karena sepanjang alunan musik di mainkan oleh Rita dengan keyboardnya Rita selalu tersenyum dan memandang Mathew tanpa menghiraukan Indah saa Itu, dan Indah melihat Mathew juga selalu membalas senyuman dari Rita, sesekali Rita tersenyum sinis melihat Indah ketika mendapatkan senyuman balasan dari Mathew.


Setelah berakhir Ibadah tersebut, Indah langsung mengajak Mathew ke mobil Papa nya dan berbegas kembali ke hotel, Indah buru buru untuk menhindari ramah tamah karena indah sudah sangat panas dengan api cemburunya kepada Rita.


Sesampai di Hotel, Indah terlihat sangat merajuk dengan Mathew,


"Kenapa ngambek to dek? kakak salah apa sama Inda?" tanya Mathew pura pura tidak tau


"Aku nggak suka lihat kakak senyum senyum gak jelas sama rita, maksudnya apa kak?! kayak tadi??" jawab Indah penuh dengan rasa kesal


"Loh..., namanya orang senyum loh, masa gak di balas senyum" elak Mathew


"Kak orang senyum kalo gak ada maksud apa apa sekali uda cukup kak, ini berkali kali!! uda gitu tiap kakak balas senyumannya mesti dia lihat aku dan tersenyum sinis kak, Indah gak suka kayak gitu kak!!" tegas Indah

__ADS_1


"Ini gak normal kak, masa senyum senyum gak jelas kayak gitu" terang Indah frustasi


"Yah uda kakak gak akan senyum atau membalas senyuman orang lain selain adek yah.." jawab Mathew manja.,


____________________*


#PULANG#


Semua Baju sudah tertata rapi, Indah membereskan kamar dan memastikan tidak ada satu pun ada yang tertinggal, dengan segala kesibukan Indah.., Mathew yang sudah datang dari tadi memilih menghabiskan waktu berbincang bincang dengan Mama nya Indah di balkon depan kamar.


"Permisi Adek" sapa Mathew sambil mengembangkan senyum manisnya "Kakak boleh masuk?"


"hhhmmm..., masuk aja kak"


"Kamu Ikut papa mama mu ke Desa Sita nggk? untuk berpamitan dengan opa Umar" tanya Mathew


"Nggak kak, karna Indah di suruh mama jaga barang barang disini" jawab Indah polos


"Ndaaahhh....., Papa mama jalan dulu yah sama Leo junior ke Opa yah..." pamit Mama sambil berlari ke mobil yang sudah di tunggu oleh papa dan Leo junior.


"Hati hati maaa..." Sahut indah sambil berlari keluar kamar tanpa di ikuti oleh Mathew.


"Adek...., ayo masuk sini..., kakak ada sesuatu buat kamu" Panggil Mathew dari dalam kamar melalui Jendela yang persis berada di belakang pundak Indah


"Iyah kak...," Indah masuk kembali ke kamar dan duduk berhadapan dengan Mathew,


"Ada apa kak?, kenapa lihat Indah begitu..?"


Tiba tiba Mathew langsung memeluk erat tubuh mungil Indah, dan ciuman pun mendarat di seluruh wajah Indah, hingga bibir Indah yang mungil di cium oleh Mathew, Namun Indah tak mengerti bagaimana cara berciuman dan tidak membalas sedikitpun hanya terdiam bagaikan patung dengan perasaan yang campur aduk tidak karuan saat itu, dengan perlahan Indah mendorong mundur dada Mathew untuk menyudahi ciuman dari Mathew.


"Mau kasih apa kak?" tanya Indah,


"ini...ini baju kakak, ada harum parfum kakak, buat adek simpan dan selalu ingat sama kakak yah.." pinta Mathew sambil mengelus lembut kepala Indah. Baju itu langsung di peluk Indah dan di ciumnya "hmmmmmm...., benar, ini wangi parfum mu kak" guman Indah dalam Hati


"Terima kasih kak, Indah pasti akan kangen sama kakak" jawab indah manja dan merangkul tangan kekar Mathew.

__ADS_1


Namun saat itu, tampaknya Mathew memiliki keinginan lain terhadap Indah yang masih sangat polos, Mathew mengambil kesempatan di saat semua orang pergi, dan hanya tinggal mereka berdua, tidak mau membuang buang waktu, Mathew kembali mendaratkan ciuman di bibir Indah yang tipis dan mungil, seketika itu Indah memejamkan matanya karena merasa sangat gerogi jantungnya berdetak sangat kencang tak beraturan, berulang kali Indah mendorong pelan Dada Mathew agar menyudahi ciuman itu, Namun Mathew tidak menghiraukannya.


"Jangan tutup mata dek, lihat kakak, jangan pernah tutup mata bila kakak cium adek, kakak mau lihat mata adek" ucapnya dengan nafas terengah engah. Indah cukup bingung saat itu namun Indah menuruti kemauan Mathew dan membuka matanya saat Mathew kembali mendaratkan ciuman ke bibir Indah, Tiba tiba tangan Mathew meraba punggung Indah dari luar baju dan memasukkan tangannya ke kaos oblong yang Indah pakai sampai tanpa Indah sadari tangan mathew meramas buah dada Indah.


Sontak Indah mendorong Mathew dengan keras dan "Plaakk!!!!" satu tamparan mendarat di wajah mathew, Indah langsung lari keluar kamar dan masuk ke kamar Orang tuanya tepat di sebelah kamar Indah dan menguncinya dari dalam.


"Dek..., maafin kakak dek..., maaf kakak kebablasan" ucap Mathew sambil mengetuk pintu kamar dimana Indah mengunci dirinya sendiri.


"Dek..., ayo lah..., kakak minta maaf Dek..., jangan marah dek.., kakak gak ulangi lagi"


Indah tidak menyahut satu kata pun, Indah masih syok dengan apa yang di lakukan oleh Mathew tadi.


"Dek..., jangan siksa kakak begini dek..,, Beberapa saat lagi adek pulang ini, masa kakak di tinggal dalam keadaan adek marah begini??, Dek..., Kakak sayang kamu, jangan gini dek" Rayuan maut Mathew lagi lagi berhasil


"Tapi Jangan gitu lagi kak, Indah takut, Indah gak suka kakak kayak gitu" jawab Indah dengan suara gemetar di dalam kamar.


"Iyah.., Sumpah...Kakak gak akan ulangi lagi, Ayo dek keluar dek" pinta Mathew memohon dengan suara melasnya.


Suara kunci pintu di bukakan terdengar jelas, ragu ragu Indah membuka kunci pintu tersebut, namun Indah tetap membukanya, Langsung Mathew memeluk tubuh Indah "Maaf kan kakak yah adek, kakak terbawa suasana" rayu Mathew


"Iyah kak.." jawab Indah dengan menahan malu yang sangat besar.


"Yah uda kita cerita cerita di depan kamar aja, di balkon aja" ajak Mathew sambil menggandeng Indah


"Dari tadi juga maunya gitu kak" jawab Indah jutek.


"Iyah, maafin kakak yah sayang"


Waktu berlalu beberapa jam kemudian klason mobil papa terdengar dengan jelas, dan Papa memanggil Indah juga Mathew untuk bergegas ke mobil, tanpa aba aba mathew mengangkat semua koper koper yang sudah tertata dengan rapi dengan sopannya, membuat mama dan papa tersenyum melihat inisyatif yang di ambil Mathew.


Lalu Indah memeluk Mathew dan berpamitan di depan kedua orang tuanya, Mathew pun bersalaman dengan kedua orang tua Mathew dan berpamitan, namun Papa Indah menawarkan untuk mengantar Mathew sampai ke Asrama tempatnya tinggal, dan Mathew pun menyetujuinya.


Sesampai di depan Asrama Mathew berpamitan dan mencium kening Indah, "Hati hati yah dek, nanti kakak akan telpon adek, dan adek juga yah kalau sudah sampai langsung hubungi kakak, ini nomor telpon asrama kakak" sembari memberikan amplop untuk indah


"Apa ini kak? nomor telpon kok di ambil kayak gini?" tanya Indah dengan polosnya

__ADS_1


"Surat cinta itu," goda mama Indah sambil tertawa terbahak bahak.


"hehe..., iyah, nanti saja di bacanya, om tante terima kasih banyak, hati hati di jalan yah" pamit Mathew dan segera menyebrang menuju ke asrama, begitu pula dengan Papa Indah tak menunggu lama langsung bergegas menuju ke pelabuhan Kapal.


__ADS_2