Aku Adalah Indah

Aku Adalah Indah
Bertemu dan Berpisah lagi


__ADS_3

(Monolog Indah)


"Yukkk..., kita makan siang, terus kakak antar pulang sekalian kasih oleh - oleh ke mama mu" ajak Kak Mathew,


Aku pun sangat berbahagia dan menerima ajakan kak Mathew, "Terima kasih untuk kejutanmu hari ini kak" ujarku sambil mengembangkan senyuman kepada kak Mathew,


"Sama - sama sayang" jawab kak Mathew sambil mengecup lembut bibirku


Kamipun makan siang berdua, bercanda dan saling bercerita apa saja yang terjadi ketika kami tidak bersama, Kak Mathew menceritakan bagaimana kondisi di Sumatra telah kondusif, dan di sana kehidupan serta adat istiadat merekapun di ceritakan oleh Kak Mathew,


Begitu pula denganku, aku menceritakan hari - hariku selama ditinggal kerja oleh kak mathew, lalu tiba - tiba kak Mathew menanyakan pertanyaan yang membuatku berpikir dengan serius untuk masa depanku,


"Adek, kakak mau tanya..., apakah nanti ketika adek lulus SMA kita akan menikah?" tanya Kak Mathew dengan wajah yang sangat serius,


"Kak..., lulus SMA nanti, aku baru berusia delapan belas tahun, sedangkan impianku masih panjang kak Mathew, aku tidak bisa mengambil keputusan secepat ini" jawabku, kulihat wajahnya berubah dengan ekspresi yang penuh dengan kekecewaan, "Maafkan aku kak.." lirihku


"Bila nanti kita tidak berjodoh, dan kita tidak menikah, maukah adek selingkuh dengan kakak?" ketika mendengar pertanyaan itu, sungguh aku sangat heran dan merasa sangat aneh,


"Berbicaralah yang bermanfaat kak, jangan suka mengucapkan perkataan sia - sia yang tidak bermakna, apa yang kakak ucapkan ini adalah Doa kak...," jawabku dengan rasa kesal,


"Tolonglah jawab dengan serius Dek, apakah itu bisa terjadi?" tanya nya lagi dengan serius,


"Tidak akan pernah terjadi, karena kita ditakdirkan untuk berjodoh" jawabku penuh dengan keyakinan,


"Bagaimana Adek bisa seyakin itu" tanya Kak Mathew kembali, " sedangkan kakak ajak menikah saja adek masih tidak mau" ujarnya kesal,


"Karna Indah tidak akan sanggup mendengar cemooh dari orang lain, dan semua yang Indah miliki sudah kakak ambil dengan paksa, lalu bagaimana mungkin kakak bertanya sesuatu hal yang seolah - olah akan menjadi baik - baik sama bila Indah menikah dengan orang lain, dan apabila Indah menikah dengan orang lainpun, apakah pantas kakak mengajak Indah untuk berselingkuh dengan kakak???? asal kakak tau, bila ada orang lain yang sanggup menerima Indah apa adanya, maka pria itu adalah pria yang sangat berbesar hati dan bagaimana mungkin Indah mengkhianati pria itu???" sungguh dadaku sesak ketika menjawab pertanyaan konyol Kak Mathew,

__ADS_1


"Maafkan kakak, kakak tadi ngelantur, maafkan dek..., kakak mohon jangan marah lagi sayang, kakak hanya dua bulan disini, tolong dek.., kita habiskan waktu ini dengan baik" pinta Kak Mathew dengan melas,


"lalu mengapa jika begitu kakak mengajukan pertanyaan bodoh?!!" rasanya inginku ungkapkan rasa jengkelku, tapi aku memilih untuk mengakhiri perdebatan kami berdua, karena aku lelah selalu saja bertengkar dengan kak Mathew setiap kali bertemu,


"Baiklah kak...," jawabku,


"Oh yah, satu lagi.., selama kakak disini adek nggak usah pergi - pergi sama mamanya adek yah..., kakak gak suka, karna mamanya adek suka kenalin adek sama cowok - cowok nggak benar" tutur kak Mathew membuatku kaget,


"Bagaimana kakak tau?" gumanku, yah benar.., selama kak Mathew bertugas, mama selalu saja mencari cara untuk mengenalkanku dengan laki - laki lain, terutama dengan para anggota yang berpangkat letnan dua, mama sangat berambisi aku menjadi istri seorang perwira, bahkan mama berkata biarlah aku menikah muda asal mendapat seorang perwira, setiap kali melihat ambisi mama, dadaku terasa sesak, mama seolah menawar - nawarkanku kepada para pria yang aku tidak kenal, seolah aku adalah barang dagangan yang akan dilelang.


"Tapi kak..., kalau Indah menolak ngantar mama, pasti mama akan semakin benci sama kakak, dan akan segera memaksa indah untuk putus dengan kakak, indah dilema, lalu bagaimana kakak bisa tau?" tanyaku lagi karena penasaran,


"Kakak tau di kasih informasi sama komandan kakak, sungguh memalukan, padahal kakak sudah memberikan apapun yang mamamu minta!!" ucapnya geram,


"termasuk meminta keperawananku??!!!!" tiba - tiba aku emosi mendengar omongan kak Mathew,


"Adek.., bukan begitu maksud kakak.." jawabnya gugup karena merasa telah membongkar rahasianya sendiri,


"Huusssttttt, cukup Dek, maafkan kakak, kakak tidak akan berbicara yang aneh - aneh lagi" Kak mathew berusaha untuk menenangkan ku,


Baru beberapa jam bertemu kami sudah dua kali berkelahi, terkadang aku sangat lelah menjalani hubungan ini, tapi mau bagaimana lagi, seolah tidak memiliki pilihan apapun, aku terpaksa melanjutkan hubunganku dengan kak Mathew.


"Aku mau pulang kak.." pintaku,


"Adek..., kakak masih kangen..., dua bulan lagi kakak akan berangkat sayang..., kakak mohon" pintanya,


"kak..., aku minta pulang untuk ganti baju, terus kita jalan - jalan, dan pamit sama mama juga kan..?!" jawabku

__ADS_1


"Oh iyah sayang..., yukk... kakak antar..."


__________


Dua bulan adalah waktu yang sangat singkat jika Kak Mathew berada disisiku, rasanya kesedihanku kembali kepermukaan setiap kali akan ditinggal tugas oleh Kak mathew, aku tidak tau mengapa selalu saja terjadi seperti ini, namun kepergian kak Mathew kali ini membuatku sangat sedih.., lebih dari yang biasanya kurasakan,


"Kak...., apakah kakak tidak bisa beralasan untuk tidak berangkat ke sana kak?" malam itu aku menangis, karena besok kak mathew akan berangkat menggunakan pesawat Hercules,n


"Sayang..., surat tugas sudah turun sayang..., kakak juga berat meninggalkan Adek," ucapnya sambil memelukku dan mengelus - ngelus kepalaku,


"Kak...., tapi tugas ini lebih lama dari biasanya kak..., Kakak pulang setelah Indah lulus SMA, Indah nggak mau kak..., ini terlalu lama..." selama Kak Mathew tugas, baru kali ini aku tidak ikhlas di tinggal tugas, "Tolong kak..., tolong di batalkan" pintaku sesenggukkan,


Melihatku menangis, Kak Mathew juga ikut menangis, "Adek..., kenapa adek menangis seperti ini...jangan begini sayang..., kakak nggak sanggup" air mata kak Mathew juga bercucuran, Kak Mathew lalu memelukku dan melumat lembut bibirku, aku pun melumat bibirnya dengan penuh cinta dan air mata terus mengalir seakan tidak ikhlas harus berpisah lagi dengan Kak Mathew..,


"Sayang.., apakah setelah kakak pulang kamu mau menikah dengan kakak?" lagi kak Mathew melamarku,


"Kak..., aku akan menikah denganmu tapi batalkan tugas ini kak,., kumohon.." pintaku,


"Sayang, kalau kakak menolak tugas ini, maka kakak akan kena hukuman dari pimpinan sayang.., apakah adek mau kakak kena masalah?" terang Kak Mathew dengan lembut kepadaku,


"Berjanjilah..., kakak akan tetap menjaga hati kakak untuk Indah.." pintaku dengan sungguh..


"Iyah sayang..., kakak berjanji..., heiiii..., sudah sayang..., jangan menangis lagi..." hibur Kak Mathew, Namun tetap saja tidak merubah suasana hatiku sedikitpun.


*


*

__ADS_1


*


bersambung


__ADS_2