
Indah sudah tidak bisa lagi menjawab apa - apa, Indah hanya bisa menangis sejadi - jadi nya.., Indah merasa hancur hati, Indah merasa malu kepada dirinya sendiri dengan apa yang sudah di lakukan oleh Mathew. "Mengapa kamu begini kak? reaksimu terlalu berlebihan, kamu jahat kak...,reaksi gilamu tidak dapat kuterima kak" guman Indah dalam hati.
Mathew mengambilkan Indah sepasang baju tidur dan memberikan kepada Indah, lalu Mathew keluar dari kamarnya Indah dan memberikan Indah waktu untuk ganti baju, setelah dirasanya cukup Mathew masuk kembali ke kamar Indah, dan dilihatnya Indah memunguti kancing - kancing yang berserakkan di lantai,
"Maafkan kakak dek..." lagi - lagi Mathew memohon kepada Indah, tiba - tiba suara ponsel Indah berdering, ketika Indah mau mengambil ponsel dari tasnya, Mathew langsung merampas tas milik Indah dan mengambil ponsel Indah, terlihat ada tulisan 'Jack om Elly', Mathew langsung mengangkat ponsel itu dengan wajah gusar,
"HALO!!" jawab mathew setengah berteriak,
"Halo, selamat malam, apakah Indah ada?" jawab Jack di balik telepon,
"Ada urusan apa?" tanya Mathew,
"Saya mau kasih jadwal Les yang di tawarkan oleh guru baru, karena saya dengar Indah juga mau ikut Les, dan jadwalnya sudah keluar" jelas Jack,
"Apa tidak bisa besok??!" Mathew bertanya curiga,
"Harusnya sore ini sudah selesai, tapi karena Indah sudah pulang duluan jadi saya hubungi lewat phonsel, dan akan saya kirim ke guru, kebetulan saya koordinatornya" terang Jack, tanpa merasa takut kepada suara Intimidasi Mathew sedikitpun.
"Yah sudah ini!" Mathew mengembalikan ponsel Indah dengan kasar, lalu Indah segera mengambil ponselnya, dan berusaha tenang berbicara dengan Jack walau suara Indah terdengar bindeng.
"Hi Jack, gimana Jack?" tanya Indah,
"Ndah... kamu kenapa? kamu pasti nangis yah...?" tanya Jack penuh perhatian kepada Indah,
"Nggak kok, aku pilek aja Jack.., kamu kenapa telpon aku?"
"Kamu mau ikut Les Kelas MIPA nggak Ndah?, Pak Anton.., guru baru mau buka les MIPA, kebetulan aku koordinatornya, gimana?" tanya Jack,
"Iyah boleh, daftarin aku yah..." jawab Indah,
"Okay kalo gitu, yah uda sampe besok di sekolah" Jack menyudahi percakapan mereka,
"Okay, terima kasih.." tutup Indah, lalu seketika Indah melihat wajah Mathew dan berteriak dengan suara tinggi, "KAKAK DENGAR KAN??!!!! TIDAK ADA APA - APA????!!!!!!, AKU BISA GILA KAK KALAU TIAP SAAT BERKELAHI TERUS SAMA KAMU!!" serasa Indah sudah tidak kuat melihat sikap Mathew saat itu.
__ADS_1
"Kakak begini karena kakak tidak mau kehilangan kamu Ndah..." lirih Mathew, dan Mathew pergi meninggalkan Indah sendirian di kamar. Malam ini, lagi - lagi Indah menangis di kamarnya sampai ketiduran, dan Indah sudah tidak memperdulikan Mathew yang berada di ruang tamu.
_____________
#Sekolah
"Woii anaknya om Leo!!" teriak Jack,
"Hmmmm..., apa kamu Jack, aku lagi nggak mood di ganggu loh yah..." ketus Indah sambil melirik Jack,
Lalu Jack datang mendekati Indah dan sedikit keheranan melihat Indah yang biasanya sangat bersemangat mengganggu Jack, tiba - tiba berubah diam dan bermalas - malasan.
"Kamu kenapa to Ndah?" tanya Jack, sambil mengambil kursi dan duduk di hadapan Indah,
"Nggak apa - apa" jawab Indah,
"Tumben.., kamu gak ceria, ada masalah?" tanya Jack sekali lagi, Indah melihat wajah Jack dengan seksama dan tersenyum,
"Nggak apa - apa Jelek!, kapan mulai Lesnya?" tanya Indah mengalihkan pembicaraan,
"Okay makasi yah Om Elly, pergi sana..! balik ke kelasmu." Perintah Indah,
"Ih... jahat banget sih anaknya Om Leo ini, yah .. yah... aku pergi" Sahut Jack sambil beranjak dari tempatnya dan keluar dari kelasnya Indah,
"Ndah..., kamu ada masalah lagi sama pacarmu yang eror itu kan??!!" tanya Lady,
"Iyah Lad..., sudahlah, liat aja, klo ada laki - laki yang suka sama aku pasti bakal aku pacarin asal syaratnya dia ganteng dan pintar ahahahahahaa!!!" kelakar Indah,
"Good girl!!" sahut Lady sambil menunjukkan kedua jempol tangannya ke arah Indah.
"Setuju!!" sambung Yanti, melihat tingkah kedua sahabatnya Indah geleng - geleng kepala dan tertawa.
____________
__ADS_1
Mathew Sudah berada di tempat Indah selama sepuluh hari dan hari - hari itu dilewati Indah dengan penuh pertengkaran dan juga selalu berbaikkan lagi, tiba dimana besok adalah hari terakhir Mathew menghabiskan masa cutinya, dan selama tiga hari terakhir ini mereka jauh dari yang namanya pertengkaran. Malam ini Mathew mengajak Indah makan malam di restaurant Sylvia, restaurant ini menjual berbagai macam makanan Western, dan kesukaan Indah adalah Chicken Salad.
"Sudah siap Dek?" tanya Mathew sambil mengetuk pintu kamarnya Indah,
"Sebentar lagi kak.." sahut Indah, dan beberapa saat kemudian Indah keluar dari kamar, lalu mereka berpamitan kepada kedua orang tua Indah,
Sepanjang perjalanan Indah memeluk erat Mathew, dan merasa sedikit bersedih karena akan segera berpisah lagi, dan harus menunggu lagi kedatangan Mathew yang entah kapan, sampailah mereka di restaurant yang di tuju, Indah memilih kursi yang berada di sisi barat restaurant dan terdapat satu meja bundar dan dua kursi, setelah duduk mereka memesan makanan dan seperti biasa indah memesan makanan favoritnya,
"Saya ulangi pesanannya yah kak, satu Chicken salad, satu ice cream, satu air es, satu Nasi Goreng Spesial, dan satu air es?" tanya pelayan restaurant memastikan,
"Iyah Kak," sahut Indah sambil tersenyum, lalu Indah memalingkan wajahnya dan menatap Mathew yang dari tadi memperhatikan Indah dengan tersenyum, Indah menarik nafasnya dalam - dalam seolah menyesal dan bersyukur..,
"Kak...." panggil Indah kepada Mathew dengan suara lirih,
"Iyah sayang..." suara Mathew terdengar sangat lembut,
"Maaf kan Indah, selama kakak datang, Indah lebih banyak bersikap tidak baik dari pada baiknya sama kakak..." Indah memegang kedua telapak tangannya Mathew,
"Kakak juga minta maaf yah sayang..., Kakak suka emosian selama berada disini.., kakak sangat menyesal" jawab Mathew dengan wajah penuh penyesalan,
"Iyah kak..., tapi Indah bersyukur beberapa hari belakangan ini, kita tidak berkelahi kak..." dengan polos Indah menjawab,
"Kakak juga, itu artinya kita sudah sama - sama mulai memahami satu sama lain, ucap Mathew..
"Iyah yah kak...," Senyum Indah mekar mendengar apa yang dikatakan oleh Mathew,
"Hanya ada satu yang kurang..," tiba - tiba Mathew melanjutkan,
"Apa yang kurang kak?" tanya Indah bingung sambil menatap wajah Mathew,
Lalu Mathew mendekatkan wajahnya kewajahnya Indah dan melumat bibir mungil Indah, tanpa mempedulikan bahwa mereka sedang berada di tempat umum, dan siapa saja bisa melihat aksi Mathew, sambil berbisik Mathew berkata "Aku ingin kamu sesegera mungkin menjadi milikku sayang..." lalu Mathew melumat lembut ujung daun telinga Indah.
Sekujur tubuh Indah seperti kesetrum mendengar apa yang baru saja dikatakan oleh Mathew, sambil tertawa gugup Indah mencoba menguasai dirinya dan hendak bertanya apa dari maksud yang di katakan oleh Mathew namun Indah mengurungkan niatnya, karena Indah tidak mau membuat makan malamnya berantakkan.
__ADS_1
*bersambung,
"Jangan pernah sedikitpun kamu merasa sudah terbebas selama pemangsamu masih mengintaimu, walau itu tak terlihat atau tak terselubung, tetapkan menjaga diri demi keselamatan harga dirimu, walau harus nafas ini habis,...., dari pada seluruh harga dirimu hancur dan kau menjalankan kehidupan bagaikan manusia yang hidup, ragamu hidup!!! namun jiwamu telah lama mati*."