Aku Adalah Indah

Aku Adalah Indah
Kepulangan mathew dari Pulau A


__ADS_3

(Monolog Indah)


Aku langsung naik dan segera Jack mengantarkanku sampai di rumah, setelah beberapa saat, ketika aku sedang berbaring dua puluh menit kemudian suara ponselku berbunyi dan kulihat Jack mengirimkan pesan singkat kepadaku,


"Cinta pertamaku itu kamu!", hatiku bahagia sekaligus hancur, pasalnya menjalin hubungan asmara bersama Jack adalah suatu kemustahilan bagiku, aku cukup tau diri mengenai latar belakang hidupku di tambah latar belakang keluargaku, keadaan keluargaku saat ini sedang bangkrut, diriku sudah ternoda sedangkan Jack memiliki latar belakang keluarga pejabat, melihat status sosialnya saja sudah membuat diriku minder, bila ku paksakan aku yakin kedua orang tuanya pasti tidak setuju, terlebih mamanya yang pernah sekali melihatku bersama dengan Jack dan bereaksi sesuai dengan ekspektasiku, yaitu reaksi memandang sebelah mata kepada diriku. Yah... memandang dengan sebelah mata setelah tau siapa orangtuaku, kota tempat kami tinggal adalah kota yang kecil, kota yang di mana setiap orang akan tau satu sama lainnya, apalagi basic pekerjaan papaku sangat berhubungan dengan papanya Jack yang saat itu menjabat di salah satu pejabat tinggi pembuat perencanaan kegiatan proyek pemerintah.


Belum lagi Jack harus berhadapan dengan Mathew, kekasih gilaku, yang selalu mencengkeramku bagai mangsanya, aku tidak ingin Jack lebih terluka, pesan singkat itu tidak ku balas sama sekali, bahkan aku harus mengatur strategi untuk membuat Jack menjauh dariku, bila tidak berhasil maka aku harus membuatnya patah hati dan membenciku bila perlu Jack harus merasa bahwa mencintai aku adalah kesalahan terbesar dan paling hina dalam hidupnya. Aku memilih untuk berbuat sesuatu hal yang terlihat menyakiti Jack, namun sejujurnya semua itu untuk kebaikan Jack, agar Jack dapat kekasih yang baik, yang sangat sepadan dengannya, dalam segala hal. Bisa di pastikan Jika Jack masuk ke dalam kehidupan pribadi ku apalagi masalah hati, maka kehidupan Jack yang sempurna akan terkena imbas tidak baik.


Ponselku berdering tanda panggilan masuk, tanpa melihat ponselku aku tetap mengabaikannya, "Itu pasti Jack, dan aku tidak perlu menghiraukannya" gumanku, namun ponsel selalu saja berdering tiada henti, ternyata aku hanya GR..., yang menelponku adalah orang yang paling kutakuti,


"Halo Kak.." jawabku,


"Kenapa dari tadi kakak telpon tidak di angkat?! kamu tidak merindukanku??" tanya Mathew,


"Hmmm..., aku sedang beristirahat, maaf kak, apa kabar? apakah kakak sudah keluar penjara?" tanyaku,


"Iyah, dan sekarang kakak sudah di Kota Karang" jawaban itu membuat jantungku berdetak tidak karuan,


"Oh.., mengapa tidak kasih info kepadaku sama sekali?" tanyaku berusaha tenang menguasai diri,


"Apakah kamu tidak rindu sama kakak Ndah?" tanya nya lagi,

__ADS_1


"Aku merindukanmu, cepat datanglah ke rumahku," sahutku,


"Yah..., ini kakak akan segera ke rumahmu" lalu mengakiri pembicaraan lewat ponsel kami.


Aku keluar kamar, mencari keberadaan mama dan memberikan info kalau Kak Mathew akan segera datang ke rumah, mama kurang suka mendengar informasiku, dia rasa Mathew sudah tidak bisa di manfaatkan lagi, karena selama dua bulan ini bahkan hampir tiga bulan, mama tidak mendapatkan sedikitpun pasokan dana dari kak Mathew,


Sekitar tiga puluh menit kemudian, kak Mathew sampai ke rumahku, membawa beberapa oleh - oleh makanan khas Pulau A, semua yang di berikan ku terima dengan baik, kami pun berbincang - bincang ringan di ruang tamu, Awalnya.


Namun setelah sekitar dua puluh menit basa basi, aku langsung menanyakan duduk perkara mengapa Kak Mathew sampai di penjara, "Kak, sebanarnya ada masalah apa sampai kakak di penjara?" tanyaku to the point di depan mama,


"Kakak di penjara karena penganiayaan sama orang kamoung dek," jawabnya santai,


"Duduk perkaranya karena apa sampai terjadi penganiayaan?" aku terus mendesak agar dia mengakui perbuatan cabulnya,


"Bener Mathew?! bukan karena kami terjebak sama perempuan di sana?" tanya mama tegas,


"Nggak benar tante, itu Fitnah!" Mathew juga menjawab, tidak kalah tegas,


"Kalau sampe kamu berani mempermainkan Indah yah mending nggak usah aja kamu berhubungan sama Indah, semuanya sudah tante permudah loh kamu sama anak tante, kurang baik apa coba, minta tidur bareng tante ijinkan kalau akibatnya gini yah tante rugi dong!!" omel mama,


"WHAT??!!!!" aku berontak dalam hati!! apa yang mama katakan?!! berarti kejadian Mathew berani menyusup dan sampai memperkosaku apakah semua itu seijin mama??!!!!! dan mama mengatakan "Rugi" seolah aku adalah barang dagangan atau investasi nya mama. Hatiku hancur lebur mendengar pembicaraan mama yang terang - terangan di hadapanku, air mataku sudah mau jatuh namun kutahan, aku tidak boleh terlihat lemah di hadapan Kak Mathew.

__ADS_1


"Nggak te..., itu semua Fitnah" lagi Mathew mempertegas.


"Iyah kalau sampai kejadiannya gitu tante tidak setuju kamu sama Indah" celetuk mama,


"Kalau saya sampai tidak jadi sama Indah, saya brondong semua satu rumah ini" ujar Mathew, sontak membuat mama semakin emosi,


"Coba aja kamu brondong saya sekeluarga! BANGSAT KAMU!! berani - beraninya kamu ngancam saya!!" tiba - tiba mama emosi dan mengusir Mathew dari rumahku, aku melihat keadaan sudah tidak memungkinkan, dan aku memilih untuk segera masuk ke kamar, Mathew berusaha meyakinkan mama bahwa kalimat yang baru saja di ucapkan hanyalah ucapan gurauan belaka, namun mama yang sudah terlanjur benci dan tidak suka akhirnya meneror aku untuk segera mengakiri hubunganku dengan Mathew.


Setelah Mathew pergi dari rumah, mama tidak segan masuk ke kamar tanpa mengetuk kamarku, "Kamu harus putus sama Mathew!!! tapi sabar!! tunggu mama cari penggantinya dulu!" bentak mama kepadaku,


"Maksud mama apa?! ma.., yang memiliki perasaan disini Indah ma.., mama nggak bisa paksa Indah untuk putus dengan Mathew dan langsung pacaran dengan laki - laki pilihan mama.." aku memberanikan diri menjawab mama,


"Pokoknya mama tidak mau hidup susah Indah, Mathew sudah tidak berguna lagi, secara financial kitw sudah tidak di topang lagi, lalu buat apa!!!" bentak mama, sungguh aku merasa sangat syok dengan apa yang mama katakan, kenapa aku menjadi alat untuk memenuhi kebutuhan keluarga, apakah penghasilan papa selama ini kurang? pikirku...


Tidak mau melanjutkan perdebatan dengan mama aku memilih bungkam, sejujurnya aku juga ingin mengakhiri hubunganku dengan Mathew, tapi ketika ingat bahwa Mathewlah yang mengambil keperawananku aku merasa sangat berat melepasnya, serta ditambah dengan sikap Matre mamaku, membuatku seolah ingin melawannya untuk tetap mempertahankan hubunganku dengan Mathew sekalipun aku tidak nyaman dengan hubungan ini.


*


*


*

__ADS_1


bersambung


__ADS_2