Aku Adalah Indah

Aku Adalah Indah
KEJUTAN


__ADS_3

(Monolog Indah)


Maaf tidak pak..., maafkan saya," jawabku berharap Pak Bram mengakhiri amukannya, agar kami segera pulang,


"Saya bilang, akan mengadakan kuis dan nilainya akan saya masukkan kedalam nilai ulangan harian, hanya khusus lima orang saja, dan bagi yang tidak bisa menjawab maka akan ujian tertulis, Mulut saya baru saja Nutup, belum ada sepuluh detik bicara, saya kamu kagetkan dengan aksi kamu mau pulang" omel Pak Bram...,


"Iyah..., maaf pak" ucapku lagi dan sangat frustasi., aku lupa bila Pak bram ngamuk maka omelannya akan lebih panjang dari pada pemaparan materinya di depan kelas,


deeerrrrrttttt....., .deeerrtttttttt, deeeerrrrrrrtttt.. ...


"Apakah kamu baik - baik saja?" - Mathew,


isi pesan Kak Mathew semakin membuatku gelisah, ingin kubalas, tapi tidak mungkin karena pak Bram sedang melayangkan tatapan membunuh kearahku, aku menelan salivaku dengan berat bahkan keringatku sudah membasahi seluruh tubuhku, bukan karena aku takut dengan Pak Bram, tapi karena aku sangat penasaran dengan keberadaan Kak Mathew,


"Pak, maafkan Indah yah pak.., Indah tidak akan mengulangi lagi" aku mencoba unk merayu Pak Bram, dan untunglah Pak Bra, kembali ke meja gurunya, mengambil kertas tanya, dan melayangkan pertanyaan pelajaran Biologi,


"Apa nama sebuah proses yang terjadi pada saat siang hari pada tum.._"


"SAYA PAK!!,"


Pak Bram menunjuk kearahku,


"Proses FOTOSINTESIS" jawabku,


"Bagaimana kamu tau itu jawaban yang benar sedangkan saya belum menyelesaikan pertanyaan saya Indah??!!" Ujar Pak Bram, tanpa membenarkan jawabanku,


"feeling pak.., maaf pak.." jawabku sambil tertunduk,


"Untung aja benar!! Omel Pak bram, keluar kamu" perintah Pak bram, aku sangat gelah bisa keluar, namun ketika aku melihat semua teman - temanku menatapku ingin menjadikanku bubur, maka kuurungkan niatku untuk keluar kelas, aku sungguh tau diri, mereka terlambat pulang karena Pak bram ngomel denganku, maka tidak mungkin aku akan pulang seenaknya sendiri,


Aku pun tersenyum dan kembali duduk di kursiku,


"Loh kok, belum keluar??!!" tanya Pak Bram kesal,

__ADS_1


"Nunggu teman - teman aja pak," jawabku, dan Pak Bram dengan kesal melanjutkan pertanyaannya yang di jawab oleh empat orang temanku lainnya, termasuk ester di sampingku, sisanya akan mengikuti ujian tertulis,


Ketika Pak Bram keluar, teman - temanku langsung tertawa melihat tingkahku yang memilih untuk duduk bersama dan pulang bersama - sama, kami pun keluar dari kelas sambil menertawakan satu sama lainnya, hingga dari kejauhan kulihat motor kawas*ki n*nja berwarna kuning dan seorang pria dengan portur tubuh yang sangat familiar, tapi aku mengabaikannya, karena pria itu memakai helm masker hitam sehingga aku tidak dapat melihat wajahnya,


Beberapa anak dari kelas lain dan beberapa adik kelasku, mencari perhatian pada pria tersebut, dengan tingkah yang aneh, dan aku berjalan dengan ester ingin menunggu angkutan umum, serta melewati motor tersebut,


"Hai cewek, boleh kenalan nggk?" Ucapnya tanpa membuka helm maskernya, namun aku tidak menggubris sama sekali, dan berjalan menjauhi motor itu kira - kira empat sampai lima meter, lalu motor itu mendekat dan pria itu membuka kaca helmnya serta masker mulutnya,


"Cewek..., kok sombong amat, nggak kangen sama aku yah?"


Ketika suara itu kudengar dengar suara familiar itu dan aku mengangkat kepalaku, airmataku tak terbendung aku langsung memeluk pinggang Kak Mathew yang masih diatas motor,


"Kakak!!!!! kok kakak... Arrggg kak Mathew kau,," aku sangat bingung mau ngomong apa saat itu, sangking bahagianya,


"Hahahahaha..., yah sudah naiklah," ajaknya, tanpa berpikir dua kali aku lagsung naik motornya,


"Ester aku duluan yah, " pamitku pada sahabatku sambil melambaikan tangan,


Lalu Kak Mathew membawa motorku dengan kecepatan lumayan tinggi, dan kak Mathew tidak mengajakku pulang, melainkan mengajakku asrama tempatnya tinggal, lalu kami masuk ke baraknya, disana tanpa menunggu lama, kak Mathew menutup dan mengunci pintunya, kami saling melepaskan rindu kami satu sama lain, saling memeluk dan memberikan ciuman satu sama lain, Kak Mathew melumat lembut bibirku, begitu pula denganku, ketika tangan kak Mathew ingin meminta lebih, aku menolaknya secara halus,


"Dek..., ayo lah Dek..., sekali aja, setelah itu kita menunggu sampai menikah nanti, kakak sudah tidak tahan" jawabnya dengan suara yang tersengal - sengal,


"Tolonglah kak..., kakak sudah berjanji..." aku tetap berpegang pada pendirianku,


"Dek..., " dia kembali melumati bibirku, dan menelusuri leherku dengan lidah panasnya, "Adek..., apakah kamu tidak menginginkannya?" kembali kak Mathew merayuku,


"Tidak sekarang kak..." jawabku, "Please kak..., jangan mengacaukan suasana ini" aku mulai kesal dengan permintaan kak Mathew,


"Baiklah...," lalu kak Mathew melanjutkan melumat habis bibirku, dan keninggalkan beberapa kissmark di bagian leherku, perlahan dan pasti kak Mathew membuka kancing kemejaku, namun aku menggunakan baju kaos oblong di dalan, aku melihat wajah frustasi yang terpancar,


Kembali kututup kemeja pramukaku, "Jangan kak..." lagi kubisikkan penolakanku secara halus, hingga membuatnya menyerah dan menghentikan aktifitasnya lalu meneguk air mineral dengan kasar, Kak Mathew menuju ke kamar mandi dan segera membasuh wajahnya, aku melihatnya dengan santai,


Lalu Kak Mathew berbaring di tempat tidurnya, dan menarik tanganku,

__ADS_1


" sini, kita baringan aja.., nggak ngapa - ngapain" ajaknya,


Aku mengangguk, dan berbaring dengannya, tangannya memelukku dengan erat,


"Kakak sangat merindukanmu sayang,,"


"Iyah.,, Indah juga kak,," jawwbku, "Oh yah.., bukankah harusnya tugas kakak sembilan bulan?" tanyaku pada kak Mathew,


"Kakak di tugaskan kembali bersama sebagian teman - teman kakak, untuk oplosan dengan anggota dari daerah lain," jawabnya sambil mengelus - ngelus rambutku, "Dan,.., kakak di sini juga nggak lama sayang..., kakak hanya dua bulan lalu di tugaskan lagi ke Maluku" jawabnya,


Aku memejamkan kedua mataku, hatiku merasakan rasa merana ketika mendengar Kak Mathew akan di tugaskan lagi ke daerah lain, namun semua sudah menjadi resiko ku, kupaksakan senyumanku mengembang di hadapan kak Mathew,


"Nggak apa - apa kak..., itu sudah menjadi tugasmu, kita masih memilik waktu selama dua bulan bersama," jawabku sambil tersenyum,


"Iyah sayang, oleh sebab itu, kakak.., meminta untuk kita melakukannya, sekali saja.., kakak tidak ingin memaksamu seperti yang pertama dulu.." jawabnya sambil menenggelamkan wajahnya di leherku, perlahan Kak mathew mulai mengecup leherku dan menindihku,


"Bila kakak tidak ingin memaksaku, maka hentikanlah apa yang sedang kakak lakukan sekarang" jawabku dengan suara datar, dadaku sudah merasa sesak dengan keinginan kak mathew,


Lalu Kak Mathew menyingkir dari atas tubuhku,


"Baiklah.., maafkan kakak.., kamu belum makan siang kan?" tanyanya


"Iyah belum kak" kali ini aku tersenyum tulus, dan menghargai usahanya menahan hasratnya kepadaku,


"Yukkk..., kita makan siang, terus kakak antar pulang sekalian kasih oleh - oleh ke mama mu" ajak Kak Mathew,


Aku pun sangat berbahagia dan menerima ajakan kak Mathew, "Terima kasih untuk kejutanmu hari ini kak" ujarku sambil mengembangkan senyuman kepada kak Mathew,


"Sama - sama sayang" jawab kak Mathew sambil mengecup lembut bibirku


*


*

__ADS_1


*


bersambung


__ADS_2