
Namun apapun yang dikatakan Vany, sama sekali tidak di Gubris oleh Indah, Akal sehat dan logika Indah serasa sudah tertutup oleh yang namanya 'cinta', Indah tetap teguh untuk mempertahankan hubungannya dengan Mathew.
"Makasi yah Vany, aku tau kamu sangat sayang aku sebagai sahabatmu dan nggak mau aku kecewa, aku akan berhati hati" jawab Indah untuk menenangkan Vany yang terlihat sangat mengkhawatirkan Indah, karena bagi Vany berpacaran dengan orang yang jauh dewasa hanya akan menyakiti diri sendiri, Namun Indah tetap berpikiran positif dan berpegang pada pendiriannya.
____________
#Indah
Tidak terasa hari berganti hari, minggu berganti minggu, hubungan ini kurajut dengan memupuk rasa kepercayaan yang kuberikan untuk Mathew, dan belajar untuk setia pada pilihan yang sudah ku tetapkan, aku tak menyangka dapat menahan rasa rindu kepada Mathew. Seminggu dua kali adalah jadwal kami untuk berbicara lewat telepon rumah, terkadang seminggu bisa tiga kali kami saling bertegur sapa dan salang mengucapkan rasa sayang dan rindu, walau hanya sebatas suara...komunikasi kami cukup mengobati kegalauanku bila sangat merindukan Mathew., apakah kalian tau?? tiap hari aku mendapatkan uang saku dari orangtuaku sebesar 5rb (bila ada), terkadang hanya 1000,- saja cukup untuk pulang pergi rumah - sekolah atau sekolah - rumah, namun bila beruntung aku memilih untuk membeli jajan di sekolah, dan lebih memilih membawa air minum dan bekal nasi putih dari rumah untuk menahan rasa lapar...demi menabung dari uangku untuk kugunakan melepaskan rindu walau hanya sebatas suara.
Namun minggu Mathew sama sekali tidak ada kabar, itu sangat tidak biasa, hubungan kami telah berjalan selama 3 bulan, kegalauan sangat melanda hatiku..., kali ini sudah lebih dari 8 hari Mathew tidak mengabari akan keadaannya sama sekali, selama pelajaran berlangsung pikiranku melayang layang entah kemana, tidak konsentrasi sama sekali, benar - benar kali ini semua cerita cinta ini sangat mengganggu pendidikanku, dalam hati aku bertanya "Apakah yang di katakan oleh Vany akan benar - benar menjadi kenyataan?" tak terasa air mata ini jatuh membasahi pipiku..
"Ada apa Indah?" tanya Vany kepadaku,
"Nggak apa - apa, hanya debu.." jawabku berusaha untuk menutupi rasa sedih yang melanda hatiku,
"Kalau debu nggak mungkin kan membuat moodmu hilang hari ini" sindir Vany
"Van..., please..., sudahlah.., aku nggak mau berdebat sama sekali Van" pintaku, serasa tak kuat mendengar semua ucapan Vany,
"Yah uda, maafkan aku Ndah, kamu jangan terlalu memikirkan kakakmu itu, sebentar lagi kita ujian akhir nasional, jangan sampai kamu tidak lulus gara - gara dia, masa depan kita masih terlalu panjang Ndah.." Nasehat Vany serasa sedikit menyejukkan dada yang terasa gerah karna rasa galau yang tak menentu.
"Terima kasih yah Van..." jawabku sambil tersenyum.
Tidak terasa waktu berputar cepat tanpa terlalu mau memikirkan dimana kak Mathew dan apa yang dia lakukan sekarang, aku mencoba menguatkan diriku sendiri, kali ini aku pulang sekolah menggunakan bis Damri, lebih tenang dengan Bis dari pada menggunakan angkutan umum biasa yang selalu saja memekikkan telingaku dengan suara musik yang keras di jalan.
Sampai di depan Gang rumah, aku meminta Bis berhenti dan aku turun seperti biasa menyusuri jalan setapak di samping gereja menuju kearah rumah kontrakkanku, dari jauh semua terlihat biasa saja, di depan rumah aku melepaskan sepatu sekolahku, dan dari luar jendela aku melihat seperti seseorang yang familiar yang sedang duduk di kursi ruang tamuku, dan jantungku berdebar dengan kencang, tanpa menunggu lama aku buru - buru masuk kedalam rumah dan benar saja!!
"Kakakk!!!!" teriakku histeris karena bahagia, tanpa sadar di depan mamaku aku memeluk erat kak Mathew, dan pelukkanku di balas olehnya
"Adek...,maaf yah kakak nggak ngabari kalau lagi cuti, kakak kasih kejutan" jawab Mathew sambil tersenyum,
__ADS_1
"Kak.., Indah sangat kawatir kak.." jawabku,
"Sebenarnya mama sudah tau, Mathew sudah telpon mama 6 hari lalu, cuman disuruh merahasiakan Hahahahaa!!!" sahut mama, dan sungguh mama membuatku kesal karena memihak pada Mathew,
"Ah.., Mama..., nggak sayang Indah" sahutku sambil memeluk erat Mathew,
"Adek mandi sana, biar kalo peluk kakak nggak bau asem" goda Mathew dan berhasil membuatku malu,
"Tunggu yah Aku mandi dulu kak" jawabku sambil tersenyum lebar, dan sungguh tingkah yang menggelikan kala itu,
Tanpa kusadari aku sudah sangat mencintai Mathew, kehadirannya kali ini menumbuhkan rasa cinta yang semakin besar untuknya.
__________
Malam telah tiba, Mathew mengajakku jalan - jalan makan berdua, dengan sepeda motor sahabatnya dia mengajakku makan malam di sebuah restorant bernama "Silvyz Restaurant", rumah makan menyajikan makanan barat dan satu satunya yang ada di kota karang saat itu,
"Adek pesan uda mau makan apa" tanya Mathew,
"Boleh sayang, apalagi..., pesan aja apapun yang Adek sukai" Sungguh Mathew sangat memanjakanku, perlakuan ini benar - benar membuatku tak kuasa menahan rasa cinta yang begitu besar, Oh Tuhan ini kah yang namanya Cinta???
Habis makan malam berdua, Kak Mathew mengajakku untuk duduk di pinggir pantai sambil memandang ombak yang mengombang ambik tambak - tambak ikan yang terdapat di bibir Pantai, hanya pemandangan ini yang disuguhkan oleh kota karang di malam hari kala itu,
Tiba - Tiba kak Mathew memelukku dari belakang, dan membalikkan tubuhku,
"Kakak kangen...." ucapnya mesra,
"Indah juga kak," balasku sambil memeluk tubuh kekarnya,
"Sini sayang..." Mathew mengelus lembut rambutku, dan mulai melumat lembut bibir ini, kali ini aku belajar untuk membalas ciumannya,
"Adek?! uda bisa balas ciuman kakak?" tanya Mathew sedikit heran dan tersenyum,
__ADS_1
"Heheheee..., iyah kak" jawabku sambil menahan rasa malu,
"Adek nggak di ajari sama Patrick kan?" tanya Mathew,
"Nggak lah kak,,," ini insting alami kak, goda ku sambil tertawa malu di depan Mathew,
"Beneran yah sayang, jangan macam - macam loh yah kalau kakak nggak ada" seraya mengecup keningku Mathew seolah benar - benar mencintaiku dan takut kehilangan akan diriku,
"Nggak lah kak..,, satu macam aja" sahutku sambil memeluknya,
"Kak,,,,....., kakak sampai kapan di sini?" tanyaku
"Hanya bisa 3 hari Dek, karna perjalanan kembali ke Kota dingin memakan waktu satu hari Dek, jangan sampai kakak kena hukuman kalau terlambat balik ke Kota Dingin...., Hmmm kakak juga disini mengajukan berkas pindah Tugas, Kakak mau pi dah di sini, supaya dekat dengan Adek" Apa yang dikatakan oleh Mathew membuatku sangat bahagia kala itu,
"Serius kak?!!!" sontak kaget dan bahagia, aku melompat kegirangan, makhlum saat itu masih kecil tapi uda berani pacaran...,
*
*
*
Pesan,.,:
"Wahai para orang tua.. sekali lagi kuingatkan, jangan pernah mengijinkan anakmu yang masih SMP pacaran dengan orang yang jauh lebih dewasa melebihi umur anakmu, karena anakmu akan lebih cepat dewasa ketimbang umurnya, sarankan mereka untuk menghabiskan masa remajanya dengan teman - teman seumurannya, jangan biarkan anak - anak remaja bagaikan kates/pepaya muda yang sudah menguning atau matang sebelum waktunya, jangan sampai Masa Depan nya terrenggut di usia yang sangat belia..."
___________
jangan lupa kritik dan sarannya,
like dan favoritkan novel ini
__ADS_1
juga follow IGku yah @ovie.el